Save Our Earth !


Beautiful Panorama

Beautiful Panorama

Save Our Earth !

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semua enggan memikulnya dan merasa berat daripadanya dan manusia memikulnya. Sesungguhnya adalah dia zalim lagi bodoh.” (QS.33: 72).

Telah lazim dan umum kita ketahui bersama bahwa salah satu tugas manusia yang utama ketika pertama kali Adam AS diciptakan dan kemudian diturunkan ke bumi ini adalah untuk menjadi khalifah di bumi (kholifatul ard). Keputusan Allah SWT yang sebelumnya ditentang oleh Malaikat (pada akhirnya menyetujui) dan Iblis (menentang sampai hari kiamat) itu juga menjadi warisan tugas seluruh anak Adam AS.

Keistimewaan itu merupakan amanat Allah yang memunculkan sejumlah tanggung-jawab bagi manusia. Akan tetapi, banyak diantara kita yang menyelewengkan amanat ini. Hal ini membuahkan perluasan kezaliman dan kebuasan perilaku manusia yang telah dihitung sebagai suatu perbuatan zalim dan bodoh.

Sekarang, kita bisa melihat eksistensi lingkungan di sekitar kita makin terancam. Fungsi lingkungan yang bersifat jangka panjang guna menyangga kehidupan telah dirusak oleh keinginan mendapatkan keuntungan jangka pendek. Bumi pun tak bisa menolak untuk dieksploitasi hingga tak terkendali.

Apakah akan kita biarkan demikian terus menerus ulah kita tersebut sampai Bumi ini hancur dengan sendirinya? Atau kita biarkan saja bumi terus dieksploitasi sampai Allah SWT mendatangkan peringatan-peringatan-Nya kepada seluruh umat manusia?

Tentu saja tidak khan? Maka dari itu, mari kita pegang kembali amanat agung dari Allah SWT tersebut agar bumi kita kembali sehat. Lalu bagaimana cara kita menegakkan amanat Allah SWT tersebut?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989, 26), amanat diartikan dengan pesan atau perintah (dari atas). Sementara Al-Aufi yang meriwayatkan perkataan dari Ibnu Abbas RA, menyatakan bahwa “Yang dimaksud amanat ialah ketaatan.” Senada dengan Ibnu Abbas RA, Imam Mujahid, Said bin Jubair, Adh-Dhahak, Hasan Bashri, dan ulama lainnya yang masih banyak lagi mengatakan bahwa amanat berarti kewajiban-kewajiban (dari Allah SWT).

Dikarenakan telah jelas sekali bahwa amanat itu adalah sebuah perintah pada ketaatan dan kewajiban terhadap Allah, maka cara menjaga bumi ini agar tidak rusak adalah dengan mentaati perintah Allah SWT dan menegakkan seluruh aturan-aturan-Nya dalam mengelola bumi ini. Hal ini secara tersirat dapat dibaca dalam Al Quran, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(QS Ar-Ruum [30]:41).

Agar Allah SWT tidak murka, maka kita harus selalu menjalankan perintah-Nya, termasuk menjaga alam ini. Karena dalam banyak ayat, Allah SWT telah menganjurkan agar kita betul-betul memanfaatkan alam ini dengan sebaik-baiknya, menggunakannya untuk kemaslahatan seluruh makhluk hidup, serta tidak membuat kerusakan terhadapnya. Dalam surat Al-A’raf [7] ayat 56 dan 85 yang artinya, “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakannya dengan baik”.

Aku pun teringat kalimat seorang Syaikh yang menyatakan, “Negara ini adalah amanah dari Allah SWT. Kita diamanahi untuk menegakkan syariat (aturan-aturan & hukum-hukum) Allah di bumi bernama Negara Indonesia ini. Inilah tanggungjawab dan kewajiban kita sebagai mukmin.” Wallahu a’lam. []

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. Banyak sudah yang mengingatkan namun manusia selalu menjadi tempatnya khilaf dan lupa..

    Semoga bumi tidak marah..

    Semoga Fikreatif diampuni dosanya.. Amin..

    • @Gie: amiiin
      amiiiiiiiiiiin
      ya Robbal ‘alamin

  2. semua itu memag amanat dari Allah swt, tetapi manusia lalai dalam mengingatnya..

    kiamat pun sudah dekat, semoga kita semua selalu di lindungi Allah dari segala maksiat amiiiin…

    • @Umiabie: Amiiiin
      ya Robbal ‘alamin

      terima kasih doanya mas/mbak…

  3. Mau dibawa kemana bumi kita ini? Kalau buminya marah terus diusirnya kita, dimana mau kita tinggal?

    • @Ari: Yup. di kahirat. mati saja klo gitu.
      mk dr itu, mr kita jaga bumi ini dg baik sesuai petunjuk-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: