Luk Songo #3


#3 Luk Songo

Episode III

Durasi 4:28

Setelah menceritakan seluruh latar belakang keluarga dan sejarah masa lalunya, Rachmad pun bermaksud mentransfer seluruh ilmu pamungkasnya kepada Joko Aji karena ia merasa sudah waktunya untuk menurunkan ilmunya tersebut.

Rachmad melakukannya karena hanya dengan cara itulah paman Joko Aji bisa dikalahkan. Hanya orang yang mempunyai hubungan darah saja yang sanggup mengalahkan paman Joko Aji karena keris Jokosukmo adalah keris keturunan.

Selanjutnya, sang guru pun mewariskan ilmu pamungkas kepada Joko Aji sebagai bekal menghadapi pamannya untuk bisa mengalahkan dan merebut kembali keris Jokosukmo.

Pada episode III ini, ada sedikit keambiguan latar waktu. Hal ini ditandai dengan adanya kidung yang selama ini dikenal sebagai ciptaan Sunan Kalijaga serta adanya kalimat istighfar muncul dalam Luk Songo. Padahal Luk Songo sebelumnya disetting pada zaman Majapahit yang mestinya bukan beragama Islam.

Berikut kidung S. Kalijaga: Ono kidung rumekso ing wengi, teguh hayu luputo ing lara, luputa bilahi kabeh jin setan, dateng purun paneluhan tan ono wani niwah panggawe, ala gunaning wong luput.

Kembali ke cerita, setelah prosesi penurunan ilmu selesai, tak berlalu terlalu lama kemudian, guru Joko Aji dibunuh oleh seorang siluman yang sebelumnya menyamar sebagai anak yang ditolong Joko Aji sebelumnya. Joko Aji pun sempat diserang oleh si siluman sampai pingsan dan ditinggalkan begitu saja.

Sang siluman belum sempat membunuh Joko Aji karena ia tergesa-gesa untuk segera membawa Mayang (kekasih Joko Aji) pergi untuk dijadikan sebagai tumbal Jogokusumo dan Gunung Kelud mengingat waktu yang sangat mepet.

Pagi harinya, Joko Aji siuman dari pingsan. Ia telah kehilangan gurunya yang dibunuh siluman anak buah pamannya dan kekasih hatinya yang dijadikan sebagai tumbal. Setelah menguburkan gurunya, tanpa banyak membuang waktu Joko Aji langsung mencari pamannya untuk membalas dendam.(bersambung)

Episode IEpisode IIEpisode IIIEpisode IV

Ringkasan Cerita Global

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. itu kartun ya?

    • @ANdi: iya bang
      animasi lebih tepatnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: