Karyawan Tipe Apakah Kamu?


Karyawan Tipe Apakah Kamu?

Kemarin malam sekitar pukul 23.30 WIB, aku dan dua orang kawanku bertandang ke tempat kos kawan di kawasan komplek perumahan Marinir Kelapa Gading. Namanya Bimo. Dia tidak menjamuku dengan aneka makanan atau roti. Ia justru menjamuku dengan suguhan berupa buku-buku tebal dengan beraneka macam judul. Aku lupa judul-judulnya satu persatu. Maklum, waktu yang hampir mendekati tengah malam mempengaruhi mataku yang sudah terasa mengantuk dan mengganggu konsentrasi kefokusanku dalam diskusi.

Aku buka salah satu buku yang disuguhkan kepadaku pada halaman yang telah ditandai. Aku juga lupa buku apa yang kubuka dan pada halaman berapa aku membukanya. Kurasa itu tidak terlalu penting. Dalam halaman buku yang kubaca acak tersebut, ada sebuah pengetahuan unik yang kuperoleh. Karyawan sebuah perusahaan itu umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu karyawan tipe Lintah dan karyawan tipe Kerbau. Itu pengklasifikasian secara umumnya saja. Boleh jadi kamu tidak tergolong ke dalam kedua-duanya.

Pertama, karyawan tipe Lintah. Sebagaimana karakteristik binatang lintah, ia merupakan binatang yang lambat dalam bergerak dan kerjanya menghisab darah makhluk lain di sekitarnya. Cobalah tengok orang-orang di sekitar kantor kamu adakah karyawan-karyawan yang memiliki karakteristik seperti lintah itu? Jawabnya aku yakin banyak. Banyak sekali golongan karyawan-karyawan yang kerjanya hanya memeras perusahaan. Mereka hanya menjadi beban bagi perusahaan. Tipikal seorang yang pemalas. Mereka selalu cenderung menuntut apa saja yang menjadi hak-hak mereka saja dan melupakan kewajiban-kewajiban yang seharusnya ia penuhi. Keberadaan jenis karyawan seperti itu hanya menjadi parasit yang sedikit banyak merugikan perusahaan. Apakah anda tergolong jenis karyawan yang seperti ini? Mari kita lihat diri kita masing-masing!

Kedua, karyawan tipe Kerbau. Sebagaimana konotasi karakteristik binatang bernama kerbau yang kita kenal. Kerbau merupakan profil binatang yang diasosiasikan sebagai binatang yang suka bekerja dengan keras, tahan banting, namun sayangnya bodoh atau bahkan dungu. Sampai-sampai di masa kecil kita dulu, ada ungkapan populer “Wong bodo longa-longo koyo Kebo” atau “Anak bodoh itu seperti kerbau yang dungu yang hanya bisa bengong”. Harus kita akui kerbau memang binatang pekerja keras. Ia siap membajak puluhan hektar sawah tanpa pernah berontak meskipun di tengah terik siang di bawah cambukan sang pembajak sawah. Umumnya otot-otot kerbau kuat dan besar. Sayangnya kerbau itu bodoh sehingga meski dicambukpun terlihat biasa saja tidak protes sedikitpun.

Diantara golongan karyawan tak sedikit pula yang memiliki karakteristik binatang kerbau ini. Mereka tipikal-tipikal pekerja keras. Semangat mereka dalam bekerja cukup luar biasa. Mereka tidak terlalu menuntut urusan hak-haknya sebelum mereka menunaikan kewajiban-kewajiban mereka. Namun dikarenakan bodohnya, perusahaan sering melanggar hak-hak yang seharusnya mereka miliki. Kalaupun perusahaan tidak melakukan tindak kecurangan, perusahaan akan kerap menemui hambatan dalam mengembangkan kinerja perusahaannya karena kemampuan mereka sulit untuk ditumbuhkembangkan. Apakah kita termasuk golongan karyawan yang jenis ini? Lagi-lagi mari kita lihat diri kita masing-masing!

Diantara kedua golongan jenis karyawan di atas tentu saja tidak ada yang bagus. Baik karyawan golongan lintah maupun kerbau sulit untuk memajukan sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan yang ingin maju, tentu saja harus lebih selektif dalam menghimpun karyawannya. Idealnya, perusahaan harus mencari tipikal karyawan yang pekerja keras, cerdas, selalu mendahulukan kewajiban-kewajibannya dan tidak keterlaluan dalam menuntut hak-haknya, serta tidak berpotensi menjadi parasit bagi perusahaan.

Kira-kira, demikian kesimpulan yang kutangkap secara singkat saat membaca 2-3 halaman buku yang disuguhkan Bimo tempo hari. Barangkali kesimpulanku ada kekeliruan. Sekali lagi mohon permaklumannya. Saat aku membaca buku itu jam telah menunjuk waktu sekitar 23.30an WIB dan mataku sudah agak berasa mengantuk. 😀 Karena itu, kamu boleh saja untuk berbeda pendapat dengan pengklasifikasian golongan karyawan di atas. 😀 Salam

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. Ngantuk rek…. 😐

    • @Asop: hahahahaha
      ngantuk kenapa Sop?

      krn g jelas tulisannya? 😀

  2. nice share gan 😀
    ane karyawan tipe manusia taat aja deh gan. wkwkwk
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

    • @Hajar: Karyawan apa pengusaha? hayoooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: