Permainan Betengan


Sumber silakan Klik Pada Gambar

Sumber silakan Klik Pada Gambar

Betengan

Permainan Betengan sesuai dengan namanya berasal dari kata Beteng yang berarti Benteng. Permainan ini boleh dibilang menjadi salah satu dari permainan favorit di masa aku masih usia SD saat di Solo. Permainan ini sebenarnya menuntut kecepatan dan ketangkasan khususnya dalam berlari. Tak luput pula unsur strategi yang kental.

Permainan ini dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok kemudian memilih sebuah benteng yang biasanya disimbolkan dengan tiang atau pilar. Jarak antar benteng satu dengan benteng lain umumnya tidak terlalu jauh.

Misi permainan ini adalah merebut benteng pertahanan lawan. Oleh karenanya, setiap kelompok juga memiliki tugas untuk mempertahankan bentengnya masing-masing sekaligus menyerbu benteng lawan. Selain menyerang benteng lawan kita juga dapat menawan anggota lawan. Proses penawanan pasukan dari lawan/musuh bisa dilakukan dengan menyentuh tubuh lawan. Pasukan yang keluar dari benteng maka kekuatannya dianggap lebih rendah dibanding pasukan yang baru saja keluar dari bentengnya. Sebagai gambaran misalnya si A menyentuh bentengnya dan keluar dari benteng untuk menyerang dan memancing pasukan lawannya pada menit pertama akan kalah jika disentuh oleh pasukan lawan yang baru keluar dari benteng pada menit kedua. Disinilah nantinya dibutuhkan strategi pancing-memancing, ketangkasan, untuk menawan pasukan musuhnya.

Penawanan pasukan musuh ditempatkan di dekat benteng si penawan. Pasukan yang ditawan bisa diselamatkan jika ada pasukan lawan yang menyentuh tawanannya. Semakin banyak lawan yang dapat kita tawan maka semakin besar peluang kita untuk menang.

Untuk membebaskannya, kelompok lawan harus berani mendatangi kubu kita dan menyentuhnya tanpa tersentuh oleh kita. Demikian juga untuk membebaskan kawan kita yang tertawan oleh lawan. Kita tidak boleh tersentuh oleh lawan. Kalau tersentuh oleh lawan kita akan juga jadi tawanannya. Strateginya yaitu dengan cara mengecoh lawan agar menjauh dari bentengnya. Biarlah salah seorang kawan kita dikejarnya dan ketika lawan mulai teledor maka kita datangi teman kita itu untuk diselamatkan

Titik kemenangan terletak jika kita dapat menyentuh benteng lawan. Dan, ini tidak mudah karena bentengnya selalu dijaga oleh anggotanya. Keasyikan permainan ini terletak kemampuan mempertahankan benteng kita, juga strategi untuk menyerang benteng lawan. Intinya adalah ketangkasan, kecepatan, dan strategi tim.

Begitulah kira-kira permainan betengan di kampungku dulu dilakukan (jika salah mohon koreksinya..). Biasanya dimainkan di halaman langgar atau musholla atau sekolah yang cukup lapang. Aku paling senang memainkan permainan betengan ini. Dan boleh dibilang, aku cukup tangkas dan jago dalam memainkannya. Ini karena kemampuanku berkelit-kelit dari kejaran lawan dan kemampuan lariku yang cepat di atas rata-rata anak-anak di masa itu. Namun karena ini adalah permainan tim, dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan individual saja tetapi juga kerjasa dan strategi tim. Kira-kira, apakah permainan betengan ini masih eksis sampai sekarang ya bro/sist?

Sepertinya, dengan bergesernya waktu dan perkembangan jaman yang serba canggih dan instan saat ini sepertinya telah membuat permainan-permainan sederhana penuh makna ini tersingkir jauh. Semoga permainan-permainan seperti ini masih terus eksis di era IT ini.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

Iklan

21 Tanggapan

  1. dulu sering banget main ini, sampai jatuh dan lecet2, sekarang udah jarang ditemui kalau di kota, anak2 udah sering main gadget. jadi budaya kebersamaan luntur.

    • @Kamaropini: iya. sy pernah lecet juga. tapi g sering. 😀

  2. hehehe 😀
    jadi teringat masa kecil maen betengan klo gak main engklek… cmn skrg kayaknya udah hilang semua krn sekarang anak2 lebih suka ke warnet maen game online 😦

    • @Yuni: kalo ke warnet main game sih masih mending. sy khawatirnya mereka ngeliat gambar porno . :-s

      • iya itu… bahaya tooo 😦

      • @Yuni: iya mbak..
        di Cepu dah banyak ga anak SD yg main warnet??

  3. hahaha…klo saya malah gapernah maen gt dulu wktu kecil…klo skr kira2 boleh ga ya maen betengan?

    • @Julianus ginting: Boleh saja lah. kenapa g boleh ? :-s

  4. duluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, aku juga sering main ini permainan. gak kenal panas atawa ujan. lha sekarang panas dikit ajah pilih mlungker di kamar yang ber ac… 😛

    • @Ndaroni: hahahahaha
      musti diajarin panas2an dulu bang…

  5. sudah sangat lama rasanya gak main betenagn……

    • @ALief: wah, sy terakhir mainnya SD kelas 6 lah.

  6. Mantep! Saya juga dulu suka main ini, sampai ada strategi “pengorbanan”, saya dulu jadi korban, lari dengan kecepatan penuh menuju para Jagoan dari benteng saya yang sedang “disekap”, meskipun saya harus sampai jatuh dan balik disekap… tapi saya berhasil menyelamatkan 3 orang! Kenangan banget…

    • @Prima: Betul sekali, pengorbanan adl bagian dr strategi betengan..
      😀

      kpn2 blogger ngumpul mainin betengan kayaknya asyik tuh

  7. hwaaaa… Permainan ini menegangkan…. Takut benteng diambil org… :))

    • @Aydachubby: Ga hanya menegangkan tapi juga mengasyikkan. 😀

  8. udah gak jaman. inilah transisi tradisi. yang tradisional, yang berbau agama akan ditinggalkan untuk mendapat profit tinggi

    • @Guru Rusydi: Iya Pak. Ironis. 😦

  9. permainan interaktif tempo dulu memang sangat mengasikan dan menyehatkan sangat jauh berbeda dengan permainan anak sekarang lebih asyik main game,dll

    • @obat alami: sekarang yg dimaksud interaktiv adalah online. 😀

  10. ijin menyimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: