Oh, Putri Malu


Putri Malu (Sumber Gambar silakan klik pada gambar)

Putri Malu (Sumber Gambar silakan klik pada gambar)

Oh, Putri Malu

Oh putri, oh putri malu

mengapa daunmu tunduk apabila tersentuh olehku?

daun mu, daun mu membuat daku

daku kagum dan terpesona wahai putri malu….

apabila angin bertiup membelai dikau

daunmu menari dengan riang gembira

apabila angin bertiup membelai dikau

daunmu menari dengan riang gembira

riang gembira, riang gembira…..

Dua bait syair di atas adalah bagian dari lirik lagu berjudul Putri Malu yang digubah dan diaransemen ulang kemudian dinyanyikan ulang oleh sebuah grup band Punk Rock bernama Nothing Special asal kota Solo. Lagu Putri Malu sendiri awalnya merupakan lagu yang populer di kalangan anak-anak di tahun 1960an. Di tahun 1960an, lagu Putri Malu dinyanyikan oleh Trio Bintang dalam irama musik pop ala Koes Plus. Selanjutnya oleh Nothing Special, lagu Putri diaransemen ulang dan diubah sedikit liriknya sehingga menjadi syair lagu di atas.

Perubahan lirik antara lain adalah pada kata “apabila” yang diubah dari kata “di kala”, “bertiup” diubah dari “meniup”, “dikau” diubah dari kata “dia”, “daunmu” diubah dari kata “daunnya”, “dengan” diubah dari kata “lincah”.

Ngobrolin tentang Putri Malu, memang tumbuhan satu ini unik. Di masa kecil dulu di sekitar rumah bertumbuhan banyak sekali tumbuhan Putri Malu. Putri malu kukatakan unik karena daunnya yang bisa mengatup malu jika disentuh. Namun kadangkala, tumbuhan unik ini juga sering menjadi tumbuhan yang mengesalkan saat tanpa sengaja durinya mengenai telapak kakiku.

Tumbuhan putri malu atau yang dikenal dengan nama latin mimosa pudica merupakan jenis tumbuhan perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.

Tumbuhan unik ini ternyata memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut. Di Filipina tumbuhan ini disebut dengan makahiya (berarti “malu”), di Hindia disebut mori vivi, di Sinhala disebut dengan nidikumba (berarti “tidur”), di Tonga disebut mate-loi (berarti “pura-pura mati”). Namanya dalam bahasa Cina berarti “rumput pemalu”. Kata pudica dalam bahasa Latin sendiri juga berarti “malu” atau “menciut”.

Menurut Wikipedia, gerak menutup dari Putri Malu itu disebut dengan gerak seismonasti, yang dipengaruhi oleh rangsang sentuhan (tigmonasti). Putri malu melakukan gerak tersebut untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Gitu katanya.

Duhai Putri malu, daku kagum dan terpesona padamu…. :”> LoL.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

26 Tanggapan

  1. waktu kecil, saya suka banget menyentuh daun si putri malu… 😳

    • @Agung: Ternyata aq tak sendirian. 😀

  2. jan joss tenan ki lagune Putri Malu mas, khas nge-Punk, enerjik 🙂

    *btw, request Jagal Pabu mas, hehe… jadi :malu:

    • @Namakuananda: Jagal Prabu ki opo meneh kui..
      iki ki kebetulan wae..
      mbiyen ngertiku salah satu personil-e soale temen kuliahku

  3. bearti putri malu , merasa malu kalau mau dimakan sama kambing (binatang herbivora) 😀

    • @R10: hahahahahahaha bisa2nya i lho
      bukan malu itu mah, tapi takut..

  4. Anak saya seneng banged sama putri malu itu. Kalau kami lagi main di lapangan, dia bisa menghabiskan sebagian besar waktunya hunting putri malu untuk disentuh dan dibuat menutup 😀

    • @Bukan Detik: hahahahaha. namanya juga anak2 pak..

  5. Putri-putri di zaman sekarang udah gak punya malu..hehe

    • @Kamal: mereka haruse belajar dari Putri Malu ya Wan? 😀

  6. Hebat ya Kuasa Allah. Menjadikan daun saja bisa melindungi diri sendii dari mangsanya. Dua bulan lalu Ida berniat menulis tentang tumbuhan ini, ketika pergi ke sawah, berjumpa dengannya. Dan ternyata, Ida mendapati diri sendiri, masih suka memainkan daun satu itu :), berasa kecil lagi 😀

    • @Ida: Maha Hebat malah. mana tulisannya?

  7. heheu.. iya, ingat masa kecil dulu… suka ngejahilin si putri…

    • @Rave: Putri yg mana nih? 😀

  8. setiap melihat sang putri
    aku tergoda untuk mencoleknya
    masihkah ia pemalu kini?

    sedj

    • @Sedjatee: Masih lah bang….
      dr dulu ia selalu sesuai denga SOP Allah.
      selalu malu jika disentuh

  9. Tuhan memang begitu lengkap menciptakan alam ini. Setiap makhluknya diberi kelebihan dan kekurangan dalam melindungi dirinya.
    Saya suka sekali sama Putri Malu ini. Gemes gitu, dikit2 saya colek :D.

    • @Zee: lagi2 sy tidak sendirian ternyata…..

  10. saya dulu senang sekali bermain2 dengan putri malu.. tapi yang ditakutin kalau kena durinya… 😀

    salaam

    • @Mabruri: Sama Wan…
      yg bikin emosi kalau pas kena durinya….

      salam balik

  11. memang hanya putri yang pemalu ya, putra yang pemalu juga ada lho.. 🙂

    • @Gie: Siapa? LAura? atau sampeyan bang?

  12. hehehe… sama donk aku juga sering godain putri malu wkt kecil… btw kamu orang pertanian ya? koq sampai detail banget nulis klasifikasi tumbuhan putri malu 🙂

    • @Yuni: bukan. khan udah bc profil sy di Who Am I khan? >.<

      khan nyari informasi juga dr beberapa sumber lain, diantaranya yg kusebut di atas adalah Wikipedia

    • tapi kayaknya juga g detail2 banget ah.. :-s

  13. saya sangat suka lagunya, sampai sekarang saya masih suka dengerin lagunya,, apalagi sambil baca novel Lupus, uh asik banget, bai’de’we kalo di kaset tape saya yg nyanyiin seorang cewe , itu siapa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: