Puasa Adalah Menahan Yang Masuk & Yang Keluar Dari Mulut


Puasa Adalah Menahan Yang Masuk & Yang Keluar Dari Mulut

Iwan : “Eh tahu nggak si Joni itu orangnya bau.”

Toni : “Masak sih, tapi bener juga sih. Aku pernah duduk di sebelahnya. Emang sih agak bau-bau gimana gitu.”

***

Di jalan raya kota Jakarta, di tengah lalu lalang lalu lintas kendaraan bermotor, melintaslah Andri mengendarai motor. Dari arah timur Andri melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju ke arah barat. Tanpa disangka, saat melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, di depan Andri muncul seseorang yang menyeberang jalan tanpa disangka oleh Andri. Andri terkaget dan langsung memegang rem tangan dan menginjak rem belakang. “Ciiiittttttttt…,” bunyi gesekan ban motor yang dikendarai Andri beradu dengan jalan aspal yang tengah mencapai puncak panasnya siang itu. Andri-pun terpancing emosi. Mukanya memerah padam. Ia maki orang yang menyeberang mendadak di depannya. “Woe, lu nggak punya mata ya? Mau nyari mati lu nyebrang jalan nggak lihat-lihat,” teriak si Andri kepada orang yang menyeberang mendadak di depannya.

****

Berapa orang yang berpuasa dengan menahan lapar dari subuh hingga maghrib berhasil melalui ujian kelaparan meskipun hingga menahan perutnya karena sakit maag yang melilit? Mungkin hampir semua orang yang berpuasa berhasil dengan mudah melaluinya dengan baik. Namun, kita perlu menyadari bahwa menahan diri dari sesuatu yang MASUK KE DALAM MULUT itu tidak cukup membuat puasa kita bermakna dan diterima Allah SWT. Kalau puasa itu sekedar menahan sesuatu yang masuk ke mulut, mayoritas orang akan bisa melaluinya dengan mudah dan gampang. Tetapi sekali lagi puasa tak sekedar itu. Ada yang lebih sulit dari sekedar menahan sesuatu yang MASUK KE DALAM MULUT. Menahan sesuatu yang KELUAR DARI MULUT, itulah yang lebih berat dilakukan oleh orang yang menginkan puasanya diterima oleh Allah SWT…. Betul tidak?

Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, tapi hanya mendapatkan begadang saja.”  (HR. Ahmad)

 Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. betul~ 🙂
    puasa kita juga harus jaga mulut kita akan omongan & perkataan yang gak baik~ 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: