Aneka Jenis Hantu di Jawa


Aneka Jenis Hantu di Jawa

 Dulu, sewaktu aku masih umur-umuran SD atau bahkan sebelumnya, seringkali aku ditakut-takuti dengan aneka macam jenis hantu oleh paklik dan bulik serta orang-orang dewasa di sekitarku. Di waktu itu, ditakut-takuti hantu sudah membuat bulukuduk berdiri. Namanya juga anak kecil, tak jarang melewati ruangan dan jalan gelap pun bayangannya sudah nggak-nggak. Tempat angker lah, ada hantunya lah, atau banyak jin nya lah dan seterusnya.

Obrolan anak-anak seusiaku pada saat itu pun juga tak jarang membahas tentang aneka jenis hantu itu. Anehnya, kami saat itu seolah percaya-percaya saja tanpa membanta sedikitpun. Namanya juga anak-anak. 😀

Menariknya, ketika itu banyak sekali aneka macam jenis hantu atau jin yang kukenal karena diperkenalkan orang-orang dewasa di sekitarku. Antara jenis hantu satu dengan yang lain memiliki perbedaan karakter masing-masing. Diantara jenis-jenis hantu yang kukenal itu antara lain:

  1. Memedi

    Memedi (Jawa) berasal dari kata wedi yang berarti takut. Memedi artinya secara umum adalah sesuatu yang medeni atau membuat takut. Menurut Geertz dalam bukunya Abangan, Santri, Priyayi, Dalam Masyarakat Jawa, yang saya kutip dari blog Dolanan Jadul, memedi ini hanya menakut-nakuti orang saja. Memedi tidak menyakiti. Sedangkan yang bisa menyakiti orang dikategorikan sebagai lelembut.

    Memedi dalam arti lain juga bisa diartikan dengan sesuatu yang digunakan untuk menakut-nakuti burung di sawah atau ladang. Biasanya disebut dengan memedi sawah. Ada juga mainan dari kertas ibarat wayang yang bisa menjulurkan lidah yang dijual sewaktu masih SD dulu. Mainan itu disebutnya juga memedi. Anak-anak semasa itu hampir percaya kalau memedi kertas itu bisa jalan-jalan kalau dibacakan mantra tertentu.

  2. Congculit / Pocong

    Pocong adalah hantu yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Konon katanya hantu pocong ini gentayangan karena tali pocong yang mengikat seorang jenazah lupa tidak dilepaskan atau diurai dengan sempurna. Di desaku disebut congculit karena jalannya yang meloncat-loncat atau culut culut.

  3. Wewe

    Wewe adalah jenis hantu yang sangat populer di kalangan anak-anak. Seingatku, wewe ini keluarnya mulai waktu azan Maghrib. Karena itulah dulu orangtua-orangtua seringkali menakut-nakuti anak-anaknya dengan wewe kalau waktu magrib masih juga bermain di luar rumah.

    “Cepat masuk rumah! Nanti kalau nggak cepat masuk rumah mundhak digondhol wewe.” Wewe sendiri adalah jenis hantu pohon berbentuk wanita dengan selendang di pundaknya. Sering terlihat sedang menggendong anak kecil. Hantu ini hobinya menculik anak kecil yang berkeliaran pada malam hari. Dia bisa menyamar menjadi ibu dari anak yang akan diculiknya.
    Konon, dari cerita orang-orang tua (yang lagi-lagi sekedar menakut-nakuti atau memang pernah kejadian aku tidak tahu), jika ada seorang anak yang hilang di malam hari biasanya karena diculik wewe. Katanya untuk menemukannya, warga desa harus membunyikan kentongan keras-keras sambil membawa obor dan menjelajahi tempat-tempat yang wingit, angker, dan gelap seperti pohon besar di kuburan, pohon dekat sungai, dan tempat-tempat ketinggian.

    Menurut ceritera legenda turun temurun, bunyi kentongan itu dipercayai akan membuat wewe ketakutan dan pergi dengan melepaskan anak yang diculiknya. Nantinya anak yang diculik tersebut akan diletakkan si wewe di atas pohon yang tinggi dan besar tempat wewe tersebut tinggal.
    Dari cerita-cerita dengan sumber yang tidak shohih (he3x), anak yang diculik wewe umumnya bilang habis diajak oleh ibunya berjalan-jalan ke tempat yang jauh yang tidak dikenalnya. Ia merasa sudah pulang dan tidur nyenyak di rumah padahal sebenarnya masih ada di atas cabang pohon.

  4. Genderuwo

    Genderuwo adalah jenis hantu atau bangsa jin yang berwujud manusia mirip kera bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh.

    Genderuwo senangnya berada di batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh, atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Sedangkan menurut mitosnya, pusat atau markas besar genderuwo berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatan Slogohimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri. 😀

    Dulu, aku tergolong paling takut dengan hantu jenis genderuwo ini.

  5. Banaspati

    Banaspati adalah hantu berbentuk kepala dengan rambut yang menyala bagaikan api. Dia berjalan dengan kedua tangannya yang muncul dari kepalanya. Dipercaya bahwa banaspati suka menghisap darah dari pembalut wanita yang dibuang sembarangan.Wanita yang dihisap bekas pembalutnya akan kesurupan. Hantu jenis ini tidak pernah minum darah dari makluk yang masih hidup. Tidak seperti vampir yang suka menggigit korbannya. Aku agak lupa-lupa ingat dengan ceritera banaspati ini.

    Versi lain tentang Banaspati, ia dianggap jenis hantu yang menakutkan dengan wujud raksasa. Tangan dan kaki mengarah ke udara dengan posisi kepala berada di bawah serta mulutnya yang bergoyang. Dengan lompatan yang dahsyat, Banaspati menerkam mangsanya yang kemudian dihisap darahnya. Orang yang bertemu dengan memedi ini akan sakit bahkan sampai dengan mati. Sepertinya aku lebih sreg dengan versi yang pertama. Agak lupa-lupa ingat soalnya bro.

  6. Drakula/Vampir

    Drakula kurasa sudah tahu semua khan? Ada semacam anggapan bahwa Drakula itu produk Eropa (Amerika) sedangkan vampir adalah produk China. Seseorang yang dikejar vampir bisa menghindar dengan cara menahan nafas. Di kalangan anak-anak dulu, vampir sering dianggap hantu yang lucu.

  7. Peri / Kuntilanak

    Kuntilanak adalah jenis hantu yang berwujud wanita cantik dengan rambut yang terurai sampai tanah. Baunya sangat wangi. Dan yang paling khas, kuntilanak dikenal dengan tawanya yang menakutkan gimana gitu.

  8. Gundhul Pringis

    Gundhul Pringis adalah jenis hantu berbentuk potongan kepala dengan wajah tersenyum menakutkan. Biasanya muncul di pepohonan. Ia seringkali menyamar menjadi buah kelapa.

  9. Buto

    Aku agak lupa penggambaran tentang buto. Kalau tidak salah sih buto ini jenisnya seperti genderuwo.

  10. Tuyul atau inthuk

    Tuyul adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, khususnya mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu (kepiting) di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya.

    Tuyul konon berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain.

    Di kaki gunung Lawu, ada kawasan hutan yang sering disebut sebagai pasar tuyul. Sewaktu saya naik gunung ke Lawu pun ternyata aku juga tidak menemukan ada satu ekor tuyul pun.

 

Barangkali itu saja dulu beberapa jenis hantu yang kuingat dan kukenal dulu sewaktu maish kecil. Dan hingga saat ini, seluruh hantu-hantu di atas itu kuyakini hanyalah mitos belaka. Aku tidak pernah bertemu dengan satupun jenis hantu di atas. Namun bagi kalangan tertentu, masih banyak diantara kita yang meyakini eksistensi mereka. Hmmm… Gimana dengan kamu?

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

19 Tanggapan

  1. tapi satu hal yg kuperhatikan pakaian dari hantu2 indonesia, mereka semua berpakaian sopan menutup aurat :mrgreen:

    beda sama dengan kebanyakan manusia saat ini berpakaian (aurat kelihatan dan tak punya malu) 😀

    • @Rio: wah ono benere juga Yo…
      hantu lebih tahu ttg aurat drpd manusia ya? 😀
      sip sip sip

  2. yg baru saya denger gundhul pringis mas… 😀

    • @Mabruri: hehehehehe
      pernah ketemu salah satu diantara hantu2 itu Brur?

      • alhamdulillah belum mas,,,
        kalau liat di pelem2 sih sering.. 😀

      • @Mabruri: ojo nganti.

  3. Pertanyaan saya :
    1. Mengapa wujud hantu di indonesia berbeda dgn hantu di luar? apakah karena faktor sosial dan budaya yg mempengaruhi?? hihihi
    2. sebenarnya hantu yg sering menampakkan wujud2 demikian itu apa? jin?? atau setan??

    • @nin yasmine: pertanyaan nomor pertama, biar si hantu saja yang menjawabnya 😀
      pertanyaan kedua, juga biar dijawab si hantu juga
      sy tidak tahu krn memang tdk punya pengetahuan ttg mereka dan kehidupan mereka 😀

  4. Jadi teringat masa kanak dulu, aku dan teman-teman termasuk anak nakal yang suka mencuri barang-barang di boks meteran listrik, seperti gembok dan kunci kecilnya. Seringkali, kami ketahuan, tapi karena yang diambil bukan hal penting, lantas hukumannya cuma ditakut-takuti dengan berbagai macam hantu dan fungsi-nya.

    Tapi, kami pernah benar-benar tertemu hantu, lho. Panjang ceritanya. Kalau diceritakan di sini, jangan-jangan bisa dipakai buat bikin postingan baru (dulu teman se-blog-walking-an pernah mengeluhkan jawabanku yang panjang-panjang) =D.

    Hantu yang paling aku segani itu pocong. Meski tahu dia ‘cuma’ bisa melompat-lompat, tapi, mau tidak mau, hantu yang paling dekat dengan (gambaran) kematian ya, pocong itu.

    • @Rafael: hahahahaha
      ya sudah, dibikin posting saja Fel…
      nanti biar bs dibaca

  5. ndak usah hantu-hantuan, liat orang brewokan aja anak kecil udah takut, hehehe

  6. @Coekma: hahahaha
    klo anak kecilnya saya
    g takut
    Bandel kok :p

  7. Wah Mas, kurang ilustrasi. 😦

    Ini dia, yang membuat aku ama adikku sepakat, bahwa setan2 Indonesia masih jauh lebih seram ketimbang setan2 barat. 😆

    • @Asop: kalo ilustrasi, sy susah Sop.
      soalnya sy belum pernah ketemu :p

      tp bgiku yg paling serem ya Pocongan :-s

  8. Kalau cleret gombel itu masuk kategori ini enggak Mas?

    • @Gie: setahuku mas…
      cleret gombel itu kalu ditempatku nama binatang melata mas..
      CMIIW

      dan sy sm temen2 dulu gemar berburu Cleret Gobel ini
      😀

  9. di sekitar jalan soga barat tmp kusumanegara jogja setiap malam terdengar suara alunan musik drum band,konon itu adalah peserta drum band yang di bunuh di lanud adisutjipto dan setiap malam terdengar berjalan dari prambanan,kusumanegara,godean,dan sampai di kotagede

  10. Waktu kecil aku paling takut wedhon and kendhit klewer. Kalau pocong, jangan ditanya. Kayaknya aku paling rikuh sama ini wewujudan. Hiiiii….

    • kendit tuh paan mas? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: