Truk Dilarang Masuk Jalan Tol Kota Jakarta, Setuju?


Sumber Gambar Klik Sajaq

Sumber Gambar Klik Saja

Truk Dilarang Masuk Jalan Tol Kota Jakarta, Setuju?

Pemerintah DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mulai tanggal 10 Mei 2011 terhitung pukul 05.00 WIB, mengadakan ujicoba pemberlakuan larangan masuk jalan tol dalam kota bagi kendaraan angkutan berat atau truk hingga 10 Juni 2011 (sumber silakan baca di media-media sudah banyak. :D). Gimana pendapatmu kawan?

Pelarangan angkutan berat (truk dll) memasuki jalan tol kota berlaku dari pukul 05.00-22.00 WIB. Kebijakan tersebut hanya berlaku bagi angkutan berat yang memiliki berat beban di atas 5500 kilogram atau yang bersumbu dua. Alasan pelarangan angkutan berat memasuki tol dalam kota dikarenakan agar mengurangi kemacetan di dalam jalan tol.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Royke Lumowa, mengatakan bahwa pemberlakuan uji coba pengalihan arus angkutan berat ini berkaca dari kesuksesan pelaksanaan KTT ASEAN, dimana dengan dilakukan pengalihan angkutan berat yang dilakukan 5-9 Mei 2011 ternyata bisa meningkatkan kecepatan kendaraan rata-rata 19,24 kilometer per jam.

Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono beralasan, aturan lalu lintas tentang kecepatan lalu lintas minimal 60 kilometer per jam saat melaju di jalan tol. Namun berdasarkan pemantauan di lapangan, mayoritas kendaraan berat melaju di bawah batas aturan sehingga membuat kemacetan di jalan tol.

Sementara itu, menanggapi kebijakan tersebut, Organisasi Pengusaha Angkutan Berat (Organda) DKI Jakarta akan melakukan mogok masal pada 27 Mei 2011. Ketua Organda DKI Jakarta, Soedirman, mengatakan aksi akan diikuti 16 ribu kendaraan berat dan 32 ribu awak kendaraan. Aksi itu dikarenakan jajaran Organda merugi Rp 12 miliar per hari gara-gara kebijakan tersebut.

Dikarenakan kebijakan tersebut, kemacetan berpindah ke jalan-jalan alternatif seperti di Jalan Raya Serpong. Di satu sisi, jalan-jalan alternatif tersebut rata-rata belum layak dilalui truk sehingga akan cepat merusak jalan. Oleh warga Serpong – Tangerang Selatan, kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap sangat merugikan.

“Kok enak bener, Gubernur DKI Jakarta bilang warga Jakarta senang dengan kebijakan pelarangan truk masuk tol dalam kota? Apakah Pak Gubernur DKI tidak memikirkan dampaknya bagi warga Tangerang Selatan? Ribuan truk masuk jalan permukiman di BSD dan Jalan Raya Serpong. Ini tidak memecahkan masalah, tetapi menimbulkan masalah baru di daerah ini,” kata salah seorang warga.

Gimana menurutmu kawan? Kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu menurutmu tepat tidak? Kalau aku sambil santai sering bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya yang membuat macet Jakarta itu kendaraan pribadi (baik motor maupun mobil) atau truk sih? Dulu gubernur lama pernah bilang biang kemacetan disebabkan oleh bemo dan becak sehingga keduanya dibumihanguskan. Namun nyatanya Jakarta masih macet. Di waktu aku masih kecil, Jakarta macet dikarenakan Si Komo lewat, sekarang si Komo sudah tidak ada Jakarta masih saja macet. Huft. Au ah gelap. 😀

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

21 Tanggapan

  1. fuhh,,, ga bisa komen ah mas,,,, 😀
    apa karep mereka aja lah… 😀

    • @Mabruri: jiah…
      gitu ya?
      brani ngikut nih>

  2. kalau memang lebih lancar tanpa truk di tol ya bagus mas..
    tapi truknya lewat mana ya?

    • @Gie: nah itu dia pertanyaannya?

  3. waaah, kalau sekedar memindahkan masalah ke daerah lain sih, itu namanya solusi sepihak. kasihanlah jadinya daerah yang kena dampaknya. tadinya saya pikir memang ada jalur alternatif yang tak menimbulkan masalah besar lainnya.

    tak taulah jadi, pening juga, mungkin para ahli yang ngurusi jalur transportasi, tata ruang, dan ekonomi duduk bersama untuk hal ini. entahlah siapa, pokoknya mereka yg ahli² dan terkait 😐

    • @Mhd Wahyu: memang kudu duduk bareng
      g bisa bikin aturan secara sepihak gitu…
      jadinya pasti kacau

  4. kasian juga si sopir, bayaran ndak seberapa masalah tambah merajalela…

    • @Coekma: Iya. belum lg resikonya

  5. hmph…
    Kalau truknya bawa sayur/buah yg gampang busuk, dan disuruh lewat jalur yg macet, bagaimana ya… 😦

    • @Agung: Nah itu juga pertanyaan yg belum djawab…sevcara tunttas

  6. saya tidak setuju kemacetan di oper ke daerah tangerang… sorry i live at ciputat tangerang 👿

    • @R10: Curcol niyeeeee

  7. Saya sangat merasakan manfaat kebijakan tsb, untuk kesuatu tempat di jakarta lebih pasti.
    Sudah ditentukan truk hanya jalan di malam hari, jangan dipaksakan jalan siang hari….
    Selama ini, kalaupun diizinkan siang, berapa banyak bahan bakar yang dihabiskan truk2 tsb, krn macet, waktu utk smpai ke tujuan tdk pasti.
    Harusnya dampak ke Tangsel tidak terjadi, klo truk tidk memaksakan diri jalan di siang hari.

    • @Papua: masalahnya gini bro…
      90 persen barang di darat saat ini diangkut oleh truk untuk kepentingan supply kbutuhan macem2.
      Nah Indonesia itu dg Malay dan Filipina sudah kalah dlm hal distribusi krn infrstruktur di Jawa saja tidak bagus. Sudah tdk bagus infrstrukturnya ini masih saja dibatasin… Ckckckckck.
      Oke, kalau truk hanya untuk malam, dan nantinya daerah2 lain mencontohnya lalu akan butuh berapa hari nganter barang dr kota2 di Jateng-Jabar ke Jkt yg mrp pusatnya atau sebaliknya. yg sekarang saja bisa berhari2 apalagi masih dibatasi…… Sopir janganlah dipaksa harus malam hari….. kasian mereka…

      dan ingat lagi bhw sumber kemacetan hakikatnya adalah Kendaraan Pribadi. Umumnya mereka tdk patuh aturan. Terlalu banyak contohnya. Dan subsidi BBM thd kendaraan pribdai oleh negara makin membebani negara ini. Jd, solusinya truk atau kendaraan pribadi???

  8. Ah ini sih susah. Jakarta melarang truk lewat tapi dialihkan ke wilayah lain. Masalah terjadi karena wilayah lain juga egois, ga mau repot. Jadinya saling larang deh.
    Jangan heran angkutan truk mau mogok. 😦

    • @Asop: memang kudu duduk bersama semua
      Daerah (dlam hal ini JAKARTA) tidak bisa main semaunya sendiri bikin kebijakan sekehendak hatinya gitu…

  9. berat sama di pikul ringan sama di jinjing.

    kita lihat saja nanti, apakah jurus mabuk ini memang lebih sakti

    • @Namakuananda: Klopun berhasil, pasti ada yg dirugikan…..

      namanya juga mabuk;;;;

  10. Saya sih gak tinggal di JKT, kalau memang dilarang pemerintah setempat untuk truk masuk tol, saya gak bisa komen apa2, hehehe….

    • @Obinhut: Yaaaa… nyerah ni.. ? 😀

  11. wah telat baca nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: