Rumah Sang Bujangan


Rumah Sang Bujangan

Beberapa waktu lalu, aku main ke rumah salah seorang sahabtku. Namanya sebut saja Sutrisno (bukan nama sebenarnya). Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan operator telekomunikasi di kota Solo. Sejak kuliah S-1, dia sudah tinggal sendiri terpisah rumah dari orang tuanya. Setelah lulus kuliah, ia sempat diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Namun kemudian dia memilih resign dan kemudian bekerja di Solo sambil kuliah Magister Manajemen di sebuah universitas negeri ternama di kota Solo.

Dulu di waktu aku masih kuliah, aku sering sekali main ke rumah dia bersama kawan-kawan dan sobat-sobatku juga. Bahkan tak jarang aku sering menginap di rumahnya untuk nonton film bareng, main game bareng, atau sekedar ngobrol-ngobrol bareng. Seingatku, dulu di masa itu keadaan rumahnya tidak seberantakan banget seperti saat terakhir aku main ke rumahnya kemarin.

Setelah cukup lama tak main ke rumah bersejarah itu, aku hanya bisa geleng-geleng saja. “Inilah tempat tinggal seorang lelaki bujang sejati,” ucapku padanya. Berantakan seperti kapal pecah dan terkesan ditata seadanya adalah cirinya. Di meja makannya dipenuhi aneka barang entah dipakai atau tidak. Jemuran pakaian pun bergelantungan dimana-mana. Tapi khusus di kamarnya, agak sedikit rapi. Kamarnya ditata sedemikian rupa diisi dengan gadget-gadget hingga mirip laboratorium IT.

Aku sempat memotret beberapa sudut kamar dan rumahnya. Inilah kamar kawanku sang bujangan itu.

Sandal berantakan tak tertata

Sandal berantakan tak tertata

Meja makan penuh barang

Meja makan penuh barang

Kamar diisi komputer, printer, speaker

Kamar diisi komputer, printer, speaker

Aneka tagihan laundry ditempel di tembok seadanya

Aneka tagihan laundry ditempel di tembok seadanya

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. oooowgh…benar2 “Lelaki Bujangan Sejati”….wkwkwk
    wah,,butuh “Ratu Rumah Tangga” tuh biar smw keliatan lebih indah…hehehe

    *butuh berapa hari ya beresinnya….?!?!?!ckckckck

    • @Fitroh: EMang og…
      mbuh kuwi meh kapan

  2. Sepertinya butuh sentuhan wanita karnea kehadiran wanita bisa membuat suasana rumah jadi berbeda.
    Sendal/sepatunya banyak banget ya.

    • @Ann: Tepat sekali..
      nanti akan kusampaikan atau biar dia lihat baca komentar ini saja 😀

      sandal banyak padahal penghuni rumah hanya 3 org.
      tahu tuh
      mau jd Imelda Marcos kali
      hehehehe

  3. Waaaaaah saya pun ingin punya rumah sendiri… 😥
    Jika ada uang dan bisa memilih, saya pengen beli rumah dari sekarang, sekalian untuk nanti kalo udah nikah. 😀

    • @Asop: So Do I Sop….
      wew… dr sekarang?
      usahanya gimana Sop? :-s

      :-bd

  4. jiah, itu rumah, asoy banget.

    • @Isnuansa: Asoy banget apanya gimana mbak Is ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: