RUPS, Rapat Umum Pusing & Semrawut


RUPS, Rapat Umum Pusing & Semrawut

RUPS memang kependekan dari Rapat Umum Pemegang Saham. Tapi kalau bagi kami, khususnya aku lebih suka mengartikannya dengan Rapat Umum Pusing & Semrawut. Kusebut demikian karena setiap kali hendak mengadakan RUPS, khususnya RUPS Tahunan, selalu saja bikin pusing dan terkesan semrawut. Pusing dan semrawutnya itu sebenarnya pada agenda-agenda persiapannya saja. Sedangkan pada saat RUPS-nya sendiri tidak terlalu semrawut dan berjalan singkat hanya beberapa jam bahkan hanya hitungan menit.

Kesemrawutan ini mulai kurasakan saat menginjak bulan Juni 2011 lalu. Seperti RUPS-RUPS biasanya, Direksi sibuk menyiapkan data ini-itu dan seterusnya. Sudah bukan rahasia tentu saja jika para Direksi jika mendekati RUPS Laporan Tahunan akan berusaha mempercantik laporan-laporannya sedemikian rupa sehingga kinerja mereka terlihat lebih bagus. Jika kinerjanya sudah bagus akan dipercantik agar sangat bagus. Sedangkan jika kinerjanya jelek akan dipercantik agar tidak nampak buruk. Di perusahaan manapun kurasa hal seperti itu sudah biasa.

Demi mempercantik penampilan kinerja Direksi dalam pengurusan perusahaan yang mereka pimpin, yang menjadi korban tentu saja adalah karyawan perusahaan. Mereka harus bekerja pagi, siang, sore, malam bahkan tak jarang diantara mereka yang harus menginap di kantor demi memuaskan keinginan jajaran Manajemen perusahaan. Sejak awal Juni 2011 itu pula lah yang kurasakan.

Hampir setiap hari bahkan hari Sabtu yang sebenarnya libur pun yang ada di depan meja kerjaku adalah data-data terkait persiapan RUPS. Diantara data-data yang harus kupersiapkan adalah data-data laporan tahunan, data keuangan, dan data laporan-laporan lainnya selama setahun. Dari data-data tersebut, tugasku berikutnya adalah menuangkannya dalam bentuk presentasi.

Menyusun presentasi berdasar data-data tersebut di atas pada dasarnya tidak terlalu sulit. Namun yang seringkali membuat pusing dan sedikit kesal adalah berganti-gantinya data-data sumber yang menjadi dasar penyusunan presentasi yang disusun. Hanya dalam satu jam waktu normal saja terkadang perubahan bisa terjadi berkali-kali. Belum lagi jika perubahan-perubahan itu menyangkut tanda baca, salah ketik, atau sekedar pemilihan font (huruf) dll.

Namun hal yang paling membuatku sama sekali merasa sayang adalah begitu mudahnya membuang print out-print out yang dianggap salah. Seringkali, entah memang Direksi yang menginginkannya atau Manajer yang sekedar ingin memberikan pelayanan perfect kepada Direksi, para Manajer membuat draft-draft print out dengan kertas putih (bukan kertas second paper / kertas bekas). Padahal print out itu masih sekedar draft. Belum pasti akan dipakai. Namanya juga draft. Masih sangat mungkin terjadi perubahan-perubahan. Lebih parahnya, draft-draft print out itu seringkali dicetak dengan tinta warna yang bagus dan full color. Padahal sekali lagi itu masih draft. Dan sudah pasti akan ada revisi dan koreksi. Tindakan yang sama sekali kurang peduli terhadap lingkungan. Sangat disayangkan memang.

Semakin mendekati hari-H RUPS, biasanya yang terlibat dalam persiapan RUPS tidak hanya jajaran Direksi tetapi juga Dewan Komisaris. Keduanya biasanya akan saling ‘bertarung’ beradu argumentasi saat membahas laporan Direksi. Dewan Komisaris yang boleh dibilang sebagai representif dari Pemegang Saham tentu saja akan cenderung lebih mengusung kepentingan perusahaan sementara Direksi lebih mengusung misi pribadi dan karyawan perusahaan. Tetapi sebenarnya sih lebih tepat untuk misi pribadi karena yang dinilai adalah kinerja mereka.

Pada saat ‘pertarungan’ itu lah segalanya terlihat semrawut. Dalam posisiku yang diberi amanah sebagai pelaksana persiapan RUPS, harus mewajari jika setiap menit para bos-bos itu meminta dilakukan perbaikan-perbaikan dan revisi-revisi tertentu, meminta disiapkan ini itu, meminta dicarikan data ini itu, meminta dibuatkan macem-macem lah. Yang paling bikin susah dan semrawut jika masing-masing Direksi dan Dewan Komisaris tidak bisa kompak dan menunjukkan ego nya masing-masing dengan memaksakan kehendaknya agar usulan dan seleranya dimasukkan. Bagi seorang pelaksana seperti kami, hal itu sering memusingkan dan melelahkan. Itu masih lebih baik asal tidak kena damprat saja.

Begitulah beberapa gambaran di balik dapur persiapan RUPS yang selama ini kulihat dan kurasakan. Memusingkan dan serba semrawut. Tapi bagiku yang hanya seorang buruh ini, diam dan selalu siap melaksanakan apa yang diinginkan atasan akan lebih baik dan lebih aman meskipun makan hati. 😀 Apapun yang terjadi, harus selalu disyukuri. Bukan begitu mas bro?

NB: Ditulis saat kepala dipenuhi kepenatan dalam mempersiapkan RUPS dan harus menginap di kantor. Arrrrrrggghhhh. Jadi sudah pasti akan kental terasa subyektifnya.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. wah, makasih ceritanya.

    • @Alif: 😀

  2. Tuh ‘kan, udah saya duga, rapat pemegang saham. 🙂

    Nah, itu sayang banget kertasnya. 😐 sisi baliknya masih kosong kan? Masih bisa dipake itu… 😦

    • @Asop: masih lah sop. tp klo yg isinya rahasia2 perusahaan harus dihancurin 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: