Toilet [Khusus] Waria


toilet-waria-sriwedari.jpg.jpeg

Toilet Waria di THR Sriwedari (sumber: blontankpoer)

Toilet [Khusus] Waria

Gambar di atas diambil dari koleksi foto yang diambil seorang blogger Solo, pak Blontankpoer. Lokasinya berada di THR Sriwedari – Solo. THR Sriwedari sendiri berlokasi dalam satu komplek dengan Stadion R. Maladi (Sriwedari) yang merupakan tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Indonesia. Apa yang kira-kira ada di dalam pikiran kamu saat membaca keterangan tulisan pada toilet di atas? 😀 Jika suatu saat kamu pas kebelet pipis lalu melihat toilet seperti di atas, apakah kamu akan melanjutkan pipismu? 😀

THR Sriwedari sendiri terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah bagian wahana permainan anak-anak. Dan yang kedua adalah bagian panggung musik hiburan. Di dalam wahana permainan anak-anak, diisi permainan sebagaimana pada umumnya seperti Mini Coaster, Bom-Bom Car, Komidi Putar, Kereta Mini, Rumah Hantu, dll. Sementara pada panggung musik hiburan, secara rutin tiap malam diisi dengan pertunjukan musik. Seringnya musik dangdut, koes-plus, dan campursari.

Di panggung musik inilah THR Sriwedari memiliki sisi lain (negatif) meskipun sebenarnya tidak memiliki kaitan secara langsung dengan hiburan musik rakyat itu sendiri. Di area THR Sriwedari, boleh dibilang merupakan lokasi berkumpulnya kaum waria dan gay sejak lama. Dan fakta ini sudah menjadi rahasia umum masyarakat Solo. Tak salah jika kebanyakan masyarakat memandang THR Sriwedari secara negatif jika malam hari telah tiba karena di sekitar THR itulah terjadinya transaksi-transaksi ‘jual-beli’ jasa xxx. Puncaknya, jika malam tahun baru tiba, pagi harinya petugas kebersihan ‘pasti’ menemukan banyak kondom tercecer di areal tersebut, demikian opini yang beredar di masyarakat. Melihat realitas sisi lain THR Sriwedari yang demikian, maka ‘wajarlah’ jika pada toilet THR Sriwedari terdapat papan petunjuk toilet Waria karena disinilah mereka bertemu.

Mengenai realitas itu, aku dan sobatku pernah punya pengalaman unik. Ceritanya, sobatku itu senang dan merasa nyaman jika nongkrong di Sriwedari. Waktu itu kami belum tahu kalau lokasi di situ adalah tempat mangkalnya kaum gay. Karena sering nongkrong di situ, sobatku kemudian didekati oleh seorang lelaki yang pada awalnya hanya minta api rokok. Lama kelamaan, mereka terlibat obrolan-obrolan macam-macam. Beberapa kali sobatku itu disentuh tangannya. Pada akhirnya, sobatku itu akhirnya sadar bahwa orang yang mengajaknya ngobrol itu seorang gay saat ia menceritakan tentang sebuah kontes “gay-gay” gituan. Langsung saja pelan-pelan sobatku itu pamit pulang dan tidak pernah lagi nongkrong di Sriwedari.

Kisah lain yang menimpaku dan sobat-sobatku lain ketika kami sengaja nongkrong di Sriwedari untuk motret-motret Jalan Slamet Riyadi dari jembatan penyeberangan yang melintang di atasnya. Beberapa saat kemudian ketika kami sedang motret-motret, datanglah seorang anak perempuan kecil. Barangkali usianya sekitar 10 tahunan. Dia mendekati kami dan menawarkan diri untuk melakukan ‘hal begituan’ dengan bayaran tentu saja. Aku terhenyak kaget dan kujawab tegas, “TIDAK”. Kami pun kemudian cabut dari lokasi.

Sebetulnya, Taman Sriwedari kalau menurut sejarahnya dulu berawal dari sebuah tempat bersantai raja Kraton Kasunanan Surakarta. Taman itu biasa dikenal dengan sebutan BON ROJO (Kebon Rojo/Kebun Raja). Bon Rojo sendiri dibangun oleh SISKS Pakubuwono ke X (CMIIW). Dulunya di Bon Rojo ini terdapat binatang-binatang peliharaan kraton selayaknya kebun binatang. Namun kisaran tahun 1980an dipindahlah binatang-binatang itu ke Taman Satwa Taru Jurug yang memang diproyeksikan menjadi kebun binatang.

Setelah binatang-binatangnya dipindahkan, maka kini di komplek taman Sriwedari menyisakan beberapa areal, antara lain: joglo sriwedari untuk melaksanakan berbagai pertunjukan, gedung wayang orang, gedung grha wisata (untuk pameran), taman pujasari (pusat jajan & karaoke), museum radyapustaka, dan THR itu sendiri. Areal bioskop dan taman air serta pancingan sudah tak berfungsi. Setelah melalui proses hukum yang cukup panjang, komplek taman Sriwedari pada akhirnya dinyatakan oleh MA menjadi milik para ahli waris pejabat keraton (CMIIW).

Kembali ke pertanyaan di atas, apa yang kira-kira ada di dalam pikiran kamu saat membaca keterangan tulisan pada toilet di atas? 😀 Jika suatu saat kamu pas kebelet pipis lalu melihat toilet seperti di atas, apakah kamu akan melanjutkan pipismu? 😀

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

9 Tanggapan

  1. Saya masih risih sih.
    Tapi sebenarnya sih dalam hati pengen menerima mereka seperti yang lainnya..

    • @Gie: Jujur sy merasa risih
      dan berusaha untuk tidak menerima mereka dg apapun alasannya…
      :-s

      bg sy ini prinsipal.

  2. wah betul-betul ada ya toilet untuk waria ck ck, kalau aku kebelet pipis mending lari ke hutan daripada masuk ke toilet seperti itu hi hi ngeri terus terang saya agak phobia dengan waria sob , saya pernah malah hampir dikeroyok karena nggak menanggapi mereka, (dekat rumah saya ada pangkalan waria seperti taman lawan mas)

    Mengenai uang naik tergantung juga sob ada yang maharnya memang tinggi sampai puluhan juta, tapi ada juga yang sampai beberapa juta saja tergantung kesepakatan kedua keluarga

    • @Munir: hehehehe
      itu ada
      dan br kali ini sy lihatnya
      di Solo lagi, kampung halamanku

      huft..
      😦

      tentang uang naik, terima kasih atas share nya mas…
      soalnya dulu g jd pdkt dg seseorang asal makasar krn ada uang naiknya.. :-s 😦

  3. pertama saya mau ngakak dulu liat ada WC khusus waria… paraaaahhh!! *geleng2 kepala

    kedua saya juga jijik dengan mereka,masalahnya mereka itu berani untuk menunjukkan ‘penyakit’nya itu tanpa malu2,padahal Tuhan hanya menciptakan laki dan perempuan,tidak ada yg lain,apakah Tuhan bisa salah menciptakan?

    kalau di hadist,rasul pernah mengusir seorang yg bergaya banci keluar kota,jadi memang sebaiknya kita juga mengikuti rasul dengan tidak memberi peluang mereka berbuat merusak generasi muda yg melihat dan bisa ikut2an mencontoh mereka.

    sekarang kalau ada banci yg mengamen atau minta2 saya gak mau ngasih lagi mas,karena itu sama aja dengan melestarikan mereka.

    secara manusia saya kasihan,tapi saya terpaksa melakukan ini sebagai tanda saya tidak support atas apa yg mereka lakukan.
    saya yakin mereka bisa berubah jika ada kemauan yg kuat,dan tentunya kembali ke agama yg benar (semua agama saya yakin gak ada yg support dengan banci)

    • @Didot: terima tabahan penjelasannya Dot..
      😀

      Ya sebenrnya penyakit ini bukan penyakit modern sih, krn sdh ada sejak zaman nabi luth as

  4. eh? masa ada toilet khusus waria -.-‘

    • @Jasmine: ada tuh…
      mau coba???

  5. dulu waktu masih sekolah di solo, saya sering ke sriwedari,secara di belakangnya itu ada tempat buku murah..untungnya juga ga pernah malam ke sriwedari, jadinya ga pernah tahu..tapi kalo ada tulisan diatas..artinya yg masuk tetap cuma cowo doang kan ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: