Luk Songo (Sebuah Film Animasi)


 

Salah Satu Adegan

Salah Satu Adegan

Luk Songo (Sebuah Film Animasi)

Iseng-iseng browsing dan searching-searching di Youtube, aku ‘tersesat’ di sebuah video bertajuk Luk Songo. Video Luk Songo adalah sebuah film animasi hasil karya anak Indonesia. Berdasarkan keterangan tanggal upload, video itu sebenarnya sudah diupload sejak 2008. Namun aku baru tahunya beberapa hari lalu (Dasar Katrok).

Berdasarkan beberapa sumber yang kuperoleh, film animasi 3D bertajuk Luk Songo itu bersetting Jawa abad 17. Filmnya sendiri dibuat oleh mahasiswa Stikom Surabaya yang dikerjakan untuk menyelesaikan tugas akhir mereka di D-3 Stikom Surabaya.

Sebuah sumber menyatakan film ini secara spesifik bersetting kerajaan Majapahit pada abad ke-17 dengan latar belakang Gunung Kelud dan Candi Bajangratu. Meskipun kalau aku kritisi akan terjadi kejanggalan jika memang diklaim terjadi pada masa Majapahit (selengkapnya akan dibahas di Kritik atas Luk Songo untuk posting mendatang).

Luk Songo bercerita tentang perebutan sebilah keris sakti mandraguna bernama Jogo Sukmo yang bisa digunakan untuk menguasai tanah Jawa. Luk Songo berarti keris dengan sembilan lekukan. Pembuatnya bernama Mpu Ki Wanengtaji, adalah kakek buyut Joko Aji.

Sebenarnya, ahli waris sah keris tersebut adalah Joko Aji, keturunan ketujuh Mpu Ki Wanengtaji. Namun, ada yang merasa lebih berhak memiliki Jogo Sukmo. Dia adalah Sarwoko, paman Joko Aji. Karena sangat menginginkan keris itu, Sarwoko rela membunuh kedua orang tua, istri, dan guru Joko Aji. Ulah Sarwoko itu menyulut dendam Joko yang kemudian ingin merebut kembali Jogo Sukmo.

Perang saudara pun tak terhindarkan. Joko Aji melawan Sarwoko. Seperti umumnya film silat, si jahat Sarwoko tewas di tangan keponakannya, Joko Aji. Setelah berhasil mendapatkan Jogo Sukmo, Joko Aji lebih suka memusnahkan diri bersama keris tersebut.

Dia memusnahkan diri (jw: mukso) agar keris itu tidak jatuh ke tangan orang yang salah. Joko Aji memilih menjaga tanah Jawa dengan Luk Songo,” terang Wawan, panggilan akrab Kurniawan, animator Luk Songo dalam pernyataannya kepada sebuah media.

Secara umum, aku menganggap film tersebut terbilang bagus. Animasinya lumayan halus, banyak visual efek. Dialognya berbahasa Jawa dengan subtitle bahasa Indonesia. Dan lebih hebatnya, pembuatan film animasi itu hanya dikerjakan dua orang. Yakni, seorang animator bernama M. Kurniawan Nadjib dan temannya, Zaki.

Pembuatan cerita sampai editing video kami kerjakan berdua. Hanya dubbing dan ilustrasi musik yang dibantu teman-teman,” kata Kurniawan dalam sebuah pernyataan di sebuah media.

Film berdurasi total 25 menit dan terbagi menjadi 6 part (episode) tersebut awalnya merupakan tugas akhir (TA) mereka. ”Dari awal sampai tuntas, kami mengerjakannya dalam empat bulan,” ujar Zaki.

Dosen pembimbing memaksa saya menyelesaikan karya tersebut dalam empat bulan,” ungkap Wawan. ”Kalau nggak bisa, ya tidak bisa ikut wisuda,” lanjutnya.

Film animasi itu pun tidak dikerjakan dengan asal-asalan. Sebelum membuat film animasi, keduanya melakukan riset terlebih dahulu ke daerah sekitar Trowulan di Mojokerto, dan Gunung Kelud di Kediri. Hal itu dilakukan tentu saja untuk mendapatkan kondisi yang akan digambarkan dalam film. Misalnya, bentuk Candi Bajangratu di Temon, Trowulan. Bentuk candi tersebut digambarkan persis di Luk Songo.

Ada satu hal yang menarik dari film tersebut. Wajah tokoh-tokoh itu diambil dari orang-orang terdekat mereka. Bahkan, wajah si jahat Sarwoko dipinjam dari dosen pembimbing TA keduanya, Bapak Karsam, MA., PhD., pria berwajah sangar dan berkumis tebal.

Tertarik mau menonton filmnya yang tak kalah dengan film animasi Ipin & Upin ini? Untuk sementara episode I dulu saja ya. Hehehe. Bila nanti tak sabar pengin lihat episode ke-2 dst, silakan cari sendiri link-nya yang sudah tersebar di Youtube. 😀

Episode I.

Sumber:

Kaskus

Youtube

IndoCG.Com

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. thanks udah d shared ya, mas ahmed..
    sorry baru ngliat da yg masukin linkny ke blog 🙂

    sukses wat mas ahmed yaa

    regards,
    kurniawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: