Belajar Faraidh #2


Belajar Faraidh #2

Kasus Pembagian Warisan 2

Sabda Rasulullah SAW :“Pelajarilah ilmu faraidh (ilmu tentang warisan), karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah ilmu yang akan pertama kali dicabut dari umatku”(HR. Ibnu Majah, al-Hakim, dan Baihaqi).

Pada artikel ini, aku tidak terlalu membahas masalah ilmu faraidh secara teoretis yang mungkin akan lebih rumit. Artikel ini lebih membahas pada tataran praktis dan teknis berdasarkan studi kasus tertentu yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan cara pembagian harta warisan secara islami yang diajukan oleh seseorang.

Sebagai pembelajaran kedua, ada sebuah kasus sebagai berikut:

Seorang lelaki, sebutlah namanya Amir. Pada suatu kesemptan, Amir menikah dengan Fatimah. Namun sayangnya, keduanya bercerai dengan meninggalkan 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Ketika Amir meninggal dunia, Fatimah masih hidup bersama anak-anaknya. Ketika bercerai, anak-anak Amir dari Fatimah telah diberikan harta hibah berwujud rumah.

Di lain sisi, setelah Amir bercerai dengan Fatimah, ia menikahi seorang perempuan bernama Sabrina. Pernikahannya dengan Sabrina ini meninggalkan 5 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Amir juga sempat mewasiatkan agar harta-hartanya itu diberikan kepada anaknya dari perkawinan dengan Sabrina sebesar sekian persen.

Saat Amir meninggal dunia, orangtuanya juga telah tiada.Dengan demikian, maka Amir meninggalkan beberapa Ahli Waris (AW) ketika meninggal dunia. AW-nya yaitu: Sabrina (istri), 5 anak laki-laki dari Sabrina, 4 anak perempuan dari Sabrina, 2 anak laki-laki dari Fatimah, dan 2 anak perempuan dari Fatimah. Lalu, berapa jatah bagian masing-masing AW-nya?

Diketahui:

Dengan demikian, pada kasus di atas ada seorang Pewaris yang memiliki jumlah total Ahli Waris sebanyak 14 (empat belas) orang, yaitu:

  1. 1 orang Istri
  2. 7 anak laki-laki kandung
  3. 6 anak perempuan kandung

Jatah Bagian

1. Istri memperoleh jatah bagian 1/8 Harta Warisan (HW) karena memiliki anak.

Dasarnya: “...Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah di penuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang utangmu….” (QS. An Nisa’ Ayat 12).

2. Anak-anak kandung Pewaris baik dari Fatimah maupun Sabrina berhak memperoleh sisa 7/8 nya. Karena anak kandung Pewaris terdiri dari laki-laki dan perempuan, maka berlaku pula kaidah bahwa “laki-laki memperoleh jatah dua bagian dari wanita”.

Seluruh anak-anak Fatimah sebanyak 2 laki-laki dan 2 perempuan tetap berhak memperoleh HW dari Amir, meski mereka pernah memperoleh harta hibah dari Amir. Fatimah tidak memperoleh harta warisan karena statusnya adalah mantan istri Amir. Sedangkan anak-anak Amir dari rahim Fatimah tetap berhak memperoleh harta warisan Amir karena perceraian hanya memutus hubungan antara suami istri saja. Sedangkan hubungan dengan anaknya tetap tidak berubah. Tidak ada istilah mantan anak.

Cara Penghitungan

Cara menghitungnya, harta peninggalan pewaris setelah dikurangi dengan hutang dan biaya penguburannya serta hal-hal lainnya yang menjadi kewajiban si pewaris, diserahkan sebanyak 1/8 bagian terlebih dahulu kepada istri pewaris yang ditinggalkan.

Di dalam kasus ini, wasiat Amir (Pewaris) yang isinya mewasiatkan sebagian harta peninggalannya untuk ditujukan kepada para anak-anaknya tidak berlaku (batal demi hukum). Di dalam hadis shohih, Rasulullah bersabda bahwa Ahli Waris tidak boleh menerima wasiat. Ahli waris hanya boleh menerima harta atas bagian warisan yang sudah ditetapkan saja.

Tidak ada wasiat bagi ahli waris,” (HR. Bukhori).

Dari Ibnu Abbas ra berkata; dulu harta (warisan) itu semuanya untuk anak, dan orang tua mendapatkan sesuai wasiat, kemudian Allah menghapus hal itu sesuai yang dikehendakiNya, maka menjadikan untuk anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan, dan menjadikan untuk kedua orang tua; setiap mereka mendapat seper enam, dan menjadikan untuk istri seperdelapan dan seper empat, dan untuk suami setengah dan seper empat (HR. Bukhari).

Selanjutnya, dalam kasus ini disarankan terlebih dahulu agar pihak Sabrina dan seluruh anak-anaknya melakukan lobi (berdamai) dengan keluarga Fatimah khususnya anak-anaknya. Maksud berdamai disini adalah Sabrina berusaha melobi agar anak-anak Amir dari Fatimah dimohon serta dibujuk untuk mengundurkan diri dari proses pembagian harta warisan Amir ini dengan alasan karena dahulunya sudah memperoleh harta hibah saat Amir masih hidup. Lobi ini dilakukan hendaknya dengan baik dan lembut. Bukan dengan paksaan.

Jika lobi ini berhasil, maka otomatis anak-anak Fatimah sudah tidak perlu dihitung lagi dalam penghitungan pembagian harta waris Amir. Namun jika ternyata mereka menolak berdamai, mau tidak mau demi tegaknya hukum syariat, mereka harus tetap memperoleh bagian harta warisan.

Dengan asumsi mereka menolak berdamai, maka cara menghitung bagian warisan masing-masing Ahli Warisnya adalah memberikan jatah dulu kepada istri yang ditinggalkan, yaitu Sabrina. Sabrina berhak bagian sebesar 1/8 karena ada anak. Jika tak ada anak, ia berhak ¼.

Untuk lebih memudahkan, kita asumsikan misalnya si Pewaris memiliki harta warisan sebesar Rp. 48 juta (harta ini setelah dipotong hutang dan pengurusan jenazah Amir). Maka Sabrina berhak atas harta sebesar 1/8 x Rp. 48 juta = Rp. 6 juta. Sehingga dengan demikian, masih ada sisa harta warisan Amir sebesar Rp. 42 juta yang akan dibagi untuk seluruh anak-anaknya, baik dari Sabrina maupun dari Fatimah.

Total seluruh anak-anaknya adalah 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Cara menghitungnya, dibuat saja nilai pembanding untuk 7 anak laki-laki, yaitu 14 karena laki-laki 2x bagian perempuan. Sementara nilai pembanding perempuan adalah 6. Dengan demikian, total nilai pembanding adalah 20.

Sehingga, jatah 7 anak laki-laki adalah {14 : (total nilai pembanding)} x Harta Warisa (sisa) = 14/20 x Rp. 42 juta = Rp. 29.400.000,-

Sedangkan jatah untuk 6 anak perempuan adalah {6 : (total nilai pembanding)} x Harta Warisa (sisa) = 6/20 x Rp. 42 juta = Rp. 12.600.000,-

Sehingga dengan demikian, masing anak-anak laki berhak harta sebesar Rp. 4.200.000, sedangkan masing-masing anak perempuan sebesar Rp. 2.100.000,-

Kesimpulan

Kesimpulannya, masing-masing Ahli Waris memperoleh harta warisan sebesar sebagai berikut:

  • 1 orang Istri Rp. 6 juta
  • 7 anak laki-laki kandung Rp. 29,4 juta @Rp. 4,2 juta
  • 6 anak perempuan kandung Rp. 12,6 juta @ Rp. 2,1 juta

Penutup

Akhir kata, aku mengharapkan semoga artikel ini sedikit sebanyak menambah minat kita untuk mempelajari ilmu ini (Faraidh) dengan bersungguh-sungguh sehingga menjadi seorang yang ‘alim dalam bidang mawaris dan seterusnya mengajarinya kepada masyarakat secara umum serta mengajari secara khusus kepada mereka yang menunjukkan minat untuk mempelajari ilmu ini agar ilmu ini terus kekal hingga kiamat tiba.

Catatan: Artikel ini ditulis berdasarkan hasil kajian Program Mawarits yang disiarkan oleh Radio Dakwah Syariah (RDS) Solo bersama Ust. Nur Hadi setiap hari Kamis pukul 10.30 WIB yang bisa diakses dan didengarkan di seluruh dunia melalui RDS Streaming. Kiranya ada kekeliruan dan kesalahan, mohon kiranya dapat memberikan koreksi. Syukran. Jazakumullah khairan katsira.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. nice..
    ini lanjutannya yang lalu ya? 🙂
    belajar mendalami ilmu membagi dengan ‘adil’ dan ‘rata’
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

    • @Hajarabis: Yup…
      tp sebenarnya bukan lanjutan sih
      tetapi kasus kedua..

  2. wih ternyata warisan itu ada ilmunya juga toh, baru tau nih 😀

    • @Rahad: JIah.. masak br tahu Wan??
      ada lah…
      bahkan disebut oleh Nabi sbg 1/2 ilmu…

  3. selengkap ny sebenar nya ada di dalam AL-QUR’AN tentang pembagian warisan dan di jelaskan lebih detail lg di sunnah2 RASUL SAW..

    saya share game yg bgs nih…

    join di hon idgs
    join di aion idgs
    join di o2jam idgs
    join di gta idgs
    forum khusus gamers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: