Jimat Arab


Jimat Penolak Bala

Beberapa waktu lalu, aku bersilaturahmi ke rumah seorang atasan di perusahaan tempatku bekerja. Ia bukan atasanku langsung. Ia tinggal di kawasan Cileduk. Namanya tidak perlu aku tuliskan disini. Sebut saja namanya Pak Fulan.

Memasuki rumah pak Fulan, mataku dikejutkan dengan kehadiran sebuah tulisan Arab berukuran kartu pos dengan lafadz yang tidak jelas, sulit terbaca. Tulisan Arab itu tak lain adalah sebuah penolak bala atau semacam jimat. “Kok masih ada yang percaya beginian ya?” kataku dalam hati.

Jimat Arab

Jimat Arab

Jimat dipasang umumnya digunakan sebagai penolak bala atau pembawa keberuntunga. Minimal pemilik jimat mempercayai jimat yang dipasangnya itu memiliki tuah tertentu yang bias membawa kebaikannya. Demikian kurasa pastinya.

Istilah jimat dalam bahasa Arab disebut dengan tamimah (penyempurna). Makna tamimah adalah setiap benda yang digantungkan di leher atau (di tempat ) selainnya untuk melindungi diri, menolak bala, dan dari bahaya apa pun.”  (Lisanul Arab 12/69).

Orang-orang Arab menyebut jimat sebagai tamimah karena mereka meyakini bahwa benda-benda tersebut dapat menyempurnakan obat dan kesembuhan. Dan setiap orang yang menggantungkan benda-benda tersebut, memiliki pandangan bahwa penjagaan dan penolakan bahaya-bahaya akan sempurna dengannya.

Di dalam ajaran Islam, jimat adalah salah satu unsur kesyirikan yang menjadi racun tauhid sehingga bias mengurangi kadar akidah seorang muslim. Jimat bisa menjadikan seorang mukmin kehilangan keimanannya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka sungguh ia telah melakukan kesyirikan.” (HR. Ahmad dan Hâkim, dishahihkan oleh Al Albânî dalam Silsilah Ahâdîts Ash-Shahîhah: 493).

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka Allah tidak akan menyempurnakan urusannya. Dan barangsiapa yang menggantungkan jimat berupa karang laut, maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya.” (HR. Ahmad dan Hâkim, beliau mengatakan hadits ini shahih dan disetujui oleh Adz-Dzahabî).

Sementara itu, para ulama berselisih pendapat tentang hukum menggunakan ayat-ayat Al Qur’an sebagai jimat. Sebagian membolehkan dan sebagian yang lain mengharamkan. Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mengharamkannya dengan alasan Keumuman larangan menggunakan jimat, dan tidak ada dalil yang mengkhususkan pembolehan ayat-ayat al Qur’an sebagai jimat. Kalaupun misalnya hal itu diperbolehkan, tentu telah dijelaskan kebolehannya oleh Rasulullah.

*Jimat di atas tidak diketahui apakah berasal dari ayat Al Quran atau hanya sekedar tulisan Arab biasa.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. kirain posting kenut juga 😀
    jimat2 kek gitu jarang saya dapati

    • @Tunsa: belum sempet nulis ttg Kenut kang 😦

  2. Wahh… ayat al Qur’annya dijadikan jimat 😦

    • @Orin: Sy tdk yakin hururf Arab itu adalah ayat Al Quran :-s

  3. di daerah tertentu masih ada tradisi begini …

    • @Personal: Iya. ironis….

  4. berkunjung malam .. ketemu jimat .. 🙂

    • @Fitry: semoga kita terhindar dr perbuatan semacam ini. amiin

  5. wah rumah teman saya banyak pasang beginian nih… di setiap jendela kamar dan pintu masuk utama rumahnya…

    • @3sna: ckckckcck
      parah amat
      smpai ke seluruh pintu dipasangin gituan

      hmmm…
      :-s

  6. rajahan itu mas ya??

    • @Mabruri: kayaknya namanya gitu …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: