Perjalanan


Sumber Gambar Klik Saja (bent4indonesa.wordpress.com)

Sumber Gambar Klik Saja (bent4indonesa.wordpress.com)

Perjalanan

Hidup di dunia sering diungkapkan sebagai sebuah perjalanan panjang yang batasnya dimana tidak diketahui ujungnya. Kita hanya tahu bahwa nanti akan berakhir di akhirat. Itu saja. Itupun bagi yang percaya keberadaan akhirat. Bagi mereka yang tidak percaya, barangkali punya tujuan lain yang berbeda. Namun hakekatnya, sepanjang apapun perjalanan di dunia ini tetaplah sebuah perjalanan singkat dan cepat.

Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?? ( al-Mu’minuun: 112-115)

Karena perjalanan hidup di dunia ini hanyalah perjalanan yang singkat dan cepat, maka jangan bermudah-mudah untuk beristirahat. Terlalu banyak istirahat dalam perjalanan hidup di dunia hanya akan banyak membuang waktu kita selama di dalam perjalanan. Lebih baik bagi kita untuk mempersedikit istirahat demi mengefektifkan perjalanan itu.

Jangan pula kita mudah berputus asa dalam menempuh perjalanan hidup di dunia ini hanya karena kita merasa tak cepat sampai pada tujuan perjalanan itu. Barangkali lama perjalanan yang kita tempuh itu karena kita tidak berada di dalam rute jalan yang tepat dan benar. Barangkali kita tanpa sengaja telah tersesat dan keluar dari jalan yang seharusnya kita tempuh itu. Sehingga dengan ketersesatan kita di tengah perjalanan itu tidak membuat kita semakin dekat dengan tujuan akhir perjalanan yang kita tempuh tetapi justru semakin menjauhkannya. Dan dalam mengarungi perjalanan hidup di dunia, hal itu merupakan sebuah kewajaran. al imanu yazidu wa yankus.

Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban).

Maka oleh karenanya, agar kita tidak mudah tersesat di dalam mengarungi perjalanan hidup di dunia itu, kita perlu mencari petunjuk dan pedoman agar bisa selamat sampai pada tujuan akhir perjalanan itu dengan baik.

… maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” [Al A’raf:158].
Petunjuk dalam perjalanan singkat dan cepat di dunia itu telah disebutkan oleh Rasulullah SAW. “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara (supaya) kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah SAW.” (HR.Muslim)

Dengan berbekal kedua petunjuk itu, kita berharap tidak akan mudah tersesat selama mengarungi perjalanan dunia yang senantiasa penuh godaan, onak, serta duri. Selanjutnya, mari kita terus melangkah menyelesaikan misi perjalanan ini. Jangan mudah kita tergoda oleh pemandangan indah di sekeliling kita yang terkadang memaksa kita harus beristirahat dan banyak berhenti. Kita harus selalu sadar bahwa kita ini adalah seorang musafir. Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari)

Orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara dan tidak terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, serta terus merindukan untuk kembali ke kampung halamannya. Kita harus terus senantiasa fokus kepada kampung halaman yang sebenarnya, yaitu surga yang menjadi tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam ‘alaihis salam dan istrinya Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.

Dan sekali lagi, jangan kita mudah untuk beristirahat selama perjalanan ini. Istirahat kita hanya nanti saat kita sudah sampai pada tujuan akhir kita, Surga. Imam Ahmad bin Hambal ditanya muridnya, “mataa yajidul abdu tha’marrahah?” “kapan seseorang bisa beristirahat?” Ia menjawab, “Indamaa yatha’u ihda qadamaihi fil jannah” (“Jika kita telah menginjakkan kaki di Surga, maka disanalah kita akan beristirahat”). Laa rahata li du’at illa ba’dal mamaat (tidak ada kamus berleha-leha bagi para da’i kecuali setelah mati). Demikian tambah Syaikh Ahmad Rasyid.

Aku akan terus melangkah tak kenal lelah, apalagi menyerah”

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. Terus melangkah dan menatap ke depan! 😡

    • @Asop: Cocok Sop !!

  2. Assalammu’alikum. Tulisannya sangat menarik.

    Hanya Orang-orang yang paham yang mengetahui bahwa ia hanyalah singgah sebentar di dunia ini untuk mempersiapkan bekal menuju keabadian.
    dan Para Pejuang terus berjuang dalam meraih Ridho ALlah, ketika semuanya tertidur lelap ia, berkarya dalam naungan CintaNYa.

    • @Rio: Wa’alaikumsalam…

      terima kasih tambahan tausiyahnya wan….

  3. Mari melangkah bersama di jalan kebaikan sebagai sahabat.

    • @Ahmad Fakhrudin: mariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  4. Lets trought it all :D, lanjutkan perjalanan tanpa berhenti menuju akhir yang bahagia, semoga kita termasuk orang2 yang istiqomah, Amin.

    • @Desita: amiiiiiiiiiiiiiin

  5. 🙂 *kasih senyum aja…

    • @Prima: lha kenapa kok cuman senyum saja? :-s

  6. “Sembahlah Alloh Ta’alaa sbesar kbutuhanmu kepada-Ny,ambilah dunia skedar mmenuhi kbutuhan hidupmu,prbuatlah dosa skedar kkuatanmu menanggung siksa-Ny, brbekalah d dunia sbanyak kbutuhanmu d alam kubur,brbuatlah u/ mndapat surga sesuai dengan kedudukan yg kamu inginkan.” Hasan Al Bashri

    • @Green: semoga Allah merahmati Hasan Basri…. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: