Sabtu Malam di Halte Pasar Senen


Sabtu Malam di Halte Pasar Senen

Sabtu malam pukul 22.04 WIB, nampak seorang lelaki berkulit sawo matang duduk di atas kursi di dalam halte Cempaka Putih menunggu bus transjakarta. Pada jarak beberapa meter tak lebih dari tiga langkah kaki orang dewasa, berdiri seorang pria berkulit cerah memandang ke arah lelaki sawo matang. Lelaki sawo matang tidak terlalu menyadari pandangan si pria.

Pukul 22.05 WIB, bus transjakarta yang ditunggu lelaki sawo matang tiba dan berhenti di depan pintu halte membuka pintu siap mengantar para penumpang ke arah tujuan. Sang lelaki sawo matang segera berdiri dan berjalan masuk menaiki bus transjakarta. Sepersekian detik di belakangnya, sang pria berkulit cerah juga masuk mengikutinya diiringi tiga orang wanita paruh baya yang juga telah lama menunggu bus transjakarta.

Pukul 22.18 WIB, bus transjakarta berhenti di halte transit Pasar Senen. Lelaki berkulit sawo matang adalah orang yang pertama kali keluar dari bus. Di belakangnya, seorang pria berkulit cerah yang juga naik dari halte Cempaka Putih sebelumnya juga ikut turun di halte transit Pasar Senen. Lelaki sawo matang berbelok ke arah kiri mencari jalan keluar dari halte bus transjakarta, sementara sang pria berkulit cerah berbelok ke arah kanan. Beberapa detik berlalu sang lelaki berkulit sawo matang berbalik arah 180 derajat karena arah yang ia tuju tidak ada pintu keluar dari halte. Kini ia berada di belakang pria berkulit cerah.

Di depan lelaki berkulit sawo matang, pria berkulit cerah terus berjalan ke arah 2 teman prianya di depannya yang sepertinya telah menunggu sebelumnya. Sambil berjalan ia berkata kepada kawannya, “Aku tadinya mau terus. Tapi sekilas tadi ngeliat kalian, aku keluar deh. Hehehe. Gimana nih malam ini? Ada kabar apa?”

Beberapa saat kemudian, pria berkulit cerah itu pun berpelukan sambil berciuman bibir singkat dengan dua orang teman pria yang telah menunggunya di halte. Ketika berpelukan dan berciuman, si lelaki sawo matang melihat adegan ‘mesum’ (mesra di tempat umum_red) itu. Secara reflek, si lelaki sawo matang langsung mual seperti hendak muntah.

***

**Dari info beberapa sumber, kawasan Pasar Senen merupakan salah satu daerah ‘endemik’ komunitas gay di Jakarta Pusat.

Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [QS Al-A’raf:80-84].

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

7 Tanggapan

  1. apakah lelaki sawo matangnya itu adalah ms Ahmad?? 😀

  2. wow saya baru tahu senen pusatnya..

    • @Gie: Bukan pusatnya sih, tp salah satu tempat mangkalnya

      • jadi dimana kamu tau tentang coretan di wc atrium tidk

  3. @Mabruri: hehehehehe.. no comment ah 😀
    He3x

  4. ngawur memang benar tapi jam opprasional busway sampai 21.00 emang ada pukul 22 yang jujur aja aku suka ceritanya

  5. hay yng di daeraglh snen idd fbku ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: