Gerakan Homoseksual Dari IAIN Walisongo Semarang


Gerakan Homosexual Dari IAIN Walisongo Semarang

Homosexual, sebagaimana yaang telah saya ungkapkan dalam beberapa postingan beberapa hari terakhir ini memang sudah bukan lagi hal tabu dalam sebagian masyarakat kita. Perilaku menyimpang hubungan ketertarikan sesama jenis ini memang sudah tidak lagi menjadi penyakit kalangan-kalangan tertentu saja. Gejala penyakit homosexual sudah mulai populer dan tren merasuki kalangan remaja akhir bahkan remaja usia SMP dari kota-kota besar sampai kota kecil. Na’udzubillah.

Kejadian terakhir yang sampai di telingaku adalah terbongkarnya hubungan asmara sesama jenis yang terjadi di sebuah sekolah Islam di sebuah kota kecil di provinsi Jawa Tengah. Pacaran sesama jenis itu menimpa dua orang siswi SMP dikarenakan keduanya tinggal satu asrama. Tentu saja, kabar ini tidak hanya menampar kalangan pendidikan saja namun juga menampar pihak sekolah setempat dan para ustadz di lingkungan sekolah tersebut. Na’udzubillah.

Saya meyakini, gejala penyakit menyimpang homosexual itu cepat atau lambat akan semakin meluas dan menyebar bak cendawan di musim hujan jika kita masih menganggap hal ini (homosexual_pen) sebagai masalah biasa. Saya memprediksi demikian bukan tanpa alasan. Perilaku homosexual yang dulu bahkan dianggap sangat menjijikkan, kini telah berhasil membujuk sebagian kalangan ‘terdidik’ dari sebuah institusi Islam untuk membuat ‘fatwa’ bahwa Homosexual tidak dilarang dalam Islam.

Kalangan ‘terdidik’ yang kumaksudkan pada paragraf di atas siapa lagi jika bukan datang dari kalangan yang menyebut dirinya sebagai kalangan Islam Liberal. Adalah Siti Musdah Mulia yang terhitung sebagai tokoh pertama kali yang mengatakan, lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami (wajar) yang diciptakan oleh Allah, seperti itu diizinkan dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama. Demikian salah satu ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 27 Maret 2008. Diskusi itu diorganisir oleh LSM Arus Pelangi di Jalan Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan.

Sebelumnya pada kisaran tahun 2005, para ‘murid-murid’nya dari Institut Agama Islam Negeri (atau sekarang menjadi Universitas Islam Negeri) Walisongo Semarang-Jawa Tengah menerbitkan buku yang diberi judul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-Hak Kaum Homosexual”. Buku tersebut diterbitkan oleh Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA pada tahun 2005 yang isinya merupakan kumpulan dari artikel-artikel di Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang edisi 25, Th. XI. 2004.

Di dalam buku tersebut, diterangkan beberapa dukungan dan ajakan kepada masyarakat agar mau mengakui bahkan mendukung legalisasi perkawinan homosexual. Mereka mengajak masyarakat untuk menempuh strategi-strategi berikut ini:

  1. Mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara;
  2. Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah suatu hal normal dan fitroh, sehingga masyarakat jangan membenci mereka;
  3. Melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Nabi Luth AS) yang tidak memihak kaum homoseksual;
  4. Menyuarakan perubahan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita;

Salah seorang diantara penulis buku itu bahkan menulis, ‘pengharaman nikah sejenis adaah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut’.

Lebih kurang ajarnya, si penulis juga menuduh dan memfitnah bahwa Nabi Luth AS dengan argumentasi dugaan ‘mengira-ngira’. Penulis itu menulis, ‘karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, al Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo,’ ujarnya sok menafsirkan.

Sebagai kesimpulan, penafsiran anak IAIN tersebut, dengan bekal ilmu syariah terbatas, berani berijtihad membuat hukum baru dalam Islam dengan terang-terangan menghalalkan perkawinan homosexual. Menurutnya, karena tidak ada larangan perkawinan homoseksual dalam al Quran secara tegas, maka berarti perkawinan itu dibolehkan. Ia berpedoman pada kaidah fiqh,” ‘Adamul hukmi huwa al-hukm” (tidak adanya hukum menunjukkan hukum itu sendiri).

Kenapa tidak sekalian saja ‘santri’ IAIN Walisongo itu menyatakan bahwa perkawinan dengan Anjing dan binatang tidak dilarang? Dengan logika yang sama, Al Quran juga tidak ada keterangan ayat yang menyatakan melarang manusia menikah dengan anjing atau binatang lainnya. Apa ya demikian? >_< na’udzubillah.

Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

13 Tanggapan

  1. astaghfirullah

    ,, ditunggu kunjungan baliknya di
    http://munezchan.wordpress.com/2011/06/12/cara-mudah-mendapatkan-uang-banyak-di-internet/

    salam kenal

    • @Munandar: Sudah om sepertinya
      thanks

      salam balik

  2. Tapi tetep Mas, yang penting mereka para homoseksual (gay atau lesbian) jangan dikucilkan. Dimarahi oke lah, tapi mereka jangan dikucilkan. Nanti mereka jadi semakin biadab. 😐 Mereka itu menurut saya “sakit”, jadi harus disembuhkan. Disadarkan, bahwa tak semestinya manusia itu menyukai sesama jenis. Mereka harus dirangkul. DIcari tahu apa penyebabnya, supaya bisa disebarluaskan dan mencegah penyebaran homoseksualitas lebih lanjut. 😐

    • @Asop: Hmm,,, klo bicara konteks Indonesia sy setuju Sop.
      mereka awalnya harus diarahkan terlebih dahulu..
      tp hal seperti itu jg tidak bisa terus menerus,
      negara sebenarnya berhak mengucilkan mereka atau mengisolasi mereka shg mrk tdk mengajak org lain. tp ya itu dikembalikan kpd negara.
      klo negara mendiamkannya itu justru masalah besar
      jd intinya negara harus turun tangan dan kaki.

  3. lesbi, homo, apapun bentuk manusia sebisa mungkin kita manusiawikan,
    maaf sob, akupun harus mencuci baju tiap hari 🙂

    • @Namakuananda: lho memang kita memanusiakannya kok
      bahkan hewan pun tidak ada yg demikian.
      >_<

      ini bukan masalah suci or tidak suci bro, tp soal saling mengingatkan

  4. Liberal = bisajadi dapat menghalalkan segala perbuatan untuk mendukung agar kaum muslim semakin jauh dari agama dan tersesat, karena neraka di liputi dengan hal hal yang enak, dan kaum yang mengikuti keinginan masih pada mengikuti hal itu, dan kebanyakan manusia juga terjatuh, kecuali yang Alloh berikan rahmat kepadanya.
    Apalagi, kaum liberal menuntut ilmu agama islam di bukan tempatnya, jadi, bisalah dilihat kalau dari awal sudah tak bener

    • @Ehfazella: sebenarnya sih pd prinsipnya semua ilmu bisa diperoleh dimana saja.
      yg penting cara berfikirnya harus tetep sesuai Islam….

  5. astaghfirullaah,, bener2 dunia mendekati kiamat

    • @mabruri: iya lah. masak ya semakin menjauh 😀
      he3x

  6. Ass. Wr. Wb.
    1. Paling susah menyembuhkan orang yang sakit jika yang bersangkutan tidak menyadari dirinya dalam kondisi sakit.
    2. Lebih parah lagi jika orang sakit menganggap dirinya sakit dan ybs menganggap orang sehat sebagai orang sakit. Dunia terbalik.
    3. Perlu pendekatan persuasif untuk menumbuhkan kesadaran mereka, jangan dikucilkan.
    4. MUI perlu segera bertindak sebelum penyakit itu menyebar.
    Wss. Wr. Wb.

  7. Maaf tanggapan No. 2. ada kekliruan seharusnya:
    2. Lebih parah lagi jika orang sakit menganggap dirinya tidak sakit dan ybs menganggap orang sehat sebagai orang sakit. Dunia terbalik.
    Makasih.

  8. Tidak ada kata yang akan diucapkan terhadap pengampanye nikah sejenis selain, dia adalah minal jinnati wannas. karena itu selalulah mengucapkan a’uzubillahi minasysyaithanirrajim, qul a’uzubirrabinnas dst. Abu Fauzi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: