Hukuman Guru SD


 

Sumber gambar diklik saja

Sumber gambar diklik saja

Hukuman Guru SD

Kurasa kawan-kawan masih ingat dengan memori-memori masa kecil di waktu duduk di bangku sekolah dasar khan? Begitupula aku, memori-memori zaman SD itu cukup terekam di benakku sampai saat ini. Apalagi jika berhubungan dengan memori-memori cerita tentang bentuk-bentuk hukuman pak guru dan bu guru yang kuterima selama di SD.

Masa-masa suramku selama di SD berlangsung mulai dari kelas 1 sampai kelas 5 awal. Setelah kelas 5, boleh dibilang aku lebih berprestasi dan seperti mengalami metamorfosis menjadi lebih baik. Selama kelas 1 sampai kelas 5 itu, cukup banyak hukuman-hukuman yang kuterima. Alasan dijatuhkannya hukuman dari pak guru dan bu guru sudah pasti karena tidak mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah). Karena aku tergolong siswa yang gampang teledor, maka tugas-tugas PR yang diberikan pak guru dan bu guru sering tak kukerjakan karena lupa.

Setiap guru berbeda-beda dalam memberikan hukuman kepada kami yang tak mengerjakan PR. Ibu guru bahasa Arab, Imla‘, Khot, Tafsir, dan Tajwid yang kebetulan diajar oleh guru yang sama sering memberikan hukuman dengan menyuruh siswa untuk menyapu kelas, mengepel lantai, dan membersihkan WC (bahasa jawanya: ngosek WC). Dan ketiga hukuman itu pernah kulalui dengan sukses bahkan nambah. Beberapa kali aku sering menyengaja untuk mengerjakan PR agar bisa keluar kelas ngepel lantai atau nyapu-nyapu. Hukuman itu bagiku tak cukup membuatku jera tetapi justru asyik. Aku baru jera setelah ayahku yang mengetahui aku sering dihukum turun tangan mendisplinkanku.

Selain dihukum guru bahasa Arab, aku juga sering dihukum guru Matematika. Lagi-lagi masalah PR. Awal aku di SD, aku sangat tidak memahami pelajaran yang makin ditekuni justru makin tidak karuan ini. Akibatnya, aku sering malas mengerjakan PR-nya. PR Matematika sewaktu kelas 1 dan 2 masih berurusan dengan aktivitas berhitung, mulai penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Namun angka-angkanya masih yang mudah-mudah. Aku sering salah dalam menyelesaikan PR Matematika karena memang tidak bisa memahami Matematika ketika itu. Karena hal itulah, tak jarang jika diberikan PR sebanyak 10 soal, tak satupun soal yang berhasil kujawab. Namun anehnya, meskipun aku sudah berusaha mengerjakan PR itu dengan sungguh-sungguh aku masih saja dihukum hanya karena PR-ku salah semua. Biasanya, aku disuruh menyalin pekerjaan yang benarnya kemudian disuruh mengulang-ulang tulisannya 50 – 100 kali. Jika disuruh menghafalkan operasi perkalian bilangan sementara aku tak bisa menjawab dengan benar maka kalau tidak dipukul penggaris, berdiri di depan kelas sambil menghafal perkalian adalah opsi pilihan hukumanku. Tinggal memilih saja. Hasilnya aku semakin menganggap Matematika sebagai pelajaran yang harus dibumihanguskan.

Hukuman lain yang juga pernah kujalani selama menimba ilmu di SD masih ada lagi namun yang paling sering tentu saja disuruh berdiri di depan kelas menghadap tembok dengan satu kaki diangkat. Aku sendiri tidak tahu apa maksud guru-guruku zaman dulu menghukumku dengan aneka hukuman yang sangat mempermalukan itu. Selebihnya, hukuman-hukuman lain antara lain disuruh berdiri di bawah tiang bendera, dijemur di halaman, lari keliling halaman sekolah, dan menulis tulisan “Aku akan mengerjakan PR” sebanyak sekian kali.

Jika ingat hukuman-hukuman itu, ada rasa kesal sekaligus bikin rasa kangen. Gimana denganmu kawan?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

10 Tanggapan

  1. Heiiii Goda-Gadot, kamu dapat award dari saya nich http://ladeva.wordpress.com/2011/02/06/award-pertama-saya/

    Cek ya 🙂

    • yup
      sdh diambil dan sudah diteruskan 😀

  2. wah extrem banget

    • @ANdi: Fotonya ya yg ekstrem? :-d

  3. mas ada award buat buat mas

    • @Andi: iya, sudah diambil dan sudah diteruskan…
      terima kasih

  4. seingat ku, aku pernah di hukum 2 kali waktu SD.
    waktu kelas 3, gara-gara berisik di kelas disuruh berdiri di luar kelas, berdua sama temenku.
    waktu kelas 5, rambut yang di depan telinga *apa ya namanya* itu di jambak sama pak guru T_T

    • @Apin: Dijenggit istilah jawa-nya….
      tp masak cewek dijenggit sih?

  5. itu fotonya serem bgt, yaa Allah. kejaaaamm >.<
    dari SD saya ga pernah dapet hukuman, anak baik2 sih. hahahaha *ga bermaksud sombong loh 😀

    • @Jasmine: jiah, ada istilah bhw G pernah nakal mk ia berarti pribadi yg biasa2 saja
      :p

      dimana2 org2 sukses rata2 ‘nakal’ krn itulah yg mebuat dia tdk biasa dan menjadi istimewa…
      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: