Bocah Cilik


 

Ilustrasi Anak-Anak TK

Ilustrasi Anak-Anak TK

Bocah Cilik

Masa kanak-kanak dulu, aku masih ingat diberikan pelajaran oleh guru-guru TK-ku yang tidak jauh-jauh dari cerita, nyanyi, dan menggambar. Sekolah sambil bermain, atau belajar dengan bermain? Ah, apalah namanya. Nah, salah satu nyanyian yang diajarkan bu Romlah, bu Amanah, serta bu Prapti (guru-guru TK Al Islam 10 Darpoyudan saat itu_pen) yang cukup menghunjam di dada dan masih kuhafal sampai sekarang adalah nyanyian (dalam bahasa Jawa) berikut ini:

Siji loro telu astane sedeku,
mirengake Pak Guru,
Menowo didangu,
Papat nuli limo dik,
Lenggahe sing toto,
Ojo pada sembrono mundhak ora bisa;

Bocah Cilik-cilik,
Jejer tarik-tarik,
Sandhangane resik,
tumindak-e becik,

Alloh iku siji tanpo konco,
tanpo garwo lan ora peputro,
tanpo bopo lan ibu wes ono,
yoiku gusti Alloh kang nyoto

Islam agamaku,
Allah pengeranku,
Muhammad nabiku,
Al-Qur’an kitabku….

Aku biso nulis,
Arab Jowo wasis,
ngaji iyo uwes,
nanging durung titis,

Nyanyian senandung itu bukanlah nyanyian biasa tanpa pesan. Nyanyian itu memiliki pesan mendalam tentang pelajaran tauhid (keesaan Allah) yang fundamental. Syair nyanyian itu menyampaikan pesan bahwa Allah itu Esa. Esa dalam arti tidak boleh memiliki sekutu dalam bentuk dan wujud apapun. Allah bukanlah makhluk. Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tersirat syair itu merupakan terjemahan surat Al Ikhlas.

Setelah memberikan pelajaran tentang tauhid, syair nyanyian itu kemudian mengajarkan tentang rukun Iman. Bahwa setelah orang itu bertauhid, seorang mukmin harus meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, Allah adalah Rabb, kemudian Muhammad adalah utusan terakhir, dan al Quran adalah petunjuk (kitab) nya. Luar biasa memang guru-guru zaman dulu. Berkreasi dengan seni yang indah dengan tanpa meninggalkan pesan fundamental.

Dan yang lebih membuatku senang lagi. Ternyata nyanyian itu di-aransemen ulang oleh sebuah grup band asal Solo bernama Genk Kobra. Berikut kalau ingin mendengarkan dendang nyanyian anak-anak TK puluhan tahun silam yang telah di-aransemen oleh Genk Kobra (bc: Jamaah Kubro). Silakan:


Berikut terjemahan bebas saya atas liriknya (kalau ada yang kurang pas, mohon koreksinya. Nuwun..)

Satu dua tiga tangannya di atas meja

mendengarkan pak Guru

siapa tahu nanti ditanya

Empat sebelum lima dek

duduknya ditata

Jangan bikin gaduh, nanti tidak bisa

Bocah anak-anak

Berbaris rapi-rapi

Pakaiannya bersih

perbuatannya pun bersih

Allah itu satu tanpa sekutu

tanpa istri dan tak berputra

tanpa bapak dan ibu sudah ada

itulah Allah Tuhan Yang Nyata

Islam agamaku

Allah tuhanku

Muhammad Nabiku

Al Quran kitabku

Aku bisa nulis,

huruf Arab maupun Aksara Jawa,

Membaca al Quran juga bisa

hanya saja belum sempurna

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”


Bocah Cilik

 

Masa kanak-kanak dulu, aku masih ingat diberikan pelajaran oleh guru-guru TK-ku yang tidak jauh-jauh dari cerita, nyanyi, dan menggambar. Sekolah sambil bermain, atau belajar dengan bermain? Ah, apalah namanya. Nah, salah satu nyanyian yang diajarkan bu Romlah, bu Amanah, serta bu Prapti (guru-guru TK Al Islam 10 Darpoyudan saat itu_pen) yang cukup menghunjam di dada dan masih kuhafal sampai sekarang adalah nyanyian (dalam bahasa Jawa) berikut ini:

 

Siji loro telu astane sedeku,

mirengake Pak Guru,

Menowo didangu,

Papat nuli limo dik,

Lenggahe sing toto,

Ojo pada sembrono mundhak ora bisa;

 

Bocah Cilik-cilik,

Jejer tarik-tarik,

Sandhangane resik,

tumindak-e becik,

 

Alloh iku siji tanpo konco,

tanpo garwo lan ora peputro,

tanpo bopo lan ibu wes ono,

yoiku gusti Alloh kang nyoto

 

Islam agamaku,

Allah pengeranku,

Muhammad nabiku,

Al-Qur’an kitabku….

 

Aku biso nulis,

Arab Jowo wasis,

ngaji iyo uwes,

nanging durung titis,

 

Nyanyian senandung itu bukanlah nyanyian biasa tanpa pesan. Nyanyian itu memiliki pesan mendalam tentang pelajaran tauhid (keesaan Allah) yang fundamental. Syair nyanyian itu menyampaikan pesan bahwa Allah itu Esa. Esa dalam arti tidak boleh memiliki sekutu dalam bentuk dan wujud apapun. Allah bukanlah makhluk. Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tersirat syair itu merupakan terjemahan surat Al Ikhlas.

Setelah memberikan pelajaran tentang tauhid, syair nyanyian itu kemudian mengajarkan tentang rukun Iman. Bahwa setelah orang itu bertauhid, seorang mukmin harus meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, Allah adalah Rabb, kemudian Muhammad adalah utusan terakhir, dan al Quran adalah petunjuk (kitab) nya. Luar biasa memang guru-guru zaman dulu. Berkreasi dengan seni yang indah dengan tanpa meninggalkan pesan fundamental.

Dan yang lebih membuatku senang lagi. Ternyata nyanyian itu di-aransemen ulang oleh sebuah grup band asal Solo bernama Genk Kobra. Berikut kalau ingin mendengarkan dendang nyanyian anak-anak TK puluhan tahun silam yang telah di-aransemen oleh Genk Kobra (bc: Jamaah Kubro). Silakan:

 

Berikut terjemahan bebas saya atas liriknya (kalau ada yang kurang pas, mohon koreksinya. Nuwun..)

 

Satu dua tiga tangannya di atas meja

mendengarkan pak Guru

siapa tahu nanti ditanya

Empat sebelum lima dek

duduknya ditata

Jangan bikin gaduh, nanti tidak bisa

 

Bocah anak-anak

Berbaris rapi-rapi

Pakaiannya bersih

perbuatannya pun bersih

 

Allah itu satu tanpa sekutu

tanpa istri dan tak berputra

tanpa bapak dan ibu sudah ada

itulah Allah Tuhan Yang Nyata

 

Islam agamaku

Allah tuhanku

Muhammad Nabiku

Al Quran kitabku

 

Aku bisa nulis,

huruf Arab maupun Aksara Jawa,

Membaca al Quran juga bisa

hanya saja belum sempurna

Iklan

10 Tanggapan

  1. nice artikel… mengingatkan saya pada saaat kecil dulu yang nakal dan distrap di depan kelas sambil menyanyikan sebuah lagu. Silahkan berkunjung ke blogs yang saya miliki, berikan kritik dan komentar yang membangun demi perbaikan blogs tersebut. Terima kasih

    • @Nana: Iya terima kasih. Nanti coba berkunjung ke blognya…mbak nana

  2. ibu saya orang jawa,tapi cuma ngerti sedikit2 aja mas 🙂

    apa kabar? sori jarang mampir,lagi persiapan walimah soalnya 😀

    • @Didot: Kirain org batak or padang …
      baik Dot..
      owalah.. sama si Uni itu to??
      sayange sy g bs datang krn dibukittingi..
      kecuali dikasih transport dan akomodasi..
      😀

  3. saya anak baik

    • @Didta: Amiiiiiiiiiiiiiin

      auoooh

  4. judul lagu nya apa ? terus bisa download nya dimana ?

  5. boleh download kan mas?

    • lagunya bukan punya saya mbak…

  6. limo nuli enem
    lenggahe sing anteng
    ojo podho gemreneng
    mundhak ora mireng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: