Sirene Tanda Berbuka Puasa di kota Solo

Sirene Tanda Berbuka Puasa di kota Solo

Dulu sekali, saat aku masih tinggal di kampung Batik Batik Kaoeman saat masih usia kanak-kanak, ada satu hal yang paling kutunggu-tunggu menjelang buka puasa. Yang kutunggu bukanlah azan maghrib dari menara langgar Winongan atau Sememen yang menjulang tinggi. Bukan pula suara azan yang berkumandang keras dari menara Masjid Agung Surakarta. Namun yang kutunggu di saat menjelang waktu berbuka itu adalah bunyi sirene yang meraung-raung sebagai tanda masuk waktu berbuka puasa Romadhon di kota Solo.

Bunyi sirene yang menjadi penanda waktu berbuka puasa itu sudah sejak lama berdiri dan setahuku sampai waktu terakhir kali aku di Solo masih berfungsi dengan baik. Aku terakhir mendengar bunyi sirene itu tahun 2009 pada waktu Sholat Idul Fitri, kalau tidak salah. Namun demikian, sepertinya bunyi sirene sebagai tanda waktu berbuka sudah lama ditinggalkan karena perkembangan waktu dan zaman.

Pada saat aku usia kanak-kanak, kisaran tahun 1990an, bunyi sirene di Solo bahkan juga dikumandangkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) kota Surakarta untuk disiarkan ke seluruh wilayah kota Surakarta dan daerah yang sewaktu dengan kota Solo. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: