Monumen Kecelakaan [di Bawen]


Monumen Kecelakaan

Selama ini, kita lebih sering mengenal monumen yang terkait peristiwa-peristiwa sejarah yang lebih berorientasi pada perjuangan dan sejenisnya, misalnya Monumen Jogja Kembali (Monjali) di Yogyakarta atau Monumen Pers (Solo). Namun, di beberapa tempat ada juga monumen unik yang tidak menggambarkan mengenai sejarah perjuangan sebagaimana ‘monumen’ yang bisa dijumpai di pertigaan Bawen.

Bagi yang pernah melewati pertigaan Bawen apalagi yang secara rutin melintasi jalur Salatiga-Semarang pasti sudah terbiasa melihat sebuah monumen yang sepertinya ingin menyatakan bahwa di jalur pertigaan itu sering terjadi kecelakaan. Pesan itu dapat ditangkap dengan mudah karena monumen yang terletak di tengah pertigaan Bawen memperlihatkan dua buah potongan mobil yang seolah-olah menabrak sesuatu sehingga moncong bagian depannya hilang.

Di Depan Monumen Kecelakaan Bawen

Di Depan Monumen Kecelakaan Bawen


Pembangunan monumen-monumen seperti foto di atas memang sering juga ditemui di beberapa tempat. Selain di Bawen, aku juga pernah melihat monumen serupa di kawasan Alas Roban. Monumen serupa namun berwujud motor juga pernah kulihat di jalur desa yang menghubungkan Mojosongo (Boyolali) – Simo (Boyolali).

Barangkali, pembangunan monumen-monumen seperti di atas sengaja dibangun (entah oleh masyarakat atau polisi atau DLLAJ) disamping karena di lokasi yang bersangkutan pernah terjadi kecelakaan maut juga dimaksudkan sebagai rambu-rambu agar pemakai jalan selalu waspada khususnya di jalur itu dan di jalan pada umumnya sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dulu, sewaktu masih kecil kisaran umur-umur sekolah dasar, jika aku melewati Bawen dan sempat melihat monumen pada foto itu, aku sering merasa takut selama perjalanan. Dan beberapa tahun kemudian setelah memperoleh SIM, jika aku melewati monumen-monumen serupa, biasanya aku menjadi lebih berhatii-hati dan waspada selama perjalanan. Ada semacam pengingatan agar lebih waspada setelah melihat monumen serupa. Bagaimana denganmu kawan? Apakah ada pengaruh jika kamu melihat monumen seperti itu di tengah perjalanan?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. Wah, saya baru tau ada monumen seperti itu…

    Silakan berkunjung… 😉
    http://popnote.wordpress.com
    Terima kasih… 😀

    • @Agung: ya nanti tapi ya.. 😀

  2. di tempat saya juga ada mas monumen macem itu, ada sedan vw merahnya lho hehe

    • @Argher: di daerah maan tuh mas?

  3. Loh mas Akhmed asli semarang to…ko sering bolak balik semarang-salatiga.Betul mas daerah persimpangan Bawen memang terdapat monumen Kecelakaan seperti itu saya klo pas lewat suka lihat monumen itu.Memang betul ada perhatian lebih bagi pendatang luar kota yang menggunakan jalur itu sebagai jalur transit antar kota solo-joga dan sekitarnya.Tapi sayang hanya bagi pendatang yang menikmati monumen itu,tidak halnya bagi warga sekitar.pernah terjadi kecelakaan tak jauh dari monumen itu kedua sepeda motor bersenggolan menabrak sebuah mobil berlawanan arah.ternyata setelah dilihat sipengemudi sepeda motor yang berulah warga sekitar.wes..wes…mudah2an tidak terjadi lagiSalam kenal mas Akhmed Nice Blog nih.Mari berkunjung ke garasi kecil saya.Trimshttp://www.toyotasemarang.co.cc/

    • @Toyota: bukan. ya dulu sering main ke semarang saja. 😀

      iya..
      biasanya memang klo warga sekitar malah g peduli.
      aneh memang. :-s

      lho sampeyan kantornya dekat Bawen mas??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: