Gadis Metropolitan


”]Foto Ini Hanya Ilustrasi Saja [Sumber klik saja pada gambar]

Gadis Metropolitan

Di sebuah pangkalan ojek di pojok gang ujung jalan Sudirman Jakarta, nampak Sutrisno, Sukri, dan Ujang tengah terlibat obrolan sambil menunggu pelanggan. Kali ini mereka sedang membahas tentang “Gadis Metropolitan”.

Pertama, si Ujang mengajukan pendapatnya tentang siapa yang pantas disebut dengan gadis metropolitan. “Gadis metropolitan itu cewek yang setiap harinya selalu wangi karena pakai parfum. Kemudian rutin pergi ke salon dan spa. Penampilannya modis dengan HP atau Blackberry terkalung di leher. Mobilitasnya tinggi. Keluar masuk butik, mall, dan cafe setiap harinya. Dan sering bilang ‘sumpe loe?’. Kurasa itu gambaran gadis metropolitan Jakarta ini.”

Menanggapi gambaran tentang definisi gadis metropolitan yang disebutkan oleh Ujang, Sukri merespon dengan penuh persetujuan. “Kau benar Jang. Itulah gambaran gadis metropolitan di Jakarta ini,” ucapnya dengan penuh senyum sambil membayangkan gadis metropolitan dalam imajinasinya.

Kalau menurutmu gimana Tris?” tanya Ujang ke arah Sutrisno yang matanya menerawang memandang seolah tanpa batas.

Mau tahu pendapatku tentang gadis metropolitan? Itu lho orangnya !” ucap Sutrisno menunjuk ke arah seorang perempuan berpakaian biasa dan tak terlalu modis, bahkan tak ada HP atau BB yang terkalung di lehernya.

Apanya yang metropolitan? Gak ada istimewa-istimewanya..,” ujar Ujang merespon Sutrisno. Sukri pun mengiyakan pendapat Ujang.

Gadis metropolitan itu ya contohnya seperti cewek itu. Berangkat kerja atau kemana-mana naiknya Metromini dan kalau naik ojek saya nggak pernah ngajak bicara, cuman diem, dan kalau sampai tujuan tidak pernah bilang terima kasih apalagi ngasih tambahan uang tip. Orangnya pelitan bicara, pelit duit, dan pelit terima kasih,” pungkas Sutrisno yang langsung ngeloyor pergi menjemput si gadis metropolitan yang telah siap naik ojeknya.

Ujang dan Sukri ditinggalkan begitu saja masih melongo mendengar penjelasan Sutrisno tentang gadis metropolitan.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. Boleh juga tuh kata2’nya.
    Sesuai dengan pengalaman pribadi 😀
    Sedih juga yah kalau gadis metropolitan emang gitu keadaannya.

    • @Zippy: hahahahha
      itu khan opiniku saja Gan…
      😀

  2. “Blackberry terkalung di leher” << setau saya, udah jarang ya yang ngalungin hape di leher, cmiiw

    • @Nadia: iya ya… 😦 huft.. ini anak kritis banget yak… 😀
      lha trus enaknya digambarinnya kayak gimana dong Nad? 😀

  3. cewek metropolis itu, otaknya metropolis tapi tampilannya naturalis.. wkakakaka….

    • @Prima: otak mteropolis kayak gimana Gan? Matre dong? 😀

  4. Keknya dulu pernah ada filmnya deh..

  5. masih bisa bersyukur tuh, dah dapat langganan yg setia….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: