Arie Wibowo, Si Anak Singkong Meninggal Dunia


Semalam, sengaja aku numpang menonton televisi di kamar mas Widi (tetangga kamar kos) untuk nonton berita di Metro TV dan acara Memori 80. Itu lho, acara musik yang muterin lagu-lagu populer di tahun 1980an. Kali ini aku tertarik karena bintang tamu yang akan tampil adalah bang Arie Wibowo. Vokalis sebuah kelompok band yang terkenal dengan lagu Madu & Racun, Singkong & Keju, serta Ida Ayu Komang-nya di tahun 1980an.

Tak kusangka tayangan Memori 80 yang disajikan Metro TV semalam itu sengaja diputar untuk mengenang Arie Wibowo yang meninggal dunia 2 hari sebelumnya. Dan dari acara Memori 80 itulah aku baru tahu mas Arie telah meninggal dunia.

Musisi yang terkenal di era 80-an itu meninggal dunia pada usia 59 tahun kurang sehari. Ya, mas Arie meninggal sehari menjelang ulang tahunnya yang ke-59 karena serangan jantung. Konon, 2 jam sebelum meninggal pada Kamis (14/4/2011) pukul 21.00 WIB, Arie mengaku sesak di bagian dada. Hanya saja, Arie masih menghibur diri dan menyebutnya hanya masuk angin saja.

Lantaran sesak di bagian dada tidak kunjung lega, Arie dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat. Namun, nyawanya tidak tertolong lagi dan Arie menghembuskan nafas terakhir sekitar sejam setelah masuk UGD rumah sakit tersebut. Dan selanjutnya, jenazah dimakamkan di TPU Al Kamal, Kedoya, Jakarta Barat.

Aku mengenal lagu Madu & Racun, Singkong & Keju, serta Ida Ayu Komang dan lagu-lagu lain yang dinyanyikan mas Arie Wibowo bersama kelompok band Bill & Board (aku sendiri ragu mana yang benar antara Bill & Broad atau Bill & Brod) kisaran seingatku masih usia balita sampai usia TK dari tayangan acara musik di TVRI. Kalau tidak salah nama acaranya Selecta Pop atau Album Minggu. Diantara video klip yang masih kuingat secara samar-samar adalah klip Singkong & Keju (kalau tidak salah, CMIIW) yang berisi kumpulan anak-anak dan di ujung klip ada penampilan kakek-kakek dan nenek-nenek yang ketawa. Kalau untuk video klip lain, agak lupa-lupa ingat.

Menginjak SD kelas 3, aku sudah lupa dengan lagu-lagu Bill & Board. Barangkali ini dikarenakan sekolahku libur hari Jumat dan pada hari Ahad-nya masuk. Sementara tayangan-tayangan musik TVRI adanya cuman hari Ahad pagi saat aku masuk sekolah. Akibatnya, memori tentang lagu itu pun perlahan hilang.

Aku mulai kembali ingat lagu-lagu Bill & Board setelah tak sengaja mendengar lagu Madu & Racun diputar oleh mas Wiryo, tetangga kamar kos. Dari situlah kemudian, aku mengingat kembali memori-memori lagu yang dinyanyikan oleh mas Arie Wibowo yang pada beberapa (atau malah kebanyakan) lagunya boleh dibilang berisi materi sindiran sekaligus kritik kepada pergaulan remaja dan anak-anak muda di masa itu. Hal itu misalnya nampak pada lirik lagu Singkong & Keju yang seolah mengkritik kehidupan remaja yang terlalu kebarat-baratan.

Konon, yang membuat lagu-lagu Bill & Brod melejit dan populer serta laku bahkan hingga mencapai 1 juta kopi (bayangin bro/sist, di tahun 1986 bisa terjual segitu banyak), adalah karena lagu-lagu yang mereka nyanyikan bernuansa riang dan mendobrak pasar musik pada masa itu yang diisi dengan lagu pop melo. Tampil beda dari yang lain.

Namun anehnya, peluncuran album pertama mereka awalnya hanya sebuah proyek yang dikerjakan iseng-iseng dan tidak terlalu serius. Saking isengnya, ada satu orang personil Bill & Brod yang enggan tampil dalam foto album karena males aja. Dan akhirnya dia nyesel sekali di kemudian hari karena album pertama yang awalnya murni iseng-iseng itu justru meledak gila-gilaan di pasaran.

Barulah kemudian di album kedua sang personil yang merasa gelo karena tak tampil di foto album tak ingin merasakan kekecewaan yang kedua kalinya. Di album kedua, barulah ia muncul di foto album Bill & Brod. Album kedua mereka berjudul SINGKONG DAN KEJU juga sukses di pasaran, maka album ketiga merekapun dirilis dengan mulus berjudul KODOKPUN IKUT MENYANYI.

Dari awal, konsep musik mereka memang ‘main-main’ dan jenaka, lengkap dengan ambience live seolah-olah lagu yang mereka bawakan direkam dari pertunjukan live. Maka tidak heran kalau lagu KODOKPUN IKUT MENYANYI masih sewarna dengan album-album sebelumnya. Resep ini masih manjur. Album ini bisa diterima pasar dengan baik, meskipun dibandingkan dua album sebelumnya masih kalah. Hits lain dari album ini adalah lagu WALAU SEKEJAP yang belakangan sukses dirilis ulang oleh DIDI KEMPOT menjadi lagu campursari dengan judul SEWU KUTHO. Bahkan mungkin lagu SEWU KUTHO bisa dibilang lebih sukses dari lagu asalnya, Walau Sekejap.

Terakhir, aku hanya bisa mengucap selamat jalan buat mas Arie Wibowo. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

26 Tanggapan

  1. Gak kenal!

    • @Asop: wkwkwwkwkkw. lha iya lah Sop.. kmu lahir, barangkali si penyanyi ini sudah meredup ketenarannya…

      lha wong album pertama grup band ini dibuat sebelum aku lahir, cuman saat aku msh usia balita sampai sekitar sd kelas 1 sering denger lagu2 itu krn dulu kayaknya ada pamanku yg seneng bgt muterin lagu ini dan dengerin di radio atau di tv. 😀

  2. lagu-lagunya sih saya masih kenal…
    semoga beliau diterima di sisiNya… dan yang ditinggal diberi ketabahan dan keikhlasan…. aamiin

    • @Mabruri: iya mas….

      sampeyan angkatan tahun berapa ?? 😀
      klau angkatan TK 1990an, mungkin sudah kenal…..

      • saya sih masuknya angkatan muda,, cuman suka aja sama lagu2 baeheulaaa ,,, 😀

      • @MabrurI: hahahahaha, kalau gitu sebenarnya sama. boleh dibilang sih masih muda,,, krn belum kawin… 😀

  3. jadi merasa tua karena tahu semua lagu-lagunya

    • @Grahainfo: hehehehe. harus gitu mas.. klo untuk merenung, memang hrs selalu mengingat bhw kita sdh tua, tp semangat harus selalu muda ! ;D

  4. oh jadi yg meninggal kmaren itu AriE Wibowo toh? saya kira Ari Wibowo, eh ternyata namanya hampir sama, tapi beda orangnya

    • @Archer: Iya, ARIE WIBOWO pakai huruf E.

      klo km pastinya tahunya ari wibowo yg main film deru debu itu khan?
      klo Arie Wibowo di jamannya lebih terkenal dr ari wibowo yg deru debu itu…

  5. Kirain yang abangnya Ira Wibowo itu lho..
    Suka sama singkong kejunya sih, sempet dengar ketika masih kecil dulu..

    • @Gie: Iya, singkong & Keju serta madu – racun sangat terkenal di masa itu
      termasuk IDA AYU KOMANG

  6. beliau (almarhum) adalah musisi legendaris, dan akan dikenang orang, termasuk saya, terutama sekali lewat karya-karyanya yg jenaka. tidak berat, tapi enak ditelinga.

    • @Bangngangan: iya… cukup legendaris…
      :-bd

  7. lagi lagi indonesia kehilangan musisi.

    • @Situs: Ada yg hilang ada yang lahir
      patah hilang rumput berganti

  8. ya ya ya saya ingat lagu singkong keju itu. tutup usia bukan berarti tutup sejarah atas karya2nya

    • @Guru: iya pak gru

  9. emang beda musik yang dibuat dengan hati yang terkadang gangikutin pasar justru memberikan warna tersendiri, coba bandingkan dengan band anak muda sekarang yang terkesan cari aman dan ngikutin yang sudah ngetop jadinya ya kebanyakan ga mutu

    • @Omiyan: betul betul betul….

      harus ada pendobrak tradisii…

      kayak S07 di jamannya
      Slank di jamannya
      Jamrud di masanya

  10. wah ane inget dulu judul’a lagu’a Bill & Brod yang paling hits sampai sekrang Madu & Racun

    • @Web: Iya betul itu yg melegenda

  11. semoga amal ibadah diterima Allah SWT.
    udah lama banget gak denger lagunya…kapan ya?
    lagunya sederhana, tapi mantap lah…easy listening bwt saya, wah jadi mengenang masa lalu… 🙂

    • @Yan: dowload saja bang….
      lumayan banyak kok….

  12. saya juga baru tahu kalau The legend Ari Wibowo meninggal pas acara “Memori 80”.
    sangat kehilangan juga sih. beliau salah satu idolaku. banyak dari lagu beliau yang di perbarui lagi oleh band masa kini.
    Selamat jalan mas ari. Semoga engkau tenang di sana.

    • @Azzura: iya mas/mbak… 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: