Permainan Benthik


 

Sumber Gambar Silakan Klik Pada Gambar

Sumber Gambar Silakan Klik Pada Gambar

Permainan Benthik

Permainan ini juga merupakan salah satu dari sekian banyak permainan populer tradisional yang dimainkan oleh anak-anak sebelum berakhirnya era 1990an. Hari ini, permainan ini sepertinya sudah langka dijumpai di perkotaan. Bahkan di desa dan kampung pun mulai langka.

Di kampungku, permainan ini disebut dengan benthik. Jangan tanya kenapa disebut dengan benthik dan apa artinya karena aku pun tidak mengetahui. Prinsip permainan ini yaitu menggunakan alat dari dua potongan bambu atau tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil (10 cm barangkali).

Pertama potongan bambu yang kecil diletakkan melintang diatas dua batu yang menjadi penopangnya. Selanjutnya, potongan bambu yang kecil itu dipukul oleh tongkat bambu yang panjang, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin. Pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

Begitulah kira-kira permainan blenthik di kampungku dulu dilakukan (jika salah mohon koreksinya..). Biasanya dimainkan di kebun-kebun kosong yang luas dan teduh di bawah pepohonan besar. Aku tidak terlalu pandai dan tangkas dalam memainkan permainan ini sehingga boleh dibilang aku tidak pernah memainkannya. Aku lebih suka menonton saja. He3x. Kira-kira, apakah permainan benthik ini masih eksis sampai sekarang ya bro/sist?

Sepertinya, dengan bergesernya waktu dan perkembangan jaman yang serba canggih dan instan saat ini sepertinya telah membuat permainan-permainan sederhana penuh energy dan ketangkasan ini tersingkir jauh. Semoga permainan-permainan seperti ini masih terus eksis di era IT ini.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. kangen sama permainan2 seperti itu. Sekrang di desa saya jg kayanya sudah ga ada yg main semacam itu,,,
    saya juga pernah nulis ttg permainan tradisional di sini mas:
    http://mabrurisirampog.wordpress.com/2010/10/30/permainan-tradisional/
    http://mabrurisirampog.wordpress.com/2010/10/31/permainan-tradisional-2/

    • @Mabruri: Iya.. segera ke TKP Gan…

  2. orang Bengkulu menyebutnya permainan ‘Palak Babi’. Ntah apa sejarahnya.

    • @Ahmad: Walah, kok ada Babi segala.. emang babi disana dipalakin ya? :-s

  3. waaah dah lama tidak liat lagi anak2 yang main ginian..
    padahal seru ya 😀

    ok, semangat! do the best.. 😉

    • @Yanrmhd: Gimana kalao kita kpn2 kopdar dan main ini?? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: