Program Televisi Era 1990an [Edisi Nostalgia 1990an]


Program Televisi Era 1990an [Edisi Nostalgia 1990an]

Kisaran tahun 1990an hingga menjelang jatuhnya orde baru, kehidupan di kampungku saat itu penuh dengan keceriaan dan kenangan. Aku yakin di kampung anda pun juga sama. Pada masa itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar di sebuah kota kecil yang namanya mendunia, Solo The Spirit of Java.

Kehidupan anak-anak usia sekolah dasar pada saat itu menurutku cukup jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan anak-anak edisi Millenia (dekade tahun 2000) dan edisi Informatika (dekade tahun 2010).

Di masa itu, hiburan untuk anak-anak boleh dibilang sangat terbatas. Televisi hanya ada TVRI kalau sore hingga malam, dan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia)) kalau pagi hari sampai siang sekitar pukul 13.00 WIB. Stasiun-stasiun swasta lainnya belum nyampai Solo kecuali yang menggunakan Parabola. Ditambah dengan libur sekolahku bukan hari Ahad (liburku hari Jumat), lengkap sudah masa kecilku yang jauh dari hingar bingar hiburan televisi.

Program acara TPI saat itu hanya program acaa pendidikan (mungkin kalau sekarang seperti acara edukasi). Kalau sudah masuk pukul 09.00 WIB, barulah acara film Mahabarata dan kemudian Ramayana yang saat itu menjadi hiburan di warung kantin SD di jam istirahat. Puluhan anak-anak SD rela berdesak-desakan di sela jam istirahat selama 20 menit untuk menonton film itu.

Jika Ramayana – Mahabarata selesai, biasanya film yang diputar berikutnya sinema Indonesia. Film-filmnya berisi film-film layar lebar produksi tahun 1970an-1980an yang gambarnya terkesan gelap. Di sinilah anak-anak SD dulu mengenal nama Rano Karno, Benyamin, Roma Irama, Barry Prima, Advent Bangun, George Rudi, dan lain-lainnya. Dan melalui film-film itulah kami mengenal istilah pacaran, cinta, balas dendam, dan pemerkosaan karena film-film itu rata-rata berkisah tentang wanita yang diperkosa kemudian balas dendam lalu terjadi pertarungan dsb. 😀 Film itu selesai pukul 12.00 saat kumandang Mas Komar (muadzin di langgar Winongan) berseru nyaring dari loudspeaker langgar.

Setelah pukul 12.00 WIB, aku lupa apa program acara berikutnya di TPI. Sepertinya kalau tidak salah acara masak-memasak sampai pukul 13.00 WIB. Setelah pukul 13.00 atau 13.30 WIB (agak lupa je :D), TPI selesai mengudara. TPI akan mengudara lagi pukul 15.00 WIB. Namun saat itu di Solo belum bisa menangkap siaran TPI malam yang biasa disebut oleh masyarakat di kampungku dengan TPI bengi (TPI malam) atau TPI UHF.

Meski di Solo belum bisa menangkap siaran TPI malam, kami sudah bisa menangkap TVRI yang mulai mengudara pukul 15.00 atau 14.30 WIB. Program acara yang diputar pertama saat tayang biasanya serial film anak-anak selama setengah jam. Beberapa serial yang masih kuingat antara lain serial kartun Voltus, Voltron, Transformer, Casper, Ultraman Seven, dan Kura-Kura Ninja. Diantara film-film itu yang cukup digemari yaitu Kura-Kura Ninja.

Setelah film anak selesai, TVRI biasanya menayangkan acara bernuansa pendidikan dan budaya, misalnya tari-tarian, pramuka, nyanyian daerah, dan lain-lain. Aku tidak terlalu ingat karena biasanya sore hari televisi dimatikan karena acaranya yang benar-benar nggak menghibur. 😀 Lebih dari itu, saat datang waktu sore, anak-anak usia SD saat itu lebih suka bermain di luar rumah atau ngaji TPA (Taman Pendidikan Al Quran), begitupula aku.

Setelah sholat maghrib berjamaah di langgar Winongan yang pada saat itu benar-benar dipenuhi jamaah hingga bershof-shof, kami (anak-anak usia SD) segera menuju rumah tetangga yang punya televisi untuk menonton film Superboy, Hammer, atau O’hara. Jika pas tak ada program acara yang bagus, biasanya kami ngaji di langgar sampai isya’ baru kemudian pulang.

Setelah sholat Isya’, program acara televisi yang ditayangkan TVRI masih ada lagi. Beberapa tayangan TVRI Pusat yang menjadi favorit saat itu antara lain serial sinetron Midun (Sengsara Membawa Nikmat), Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai), Jendela Rumah Kita, Haryati, dan film yang dibintangi Bu Subangun (lupa aku judul sinteronnya). Sementara untuk tayangan TVRI program daerah (Solo pada saat itu bisa mengakses TVRI Surabaya dan TVRI DIY), ada tayangan yang menjadi favorit pada saat itu antara lain Depot Jamu Kirun CS (Kirun, Kolik, dan Bagio), Ketoprak Sayembara, dan yang paling fenomenal adalah grup-nya Den Baguse Ngarso. Khusus mengenai Ketoprak Sayembara, yang diputar sekitar tahun 1994-1995, menurut sebuah sumber acara yang berdurasi sekitar 50 menit itu mampu menerima 800 ribu kartu pos dari pemirsa yang menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Ketoprak yang ditayangkan. Sementara guyon Kirun CS sempat menelorkan isu guyonan tentang uang Rp. 50.000,- bergambar Pak Harto (Presiden RI II) yang tersenyum dengan guyonan “Munyuk Mesem” (Jw: Monyet Tersenyum).

Selanjutnya, menginjak pukul 21.00 WIB, saatnya tayang Dunia Dalam Berita yang sangat khas. Berita yang saat itu populer adalah berita tentang Perang Teluk, Tragedi Kemanusiaan Bosnia, dan Afghanistan. Setelah tayangan dunia dalam berita, saatnya tayang film cerita yang biasanya ditayangkan film-film barat (Hollywood) dan khusus malam Jumat ada Friday The 13th .

Oiya, di masa itu juga ada tayangan TVRI yang cuku dikenal dan menjadi program propaganda pemerintah seperti acara KLOMPENCAPIR = Kelompok Pendengar Pembaca & Pemirsa (acara kegiatan petani dan nelayan Indonesia dalam mengadu kecakapan mereka mengenai ilmu pertanian, peternakan dan perikanan), SAMBUNG RASA yang menjadi media pak Harto (yang dulu biasa disebut sebagai sing duwe negoro / yang punya negara) dalam berpropaganda atau curhat, serta Dari Desa ke Desa, dll.


Kisaran tahun 1995 atau 1996an (aku agak lupa-lupa ingat), barulah kemudian RCTI dan SCTV mulai bisa ditangkap siarannya di Solo dengan tambahan antena (yang saat itu disebut masyarakat kampungku dengan boster). Dan tak terlalu lama kemudian, tanpa pakai antena boster pun RCTI bisa ditangkap secara langsung pada channel UHF melalui televisi berwarna di Solo dan sekitarnya. Untuk TV Hitam Putih, kedua stasiun TV itu juga bisa ditangkap dengan tambahan alat berbentuk hitam yang dulu disebut boster. Di rumahku, ketika itu televisinya masih berwarna hitam putih. Sekarang televisi itu sudah dimuseumkan di rumah simbah. Setelah RCTI dan SCTV sudah mulai bisa ditangkap siarannya di Solo, maka kegiatan anak-anak SD pun mulai berangsur berubah. Bermain di sore hari mulai sedikit berkurang karena kami sudah mulai tersihir tayangan serial T.J. Hoker dan dilanjutkan Ksatria Baja Hitam yang luar biasa fenomenalnya pada saat itu. Selain itu, ada juga tayangan legendaris yang masih bertahan sampai sekarang, Doraemon dan Power Rangers.

Untuk tayangan dewasa (bukan anak-anak), namun juga ditonton anak-anak, RCTI mempopulerkan serial Renegade, Knight Rider, Renegade, dan MacGyver. Sementara SCTV mempopulerkan serial The X Files, Highlander, dan Forever Knight. Namun yang populer adalah Telenovela Maria Mercedes, Kassandra, Legenda Siluman Ular Putih (Pai Su Chen – Hanwen), dan Yoko. Tapi yang dulu tidak terlalu kupahami, kenapa SCTV dan RCTI pada masa itu seperti kakak beradik karena satu studio di Jakarta.

Demikianlah program acara televisi pada era 1900an awal hingga pertengahan yang dapat ditangkap di Solo dan kami nikmati. Menjelang krisis moneter dan akhir tumbangnya orde baru, masyarakat Solo mendapat bonus tayangan televisi dari stasiun televisi Indosiar. Gimana denganmu kawan? Sama kah dengan kami yang ada di Solo?


Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. postingan yang bagus,setelah baca saya jadi terhanyut kenangan2 indah masa kecil,saat jauh dari pengaruh bisingnya dering hp,gebyar sinetron yang membual khayalan,betapa aku sadar kalau itu sudah 21 tahun yang lalu.

    • @Obat: berarti usia sampeyan sekitar 26-30 tahun ya? 😀

  2. LUMAYAN BUAT MENGENANG MASA LALU HEHE..UMUR Q SKRG 32 TAHUN

  3. sip..sip…kenangan lama terulang kembali…kalo saya menyebut masa itu adlh masa NGRAGAS & NGLUCUS

  4. satria baja hitam dulu aku nonton

  5. sama persis dgn ceritaku…
    th 1994 SCTV mulai dapat ditangkap dgn antena UHF.
    waktu itu film yg terkenal, belenggu pintu cinta, putri bunga persik, andaaz, spontan, jalan makin membara, marimar, shimfoni, jacky, jacklin, deru debu, pas bulan puasa : hikayat pengembara, jejak rasul,
    serial anaknya maskman, ksatria zelda, space monkey, project geeker, dunia anak, ci luk ba, kimba, dongeng dunia, conan, astro boy, smallvile…….
    th 1995 RCTI baru masuk, ada kuis kata berkait, jin dan jun, layar emas, sinetron shang ri la, dll…………………

  6. MANTAPPP jadi inget jadul

  7. ada lagi serial ngetop di tvri th 80-90an yaitu street haek, highway man dan hunter, jg jendela rumah kita, kisah serumpun bambu, losmen srikandi dll….
    kalo acara musik ada kamera ria, aneka ria safari, album minggu ini dan panggung hiburan anak2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: