Persaingan ala Bocah


Gambaran masa kecil di Langgar

Gambaran masa kecil di Langgar

Persaingan ala Bocah

Di masa kecil dulu, aku yakin diantara kita seringkali terlibat persaingan-persaingan yang ‘bodoh’ dengan kawan sepermainan. Egoisme kita benar-benar sangat nampak sekali di masa itu. Kita sering merasa tidak mau kalah dari orang lain baik dari kawan sebaya maupun saudara sendiri. Contoh mudahnya, kita sering ogah mengalah kepada adik atau kakak kita sendiri atas suatu hal. Bila itu makanan, maka kita berusaha tidak mau menyerahkan sedikit pun apa yang menjadi hak kita itu kepada kakak atau adik kita.

Contoh lain keegoisan masa kecil juga nampak dalam dialog-dialog persaingan diantara kita di masa kecil dulu. Misalnya, pernah salah seorang diantara kawan kecilku memancing pertanyaan seperti berikut:

“Superman dengan Batman kuatan mana?”

Menjawab lontaran pertanyaan itu, ada sebagian kawanku yang menjawab Superman dan ada pula yang menjawab Batman. Namun kawanku yang melontarkan pertanyaan justru malah menjawab “ah, menang aku, tinggal matiin televisinya SUperman dan Batman udah mati,” jawabnya dengan penuh senyum mengejek.

Biasanya, kawanku lainnya yang tidak terima akan membalas dengan jawaban, “Ah, menang bapakku dong.”

Satunya lagi ada yang menjawab, “Ah, masih kuat pak lurah.” Kemudian ada lagi yang membantah, “Masih menang pak Harto (Presiden RI ke-2 yang dulu dianggap oleh anak-anak di kampungku sebagai orang paling kuat). Dan biasanya dialog akan berakhir dengan jawaban, “Yang paling menang ya pasti Allah lah….,” kataku. Dan semuanya pun hening tak ada yang membantah lagi. He3x.

Ada lagi dialog lucu yang gak masuk akal dan terdengar lucu jika mengingatnya.

Aku: “Kamu lahir tahun berapa?”

Kawan: “1984.”

Aku: “Jadi umurmu sekarang 7 tahun ya?”

Kawan: “Iya. kamu berapa?”

Aku: “Aku 5 tahun.”

Kawan: “Jiah, masih kalah sama aku. Banyakan aku.”

Aku: “Ntar ya, kalau aku sudah gedhe, bakal aku susulin. Kalau perlu kusalib umurmu.”

Kawan: “Ow… gak bisa. Aku akan lari lebih cepet agar ndak tersusul kamu.”

dst…..

Jika mengingat dialog itu, rasa-rasanya ‘bego’ banget ya waktu itu. Hahahahaha. Mana bisa nyusulin umur coba. Dan ternyata semua itu hanya karena faktor tidak mau mengalah saja dari kawan sebaya dan orang lain. Persaingat yang ‘bodoh’ di masa kecil. Hehehe.

Kalau sekarang, aku berdoa semoga aku terhindar dari persaingan-persaingan ‘bodoh’ yang tidak penting seperti itu. Persaingan-persaingan keduniawiyahan buta yang tidak pernah habis dan semakin menjauhkan diri dari alam akhirat.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

3 Tanggapan

  1. Dan kalau diobrolin sama teman-teman kecil dulu, hal ini sungguh menggelikan sekaligus memalukan..

  2. ya itu ga perlu di hindarkan cuma jgn smp bahas2 yg seperti itu jd merusak semua nya..

    saya share yg game yg bgs nih..

    join di hon idgs
    join di aion idgs
    join di o2jam idgs
    join di gta idgs
    forum khusus gamers

  3. @Gie: menggelikan sekaigus konyol…
    tapi ya namanya juga anak2.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: