Luk Songo #1


#1 Luk Songo

Durasi 4:28

Pada episode pertama, Luk Songo berkisah pada latar waktu abad ke 17 di tengah hutan Mojokerto, dimana hidup sepasang guru dan murid. Sang murid bernama Joko Aji dan sang guru bernama Rachmad. Joko Aji diasuh gurunya semenjak bayi. Dia sendiri tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.

Alkisah, suatu hari ketika Joko Aji diminta gurunya mencari kayu bakar ke hutan karena persediaan kayu bakar sudah hampir habis. Ketika sibuk mencari kayu bakar, Joko Aji mendengar teriakan minta tolong dari dalam hutan. Setelah dicari-cari ternyata teriakan tersebut berasal dari seorang wanita muda yang cantik yang tengah diganggu siluman (dedemit: jw).

Joko Aji pun menolong si gadis yang memiliki nama Mayang Puspita. Dikisahkan, desanya dibakar habis oleh siluman hanya untuk mencari dirinya yang sedianya hendak dijadikan sebagai tumbal kesaktian bos siluman.

Karena desanya habis terbakar, maka Joko AJi menawarkan Mayang agar tinggal di pondok gurunya. Setelah meminta izin gurunya, Mayang diperbolehkan tinggal di padepokan.

Semenjak hari itu, mayang hidup bersama Joko dan Rachmad. Cinta pun tumbuh diantara Joko dan Mayang. Witing tresno jalaran soko kulino (Cinta tumbuh dari kebiasaan dan kebersamaan).

Bersambung…. ke episode II.

Ringkasan Cerita Global

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. aihh..saya ga bisa liat video mas, koneksi pas2an seh… 😦

    • @Chiekebvo: waduh, gimana dong tuh?
      😦

      nyari warnet dulu;
      hehehehehe

  2. lanjuuut 😀

    • Jule: Sip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: