Pos Indonesia Adalah Perusahaan Tertua di Indonesia ?


Pos Indonesia Adalah Perusahaan Tertua di Indonesia ?

Tadi pagi, aku sengaja membuka website Pos Indonesia untuk ngecek kiriman surat yang dikirim oleh mas Ari (teman Kaskus). Ternyata berdasarkan keterangan pelacakan nomor resi surat (paket)nya, kiriman yang sedang kutunggu-tungggu itu memang masih dalam perjalanan (otw). Tapi bukan itu yang menjadi masalah.

Ada satu hal yang sedikit membuat aku cukup kaget membaca tampilan display atau banner yang ada di halaman depan website Pos Indonesia. Di situ jelas sekali nampak sebuah logo tulisan 265 tahun. Tulisan 265 tahun itu tentu saja merupakan bagian dari informasi bahwa Pos Indonesia hingga saat ini (tahun 2011) telah berumur 265 tahun. Artinya jika dihitung-hitung, Pos Indonesia telah lahir sejak tahun 1746, jauh sekali sebelum Indonesia menyatakan proklamasi. Wow, keren. Dengan usia yang selama itu, kurasa Pos Indonesia merupakan perusahaan tertua di Indonesia. Kira-kira benar nggak kawan? Atau barangkali kamu tahu ada perusahaan lain yang lebih tua dari Pos Indonesia?

Hasil Print Screen Website Kantor Pos

Hasil Print Screen Website Kantor Pos

Sebagai sedikit tambahan info, Pos Indonesia (atau yang lebih sering kusebut dengan kantor pos) berdiri pada tanggal 26 Agustus 1746, berdirilah Kantorpos pertama di Indonesia, tepatnya di kota Batavia. Didirikan oleh Gubernur Jendral GW Baron.

Selanjutnya setelah dipimpin oleh Gubernur Jenderal Daendels, Kanto Pos mengalami kemjuan ketika dibangun jalan raya terpanjang di Indonesia, yaitu jalan raya Anyer-Panarukan atau yang terkenal dengan sebutan jalan Pantura. Jalan itu juga dikenal dengan sebutan Jalan Groote Postweg (Jalan Raya Pos).

Selanjutnya, setelah ditemukannya telegraf dan telepon, maka Kantor Pos juga mengembangkan usahanya dalam bidang telegraf dan telepon. Pada tahun 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (disingkat dengan PTT). Layanan pos yang awalnya berpusat di Welrevender (Gambir) juga berpindah ke Dinas Pekerjaan Umum atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada tahun 1923. Sejak itulah Kantor Pos bisa dibilang berpusat di kota Bandung.

Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, Jawatan PTT dikuasai oleh militer Jepang. Sampai kemudian setelah militer Jepang menyatakan meyerah tanpa syarat kepada sekutu dalam Perang Dunia I, Angkatan Muda Posts Telegraafend Telefoon atau angkatan muda PTT (AMPTT) mengambil alih kekuasaan Jawatan PTT tersebut dan kemudian secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1945. Selanjutnya, pada hari itu diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.

Setelah berada di bawah kekuasaan pemerintah Republik Indonesia, Kantor Pos beberapa kali beralih nama dan bentuk. Pertama, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 240 Tahun 1961 status Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Kemudian selanjutnya PN Pos dan Telekomunikasi dibagi dua menjadi : PN Pos dan Giro berdasarkan Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 1965 dan PN Telekomunikasi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1965. Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 1978, status PN Pos dan Giro diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro. Dan terakhir, dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1995, Perum Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Demikianlah sekelumit kisah tentang pak Pos, eh maksudnya kantor pos yang sudah sangat tua dan melegenda. Namun sayangnya, kesuksesan Pos Indonesia sepertinya tidak secemerlang saudara mudanya, Telkom. Semoga bermanfaat.

Sumber Bacaan: Pos Indonesia.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

17 Tanggapan

  1. peninggalan Belanda brarti mas???

    • @Mabruri: bukan hanya peninggalan Belanda. tapi peninggalan VOC barangkali 😀
      Peninggalan kompeni..
      dan memang mayoritas (kalau tidak mau dikatakan semua) perusahaam BUMN di Indonesia ini adalah warisan dari Belanda di jaman baheula. 😀

      • tp ajib yah, bangunan kompeni kuat2… bisa bertahan mpe ratusan taun… 😀

  2. walah, baru tau sayanya kalau pos indonesia adalah perusahan yg sudah sedemikian tua, kalah artinya itu ayam jago yg berdiri dan ga duduk² sejak tahun sekian itu.

    bahkan seingat saya pos dulu juga termasuk yg mengawali akses internet untuk publik di indonesia, cmiiw

    pos sekarang memang banyak saingan, makanya pos tidak lagi sekedar jasa pengiriman, layanannya sudah bermacam-macam.

    • @Mhd: Wkwkwkwwkw
      LoL

      Berdiri dan tidak pernah duduk
      Ngakak abis…
      Nyonya Meneer..

      Klo yg ngawali sy tidak tahu,
      tp memang dulu kantor pos memang nyediain fasilitas warnet di jaman baheula
      entah skrg masih atau tidak…

      Saat ini duit pos yg paling banyak katanya dr wesel internasional
      Baca: WESTERN UNION.
      selain itu juga dapat dr jasa2 pembiayan jasa kredit macam adira dll itu mas…

      dr situ saja udah gede banget…
      tp ya tetep blm bs ngalahin saudara mudanya, TELKOM

      • satu layanan pos yang saya paling suka dan gunakan, yaitu kerja samanya dengan bank muamalat untuk tabungan shar-e

      • @Mhd Wahyu: Emang disana blm ada Bank Muamalat om?

  3. Meski udah tua umure tapi kaya’e kalah cepet tuch dengan internet kirim surat lewat email hanya beberapa detik klo pos aduh lama banget 😦

    • @Yuni: Tapi khan semua bs pakai email to mbak?
      dan kantorpos tuh merupakan yg pertama kali bikin warnet di Indonesia
      ngrintis…

  4. tapi seperti peran pos agak berkurang, rindu kirim surat lewat pos, bisa deg2n juga nunggu surat, hihi

    • @Adi: coba deh sekali-kali ngirim surat ke do’i pakai pos gitu.. 😀

  5. yen paling tuo, ngopo koq saiki paketan luwih penak tiki utowo jne

    • @Zakiniku: Coba yen kw ngirim nang Kalimantan, Jayapura, Luar Negeri dll.

  6. Pos Indonesia mendapat award : Pelayanan publik terbaik.

    Top markotop, aku kangen stempel jedhog’e 🙂

    • @Namakuananda: Ah yg bener? dimana tuh? siapa yg ngasih tuh om?

  7. wahh…. terimakasih atas penjelasannya..lengkap banget. 🙂

    • @Erwin: Singkat itu mas…
      lbh detailnya di wikipedia atau di web nya langsung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: