Bekelan


Sumber Gambar Silakan Klik Saja Pada Gambar

Sumber Gambar Silakan Klik Saja Pada Gambar

Bekelan

Hampir semua anak-anak kurasa mengenal permainan Bekelan. Permainan yang istilahnya konon berasal dari bahasa Belanda, bikkelen yang artinya semangat berjuang ini masih memiliki hubungan saudara dengan permainan gathengan. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil, bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam.

Pada awal sejarahnya dulu, biji bekel konon dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Bentuk biji bekel nyaris seragam di berbagai negara. Tidak mengalami perubahan sejak dahulu. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Permainan bekelan ini dimainkan dengan cara menyebar biji bekel di lantai (permukaan tanah) seraya melemparkan bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Selanjutnya digantikan oleh peserta yang lain.

Pertama, pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis dengan melemparkan bola bekel terlebih dahulu dan menunggu satu kali pantulan. Demikian hal itu diulangi terus menerus sambil mengambil 2 biji ke -2, ke-3 sampai ke-5 bijinya diambil sekaligus.

Langkah kedua, posisi bekel dibalik menghadap ke atas semua satu persatu. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel, ambil 2 biji bekel, ambil 3 biji bekel, ambil 4 biji bekel, terakhir raup seluruh biji bekel.

Langkah ketiga, posisi biji bekel dibalik menghadap kebawah dan terus diulangi langkah seperti langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1, 2, 4, dan seluruhnya.

Langkah keempat, seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus dibalik menghadap ke atas lalu biji bekel diambil seperti langkah ketiga.

Langkah kelima, posisi bekel posisi permukaan kasar dibalik menghadap ke atas semua, lalu biji bekel diambil seperti langkah sebelumnya,

Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Posisi biji bekel dibalik menghadap ke atas semua, kemudian dibalik lagi semuanya menghadap kebawah semua, terus permukaan halus menghadap ke atas semua, dan terakhir dibalik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Seluruh biji bekel diraup dalam sekali genggaman. Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, minimal dua orang. Kalau sudah bermain bekelan ini rasanya jadi lupa waktu karena pikiran terkonsentrasi untuk tidak melakukan kesalahan ketika bermain. Jika temannya banyak maka menunggu giliran merupakan hal yang menjengkelkan, sehingga kadang berharap agar temannya melakukan kesalahan dan segera dapat giliran main.

Paling sebel kalau ditonton oleh anak laki-laki. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Karena aku tidak terampil memainkannya dan aku seorang laki-laki, maka aku lebih sering menonton kawan-kawan perempuanku bermain sambil mengganggu konsentrasinya. Hihihihi.

Bahan Bacaan: Dolanan Jadul.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

9 Tanggapan

  1. ternyata sesulit itu ya.. kelihatannya gampang..

    • @Ahmad: makanya sy paling males mainan ini disamping krn g terampil juga karena ini permainan cewek. D:D

  2. Hehehe, saya pikir apa, saya tahunya “bekel” thok, bukan “bekelan”. 😀

    • @Asop: iya sop… nama alatnya bekel. diindonesiakan menjadi permainan bola bekel. kalao di Jawa khan apa2 biasa ditambahin akhiran -an, jdinya bekel-an…

  3. Hohoo kalau di daerah Sunda mah namanya bukan Bekel tapi Beklen, dan langkah terakhir itu bukan nagospel tapi Naspel :D, biji bekelnya kita pake ‘kewuk’ (kerang kecil).

    • @Desita: Disebut Bekel-an krn khas di jawa itu istilah apa2 sering ditambhan akhiran -an.. 😀

      kewuk ?? weleh… tradisional dong ya?
      naspel atau nagospel sama artinya sih…

      • heheh iyah pake kewuk ^-^

  4. Lhaaa ini khan mainan aku waktu kecil hehehe 😀

    • @Yuni: hehehehhehe

      lha sekarang mainnya apaan mbak???
      jangan mainin cowok lho mbak.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: