Umbul Gambar


Gambar Umbul Klasik

Gambar Umbul Klasik

Umbul Gambar

Permainan umbul gambar adalah juga merupakan permainan anak-anak laki-laki yang juga cukup populer pada masa aku masih usia SD. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang. Dinamakan gambar umbul karena dalam permainan ini gambar yang diadu harus dilempar ke udara. Umbul artinya diterbangkan atau dilemparkan ke udara.

Gambar yang menang adalah gambar yang tengadah (jawa: Mlumah yang disingkat dengan mah) kelihatan gambarnya dan yang kalah adalah gambar yang telungkup (jawa: tep) tidak terlihat gambarnya.

Permainannya sangat sederhana. Gacuk atau gambar perwakilan yang menjadi maskot masing-masing pemain dikumpulkan. Masing-masing pemain memberikan dua buah gambar sehingga terkumpul empat buah gambar. Empat gambar umbul yang terkumpul itu selanjutnya dijepit diantara ibu jari dan telunjuk dan dijentikkan ke udara sehingga semua gambar beterbangan. Selanjutnya, kedua pemain berdebar-debar menunggu gambar jagoannya jatuh di permukaan tanah. Jumlah taruhan tergantung kesepakatannya. Semakin banyak jumlah taruhan, maka yang ikut main biasanya juga semakin sedikit, yang lainnya hanya menonton.

Asal gambar umbul ini adalah dari lembaran gambar yang berisi 36 gambar kecil-kecil (gambar umbul). Lembaran gambar itu harus dipotong kecil-kecil sesuai dengan gambar yang ada. Materi isi gambar bisa bermacam-macam. Rata-rata adalah gambar yang berisi gambar superhero yang dikenal oleh anak-anak pada saat itu seperti Superman, Batman, Robin, Captain America, dll. Ada juga gambar wayang yang berisi gambaran tokoh-tokoh pewayangan Jawa dan beberapa hewan wayang. Nomor 1 dimulai dengan gambar gunungan, nomor 2 – 30, gambar tokoh pewayangan, ada Pandu, Abiasa, Cakil, Baladewa, Puntadewa, Burisrawa, Dursasana, Semar, Petruk, dll. Nomor 31- 36 gambar hewan, ada garuda, menjangan, gajah, naga, banteng, dan macan.

Gambar Umbul Klasik Buatan Entah Tahun Berapa

Gambar Umbul Klasik Buatan Entah Tahun Berapa

Uniknya, ada banyak cara yang dilakukan oleh anak-anak di masa itu agar gambar jagoannya selalu menang dalam setiap setiap permainan. Bahkan cara-cara yang ditempuh ada yang sampai dengan cara curang. Cara curang dilakukan dengan cara mengelem dua gambar umbul yang sama gambarnya sehingga tidak bisa kalah karena di kedua sisinya ada gambarnya. Kadang kalau ketahuan bisa menimbulkan perkelahian dengan pihak yang kalah.

Sementara cara yang tidak terlalu curang adalah dengan mencekungkan sedikit pada bagian gambar sehingga ketika jatuh ke tanah mempunyai peluang untuk menang, tidak tengkurap. Ada juga yang dengan cara mencuci gambar jagoannya (gacuk) dengan air sabun agar bisa selalu mah. Entah darimana teori ini yang jelas saat itu banyak yang percaya dengan langkah tersebut gacuk kita akan selalu mah dan menang.

Permainan gambar umbul di kemudian hari menjadi berkurang popularitasnya seiring dengan tausiyah dan himbauan pak ustadz bersama mbah kyai di Langgar yang mengajari kami membaca Al Quran melarang kami memainkan permainan gambar umbul karena dianggap mendidik kami untuk belajar bertaruh dan berjudi. Perlahan-lahan, mulailah permainan gambar umbul berkurang peminatnya.

Begitulah kira-kira permainan gambar umbul di kampungku dulu dilakukan (jika salah mohon koreksinya..). Kira-kira, apakah permainan ini masih eksis sampai sekarang ya bro/sist?

Sepertinya, dengan bergesernya waktu dan perkembangan jaman yang serba canggih dan instan saat ini sepertinya telah membuat permainan-permainan sederhana penuh makna ini tersingkir jauh.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

13 Tanggapan

  1. Aku koq bar tau permainan umbul2 gitu… hehehe 😛

    • @Yuni: masak sih mbak?? padahal ini populer lho

  2. 😆 “Permainan gambar umbul di kemudian hari menjadi berkurang popularitasnya seiring dengan tausiyah dan himbauan pak ustadz bersama mbah kyai di Langgar yang mengajari kami membaca Al Quran melarang kami memainkan permainan gambar umbul karena dianggap mendidik kami untuk belajar bertaruh dan berjudi. ” 🙄 klo di kampung aku dulu, tidak ada ustadz yang mengingatkan Bro.. 😆 hmm.. 🙄 klo anak sekarang sih sepertinya ‘PS’ ya 🙂 andai di Kampung atau Desa masih ada permainan itu, mudah-mudahan orang tua sekarang pada ngerti/menasehati anaknya klo permainan itu mendidik untuk berjudi 🙂 Jempol deh buat Ente Gan 🙂

    • @Zidni: Maklum, kampungku dulu boleh dibilang memang kultur budaya gamanya kental
      Kauman cuy….
      jempol buat mbah kyai nya…

      • Waah.. kauman tho Mas. Saya punya sahabat di sana.

  3. aku juga pernah main.waktu kecil dulu.
    seiring berjlan waktu tahu kalo itu judi.lalu ditinggalkan.

    • @Gaplek: hahahahaha. kok sama ? 😀

  4. waduh, jadul banget, mas sempet main ini? wah aku dah gak ada gambar yang kaya gt, gambar2nya pasti yang udah kartun america gt, hehehehe…

    • @Prima: Nggak lah. yg gambar ini hanya ilustrasi saja.

      sy juga yg udah captain america dll kok Wan..

  5. kalo kami di Bengkulu menyebutnya ‘Gambaran’.
    Ada beberapa variasi permainan gambaran ini. Selain diumbul, ada beberapa variasi permainan ini, diantaranya:
    1. di tos, masing2 pemain meletakkan gambarannya ditangan dan saling tos. Yang tengadah yang menang.
    2. QQ (Baca: Kyu-Kyu), seperti permainan kartu. Bisa dilakukan banyak pemain. Tiap pemain mendapat empat gambaran bernomor, kemudian menjumlahkan tiap satuan nomor di tiap gambar untuk menghasilkan nilai tertinggi 9(Kyu) dan 9. Yang menang yang mendapat jumlah nomor tertinggi.

    • @Ahmad: iya. tp klo ditos itu permainannya kurang pada suka. :-s

      oiya, yg QQ ini juga cukup populer, tp sayangnya aku lupa memainkan model QQ nya.

      😀
      klo ga salah yg diambil nomor belakangnya saja …..

  6. Hehehe di jamanku SD, gambar yang dipake gambarnya Dragon Ball. 😀
    Juga ada lempar2an mainan orang2an kecil, sama umbul setip. 😀 Jadi, ada di jaman SD saya dulu penghapus bergambar bendera2 negara, dilempar dan dilihat siapa yang menang (yang gambarnya menghadap ke atas). Kalo seri, diulang terus. 🙂

    • @Asop: what?? umbul setip?? ckckckckckck
      aneh2wae to Sop…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: