Oleh-Oleh Sekaten dari Solo


Beberapa saat lalu ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (jawa: Muludan). Peringatan Maulid Nabi SAW di Solo (dan Yogyakarta) diperingati dengan mengadakan acara yang disebut dengan tradisi sekaten. Tradisi sekaten sendiri konon sudah diadakan sejak zaman Walisongo.

Istilah sekaten sebenarnya berasal dari kata Syadatain (dua kalimat syahadat: Asyhadu alla ilaaha illa Allah wa asyhadu anna muhammad Rasulullah). Namun, karena lidah orang Jawa agak kesulitan untuk melafalkan syahadatain, maka disebutlah tradisi itu dengan sekaten. Tradisi yang kemudian diwarisi oleh keraton Mataram tersebut termasuk kemudian diteruskan oleh pewaris Mataran yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta itu disebut syahadatain karena dulu jika masyarakat hendak menonton perayaan ini diharuskan mengucapkan syahadatain. Demikianlah dulu dakwah para ulama dalam Islamisasi tanah Jawa berlangsung.

Perayaan sekaten secara resmi dimulai saat diperdengarkannya gamelan yang berada di komplek Masjid Agung. Ini dimaksudkan agar masyarakat mengenal masjid secara lebih dekat.

Dalam perkembangannya, sekaten lebih dikenal sebagai perayaan atau tradisi pasar malam merakyat yang diselenggarakan di Alun-Alun keraton. Tradisi yang sebelumnya dimaksudkan untuk kegiatan dakwah dan Islamisasi pun berubah menjadi sekedar pasar malam atau budaya. Berikut ini sebagian oleh-oleh foto yang kuperoleh saat mengunjungi sekaten di era internet ini.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. Hm … saya sdah lama sekali nggak nonton Sekaten di Jogja. Dulu waktu masih kecil suka nonton, tapi sesudah dewasa malah nggak. Soalnya nggak tahan berdesak-desakan … 🙂

    Fotonya kok kuecil-kuecil sekali? Jadi kurang bisa dinikmati. Hehe, maaf …. ada pembaca protes 🙂

    • @Tuti: sesekali nonton lagi lah bu…
      itung2 bs melihat perubahan sekaten jaman dulu dan jaman sekarang…

  2. wahh ke sekaten tuh naek mainan kapal gantung..asyik bener..ga beda jauh sama kapal gantung di ancol……
    murah pula:))

    • Nami: kapal gantung 7 meter doangl 😀 hehehehe
      dan berasa agak2 ketar ketir krn takut klo jatuh2
      😀

  3. belum ada fakta jatuh kug,kalupun jatuh pas kamu naikin ya mungkin kapalnya belum ridho…hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: