Hukuman Karena Tertangkap Basah Merokok di Sekolah


Sumber gambar diklik saja

Sumber gambar diklik saja

Hukuman Karena Ketangkap Basah Merokok di Sekolah

Kemarin, aku terlibat obrolan dengan beberapa orang rekan-rekan sekantor di dapur (pantry). Dapur merupakan tempat yang cukup favorit bagi kami untuk istirahat di sela waktu istirahat rolasan atau setelah maghrib. Obrolan kami kali itu tentang sanksi yang diberikan guru saat berhasil menangkap basah murid-muridnya merokok. Hasil sharing kami ternyata memperoleh beraneka macam model sanksi-sanksi yang diberikan para guru.

Seorang rekan kantor yang bernama Edi bercerita tentang kisahnya dihukum oleh guru semasa SMA. Ia paling ingat saat dihukum oleh gurunya gara-gara ketahuan merokok di pojok sekolah. Untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya itu, Edi harus menerima sanksi dari pak guru. Ia diminta menghabiskan sebungkus rokok penuh dalam keadaan tangan terbelenggu. Akibatnya, mau tidak mau ia harus mengisapnya rokoknya terus menerus sambil menahan panas di mulut sampai sebungkus rokoknya habis. Lebih parahnya saat rokoh yang tengah diisapnya jatuh ke lantai, ia harus mengambil rokoh itu tetap dalam keadaan tangan yang terbelenggu dengan kursi. Ia harus rela mencium lantai untuk memungut rokok yang jatuh itu. Efeknya, setelah kejadian itu Edi lebih berhati-hati jika merokok. Ia berani merokok jika sudah jauh dari sekolah dan tidak sedang mengenakan seragam.

Beda lagi dengan cerita Ujang. Sewaktu ia sekolah di SMA ia juga ketahuan merokok di sekolah. Sebagai hukuman, Ujang diminta duduk sambil bersila di halaman sekolah di tengah istirahat siang pukul 12.00an. Sambil duduk-duduk, ia disuguhi sebungkus rokoh Marl**** agar diisap. Namun rokok sebungkus itu harus diisap sebungkus langsung, bukan satu batang satu batang. Posisi tangan juga terikat. Sehingga di samping harus menahan panas di mulut dan sesak nafas, ia juga harus menahan malu disaksikan ratusan murid-murid yang menonton ‘aksi’nya itu. Menurut pengakuannya, hukuman itu cukup membuatnya jera.

Sementara kawanku yang lain, Bagus, dia harus rela dijemur di halaman sekolah dari pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB juga gara-gara ketahuan merokok saat masih duduk di sekolah dasar. Rokok yang diisapnya sebenarnya hanya rokok puntung yang menyisakan sedikit sisa tembakau saja. Bukan rokok utuh sebatang. Beruntung dia tidak sampai pingsan harus berdiri di bawah terik matahari selama 2 jam.

Ada satu lagi pengakuan kawanku Tabrani yang lulusan pesantren. Saat ia di pesantren juga pernah ketahuan merokok. Akibatnya ia harus rela berkepala botak dan disuruh berlari keliling lapangan bulutangkis sebanyak 30 kali di bawah terik matahari dan tidak mengenakan sandal.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. kalo saya dulu jg pernah mas..

    jaman SMA
    kami ada 6 orang
    ketangkep Kering lg ngerokok abis olah raga di kantin.

    dimasukkin ruang BP..di suruh duduk..di kasih teh anget..di suruh minum sampe habis…

    setelah itu baru mulai penyiksaan..
    seorang guru meletakkan rokok 6 bungkus di depan kmi..

    kami disuruh ngabisisin
    satu anak dapat satu bungkus.
    dan sekali rokok ada yg dua batang samape 5 batang sekaligus…

    yg 5 batang itu temen ku yg di tuduh sbg otak dari perbuatan..hehehehe

    keluar dari BP pada pusing semua..hehehe

    yaaa jadikan pengalaman dan lucu2an klo pas reuni sama mereka dan guru2…hahahaha

    salam kenal mas..
    g sengaja lg browsing trus nemu blog anda..melihat postingan nya unik..saya sekalian komen..hehehe

    sekalian mo nginfoin mas..

    sapa tau butuh jasa penulisan Konten pd blog atau web..
    ini bisa di coba http://www.PenulisContent.com

    Recommended ^_^

    • @Duryat: klo ketangkep kering berarti tdk ketangkep basah dong? He3x.
      oke. terima kasih linknya, ntar ke TKP.
      ngomong2, hukumannya seperti yg kucontohkan juga.
      ternyata kebanyakan guru suka menghukum dg model seperti itu.
      😀
      gurunya jangan2 dulunya jg pernah dihukum spt itu ya?? 😀
      hehehee

  2. Kalo saya sih, kalo memang salah, tidak masalah dihukum, asal ada hikmah di balik hukuman tersebut. Yg ptg konsekuen, terhukum dihukum sesuai aturan dan yang menghukum juga bukan orang yang melanggar hukum.
    Misal seperti kasus rokok di atas, terlihat lucu kalo guru yg ngehukum juga merokok. Wagu..
    Alhamdulillah saya tidak merokok lagi, pernah dapat hukuman langsung dari Tuhan, bronkitis kronis.. 🙂

    • @Akhmad: Hehehehe
      iya juga sih, wagu..
      Tp seringnya aturan itu tdk ditegakkan untuk aparat penegaknya…
      😦

      btw, sampeyan usia berapa to? kok sudah kena bronkhitis

      • bukan hanya kasus rokok. Lalu lintas juga loh, sering kan kita lihat yang melanggar justru yang berhak nilang.. 🙂

        saya baru 25, dokternya marah waktu diagnosis, untung dianya cantik jadi seneng dimarahin dokter cantik.. hihi..

      • @Ahmad: hahahaha
        pasiennya ternyata nakal juga nih

  3. Mas Ahmed, selamaaaat! 😀 Dapet award nih, monggo ke sini. 😀

    • @Asop: Iya Sop..
      insya Allah besok (senin) segera dibuat

  4. serem-serem hukumannya. waktu saya SMP temen saya juga dihukum ngerokok 4 batang sekaligus waktu ketangkep basah ngerokok.

    • @Putrijeruk: tp bukan kamu nya khan??
      temennya cewek or cowok?? :-s

  5. untungnya indah ga pernah ketangkep… :mrgreen:
    yaiyalaaahhhh

    • @Indah: kok ya iyalah? knp emange?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: