Kisah Unik Uang Rupiah, Orang Indonesia, & Tanggal Muda


Uang Rp 1000

Uang Rp 1000

Kisah Unik Uang Rupiah, Orang Indonesia, & Tanggal Muda

Sobat, tahukah kamu kalau duit rupiah yang ada di saku atau dompetmu itu punya cerita menarik sekaligus unik di baliknya? Duit rupiah jenis kertas dengan nominal Rp. 1000,- yang terkecil sampai dengan nominal Rp. 100.000,- yang terbesarnya ternyata menyimpan misteri unik di balik gambar-gambar pahlawan yang menghiasinya. “Ada rahasia di balik rahasia” kalau kata Islam KTP. 😀

Kurasa kamu sudah hafal kan, gambar uang kertas rupiah satu per satu? Uang kertas Rp. 100.000,-  bergambar pasangan proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta. Kemudian uang kertas Rp. 50.000,- bergambarkan I Gusti Ngurah Rai. Sementara uang kertas Rp. 20.000,- bergambar Otto Iskandar Dinata yang sering disebut Otista. Sedangkan uang Rp. 10.000,- dan Rp. 5.000,- masing-masing bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II dan Tuanku Imam Bonjol. Nominal uang kertas kecil dipegang oleh RP. 1000,- bergambar Pattimura.

Saat tanggal muda, ciri khas pegawai Indonesia biasanya jajan-jajan. Maklum, tanggal muda pertanda dompet masih penuh terisi uang gaji hasil kerja ‘mburuh’ sebulan. 😀 Tak heran jika uang di dompet pun berisi uang Rp. 100.000,- atau Rp. 50.000,- yang masih neci berbau Bank. 🙂 Jalan-jalan kemanapun atau belanja kemana saja selalu siap dengan dompet berisi uang Rp. 100.000,- Bahkan untuk sekedar beli rokok atau nasi di warung Tegal saja tak jarang uangnya berwarna merah-merah dengan gambar Bung Karno dan Bung Hatta itu. Seolah sesuai dengan semangat proklamasi, maka sang pegawai pemilik uang itu pun juga bersemangat ‘menghamburkan’ uang. Maklum, masih tanggal muda. 😀 Warna merah cerah seolah merefleksikan semangat yang membara. 😀

Selanjutnya, ketika mulai memasuki pertengahan bulan, maka uang berwarna merah mulai jarang ditemui. Para pedagang pun merasa bersyukur karena mereka tidak lagi susah mencarikan uang kembalian. Uang di dompet para pegawai dan karyawan mulai berganti warna menjadi biru dengan gambar I Gusti Ngurah Rai. Meskipun tidak sekencang semangat patriotisme kemerdekaan, Ngurah Rai masih menyimpan spirit perjuangan perang puputan. Belanja pun sedikit banyak masih cukup kencang.

Namun saat pertengahan bulan telah berlalu dan memasuki tanggal tua, warnah biru Ngurah Rai pun meredup hingga uangnya berubah menjadi hijau bergambar Otto Iskandar Dinata atau mulai berubah warna merah darah berdarah-darah karena duit mulai menipis. Sultan Badruddin pun juga terlihat pucat apalagi dengan jenis uang kertas Rp. 10.000,- terbaru yang warnanya memang pucat pasi. Kali ini dompet mulai relatif lebih jarang keluar dari saku kantong celana. Uang seratus ribu dan lima puluh ribu sudah mulai langka pada waktu ini.

Terakhir saat waktu sudah berada di tanggal tua akhir bulan, situasi paling parah dan kritis sudah menanti. Dompet yang sebelumnya terasa lebih ringan dan tipis kini sudah terasa tebal karena hanya menyisakan lembaran-lembaran uang seribu rupiah. Dengan gambar Pattimura memegang golok terhunus (bukan golok pembunuh naga_pen :D), seolah memberi pesan kepada sang pemilik bahwa jika tanggal sudah tua atau hari memasuki akhir bulan, mari kita siapkan golok atau gobang untuk bersiap-siap ‘ngrampok’ dengan golok itu karena uang di dompet tinggal berisi uang ribuan.

Pada situasi terakhir itu, semangat Bung Karno dan Bung Hatta serta puputan Ngurah Rai sepertinya sudah habis. 😀 Demikianlah sedikit kisah rahasia di balik rahasia unik gambar uang kertas rupiah. Barangkali anda punya cerita rahasia lain? Silakan dibagi ceritanya. 😀 Salam

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

21 Tanggapan

  1. hahaha,, pinter ya mas analisanya….

    lah misalnya masih ada lembaran gopek yg gambarnya orang utan gimana mas?

    • @Mabruri: :p. kebetulan saja iseng2 kok malah dapat ide gitu.
      he3x..
      ide yg datang tanpa diduga2

  2. Bener bener… Hehe…

    • @Ikhsan: 😀 he3x 🙂

  3. nah, sekarang coba analisa uang dolar…

    • @Coekma: hahahahaha
      gw kagak th pecahan kertas uang dollar 😀 😛
      coba sampeyan saja mas

  4. hehehe tapi kayaknya habis ini bau-bau semangat 45 nich uang di dompetnya 😀

    • @Grandchief: mau gajian ya om? 😀
      jgn lupa infaqnya ya bro:D

  5. hahaha….hebat mas anlisanya, top markotop 😉

    • @Orin: terimakasih….
      salam ya bu,,,,

  6. ada-ada aja nih analisanya… hahahahaha

    Tapi tau gak, kancing patimura yang paling atas itu bentuknya smile loh. beneran deh perhatiin 😉

    • @Marchei: Tahu dong… 😀 hehehehehe
      sy pernah membaca artikel itu
      \tp blm membuktikan
      kpn2 sy buktikan 😀

  7. keren! 😀
    kalo recehan gimana? 😛

    • @Hurul Aini: Recehan kagak thu
      Versinya duitnya banyak sih..
      *Ngeles

  8. heheheh parah bgt ya,, untung aku bukan pegawai,, jadi hariannya tetap aja sama … 🙂

    • @Fitry: Hahahahaha
      pengusaha ya mas

      wah keren itu bro…

  9. berkunjung … ikut ngitungin receh di dompet akh ..

    salam

    • @PErsonal: Ada berapa duit mbak?
      Salam balik

  10. Huahahahaha! Benar juga! 😆 😆 😆

    • @Asop: husss. ketawa g boleh smpai ngakak2
      Wkwkwkwkwkwk

  11. huahahaha !! ini mah mau gajian 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: