Membedakan Suara Serangga-Serangga Sawah


Sumber gambar klik pada foto

Membedakan Suara Binatang Sawah

Dulu ketika sekeliling rumah tempat tinggal asalku masih berupa areal persawahan, setiap malam kami selalu dihibur oleh nyanyian musik alam seperti suara jangkrik, suara orong-orong, suara gangsir, atau suara kodok jika tengah musim hujan. Nyanyian merdu binatang-binatang itulah yang menemani tidur keluarga kami sekaligus menambah suasana horor rumah mengingat jarak 50 meter di belakang rumah kami ada komplek pemakaman tua.

Saat masih usia sekolah dasar, aku tidak terlalu bisa membedakan antara suara-suara binatang serangga yang memiliki kemiripan suara. Secara mudahnya, aku hanya menyebut suara binatang-binatang itu dengan ‘suara jangkrik’ begitu saja. Padahal sebenarnya kalau lebih diperhatikan dengan seksama, suara masing-masing binatang itu tentu saja berbeda-beda. Bahkan saat musim berubah, suara mereka juga ikut berubah menyesuaikan diri dengan musimnya. Berikut beberapa contoh rekaman-rekaman suara binatang-binatang itu.

  • Suara Gangsir

Gangsir adalah sebutan nama salah satu jenis serangga dalam bahasa Jawa. Bentuk gangsir mirip-mirip dengan jangkrik tapi ukurannya lebih besar. Gangsirbiasanya ada di lahan kering (kebun atau halaman). Dulu, anak-anak suka menggenangi lubang tanah yang menjadi rumah gangsir dengan air sehingga gangsir itu keluar dari lobang dan mudah menangkapnya. Sebagian masyarakat pedesaan menjadikan gangsir sebagai cemilan renyah dengan digoreng atau dipepes kering dengan parutan kelapa atau di-botok. Berikut bunyi suara gangsir:

  • Suara Jangkrik-Jangkrik Besar

Jangkrik merupakan jenis serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh jangkrik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara jangkrik ini semakin keras dengan naiknya suhu di sekitarnya. Berikut bunyi suara jangkrik-jangkrik besar:

  • Suara Jangkrik Saat Udara Dingin

  • Suara Jangkrik Kecil Tunggal

  • Suara Orong-orong

Orong-orong merupakan serangga berukuran sedang, berwarna coklat terang hingga gelap, dan memiliki kulit pelindung yang tebal yang hidup di dalam tanah, dengan sepasang tungkai depan termodifikasi berbentuk cangkul untuk menggali tanah dan berenang. Orang Sunda menyebutnya gaang, sementara dalam bahasa Toba disebut singke. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai mole cricket. Berikut bunyi suara orong-orong:

Rekaman-rekaman suara binatang-binatang di atas merupakan hasil kerja keras mas Danang


Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. jangkrik besar atau gangsir bahasa inggris nya apa ya pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: