Benarkah Kick Andy Salah ?


Sumber Gambar klik saja (Kick Andy)

Sumber Gambar klik saja (Kick Andy)

 

Benarkah Kick Andy Salah dan Sebejat Itu?

Tak sengaja aku ‘tersesat’ saat tengah Blogwalking di sebuah blog berakun http://tattyelmir.wordpress.com/. Aku merasa kaget lagi ketika ternyata blog itu menceritakan masalahnya dengan program acara Kick Andy. Karena aku termasuk salah satu dari sekian banyak penggemar Kick Andy dan pernah dua kali datang di acara Tapping Kick Andy, maka aku merasa perlu mengetahui permasalahan yang disebutkan di dalam judulnya dilakukan sampai pengusiran oleh Andi F Noya (kayaknya yang bener namanya Andy F Noya).

Untuk selengkapnya, kawan-kawan silakan membaca curhat Ibu Tatty Elmir di sini (klik di sini). Ada yang tahu ga sih siapa Tatty Elmir? Kalau Dewi Motik? :d

Nah setelah membaca utuh tulisan curhat bu Tatty itu, aku sebenarnya agak sedikit bingung hingga akhirnya mencoba membacanya dua kali dan di beberapa bagian bahkan sampai tiga kali. Muncullah kemudian alur duduk perkaranya dari satu sisi versi ibu Tatty tersebut.

Judul postingan dikasih judul “Kami Tak Sudi Diperintah Untuk bertepuk Tangan Atas Bencana Yang Kami Tangisi” cukup ‘provokatif’ sehingga memaksaku lebih lanjut membaca postingannya.

Si ibu awalnya bercerita, Hmmm…Ceritanya berawal ketika hari minggu siang 16 Januari 2011, pejuang anak dan ketahanan keluarga psikolog Elly Risman, mengirim pesan singkat kepada Ibu Inke Maris (praktisi media, Ibu Wirianingsih (mantan ketua PP Salimah, Ibu Masnah Sari(Mantan Ketua KPAI, Shakina( Direktur Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia) dan saya sebagai pengurus ASA Indonesia, agar kami berkenan datang ke Metro TV, Rabu untuk mensupport Ibu Elly yang diundang sebagai nara sumber dalam acara “KA”. Pada awalnya saya sudah mengatakan tak bisa hadir karena sudah ada agenda rapat. Namun karena Bu Inke Maris tiba-tiba kecelakaan, maka bu Elly lagi-lagi meminta saya untuk berkenan hadir, paling tidak memperlihatkan kekompakan kita.” demikian tulisnya.

Kesimpulan pertama dapat dipahami bahwa ibu Tatty datang bukan sebagai undangan resmi dari pihak Metro TV atau Kick Andy, namun beliau datang atas undangan ibu Elly. Sehingga dengan demikian, boleh dikata ibu Tatty datang sebagai tamu biasa dalam acara Kick Andy. Sebagai seorang tamu, tentunya menjadi sebuah kewajiban baginya untuk menghormati dan mematuhi aturan yang diberlakukan oleh tuan rumah. Bukankah demikian? CMIIW ya bro/sist. 😀

Ibu Tatty pun menambahkan, “Meski kami sudah mengusahakan hadir 30 menit sebelum tapping jam 17.00 seperti yang dijadwalkan, ternyata acara molor 2 jam lebih, toh undangan berusaha ikhlas demi men-support pejuang sekaliber Ibu Elly. Saya juga melihat begitu banyak petinggi dari berbagai organisasi termasuk institusi/lembaga negara seperti Depkes, Menkokesra, Menpora, dan lain-lain. (Semua tokoh yang saya tanyakan mengaku hadir untuk mensupport Ibu Elly, bukan atas undangan pihak Metro TV). Tentu mereka mengorban waktu mereka yang demikian berharga,”demikian tulisnya.

Wah, pasti ibu Tatty datangnya baru pertama kali ke acara Kick Andy ya?? 😀 Kalau baru pertama kali sih memang aku anggap wajar ibu menyatakan seperti itu. Dari sejak dulu, berdasarkan informasi beberapa kawan lain dan pengalamanku juga saat ikut acara tapping, acara tapping memang biasanya dimulai pukul 19.00 an. Pukul 18.30 WIB an masuknya ke ruang studio. Nah kalau pukul 17.00 WIB itu ya untuk menjaga-jaga dari yang terlambat barangkali. Jadi bukan karena molornya acara bu. 😀

Selanjutnya ibu Tatty menuliskan, “Sebelum acara dimulai, seperti biasa, floor manager ( tak taulah kalau di KA istilahnya apa) memberikan pengarahan yang antara lain, harus bertepuk tangan dengan antusias kalau dia mengaba-aba, mengawali tepuk tangan.

Nah, komentarku begini. Ini khan merupakan salah satu aturan yang diinginkan oleh tuan rumah. Kupikir sudah umum di program acara dimanapun. Kalau kita tidak suka dengan aturan ini lebih baik diam atau keluar untuk tidak mengikuti acaranya. Bukankah demikian lebih bijak?

Kemudian selanjutnya ibu Tatty dalam posting curhatnya bercerita tentang isi acara panjang lebar yang sempat bikin aku bingung. Kawan-kawan silakan rujuk sendiri ke blog beliau saja ya? Aku takut salah. “Sessi pertama Andi Noya menghadirkan seorang gadis remaja yang sejak usia 16 tahun sudah terbiasa melakukan seks bebas dan kini menjadi PSK. Kawan-kawan dari berbagai organisasi wanita di samping dan belakang saya mulai berbisik-bisik dan mengungkapkan kekecewaan, kenapa Andy justru mengeksplor masalah ke”terjerumusannya”, ******* dst ……

.…..Ibu Elly Risman yang diundang sebagai nara sumber, ternyata hanya didudukkan di kursi audience, lalu ditanya singkat, tanpa mempertajam “MATERI”, yang menyangkut peringatan atas sesuatu yang selama ini selalu disebut bu Elly sebagai “Bencana Kemanusiaan”. Ibu Elly tak lebih hanya dijadikan sebagai “Asesoris”,……”

…Semua pertanyaan-pertanyaan hanya memancing jawaban yang seolah-olah memberikan pesan “Bahwa seks bebas adalah sesuatu yang lumrah bagi remaja, dan BETAPA MUDAHNYA MENCARI UANG DENGAN MENJUAL DIRI”. ….”

….. si gadis mengiyakan sembari menyebut-nyebut pelanggannya dari berbagai lembaga terhormat negara seperti DPR dan BIN. ( Kata-kata itu, lalu diulang-ulang dan diperdalam dalam canda tawa)….”

…..Alih-alih meminta saran, rasanya sungguh tak percaya, Andy terkenal dengan citranya yang ‘baik’ malah mengusir saya dari ruangan. Waktu Ibu Dewi Motik meninggalkan ruangan sembari mengucapkan kata-kata yang kurang lebih seperti ini…. “Maaf Andy, saya terpaksa meninggalkan ruangan ini, karena saya dizalimi. Saya pikir yang jadi nara sumber Ibu Elly, tapi ternyata anda memaksa kami untuk bertepuk tangan di tengah cerita yang menyedihkan dari anak-anak PSK ini “. Saya lihat Andy Noya dengan wajah tegang mempersilakan bu Dewi Motik yang memang sudah berjalan pergi, untuk meninggalkan ruangan. Lalu sutradara mengingatkan “Lihatlah acara ini dengan utuh”. ….”eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang “Ibu juga ….Ibu harus pergi dari sini, kan ibu sudah tak tahan kan…ibu harus pergi…Ibu harus pergi !!”

Nah, dari gambaran singkat di atas, sebenarnya menurutku langkah yang ditempuh oleh ibu Tatty dan ibu Dewi Motik meskipun mungkin secara materi itu oleh sebagian orang bisa dianggap benar, tetaplah salah dilihat dari sisi manapun. Kenapa salah? Karena sikap ibu Tatty dan ibu Dewi Motik sudah melampaui ‘kewenangannya’ sebagai penonton dan tamu. Sebagai seorang tamu, tentunya menjadi hal yang bijak jika tamu harus menghormati sang tuan rumah di rumah tuan rumah. Sementara berdasarkan curhat ibu Tatty tersebut menurutku sangat nampak sekali (maaf) kearoganannya dalam men’dikte’ host Kick Andy.

Kurasa, siapapun orang yang menjadi host dan kemudian didikte oleh orang-orang yang seharusnya hanya duduk menjadi tamu pasti akan merasa risih dan tersinggung tentunya. Meskipun barangkali sikap seperti itu bisa diredam oleh orang-orang tertentu yang punya kesabaran lebih luas.

Di sini, aku belum ingin membahas isi materi yang menjadi keberatan ibu Tatty. Hanya saja, sekali lagi jika melihat duduk perkara awalnya saja demikian, tentunya ibu Tatty lah yang salah karena beliau bukanlah tamu undangan. Beliau hanya tamu biasa. Maka, wajar jika isi program-programnya tidak disampaikan utuh kepada penonton biasa.

Lebih kecewa lagi, ibu Tatty memposting hal tersebut lengkap dengan nama-namanya dan tidak dengan inisial di blog tanpa terlebih dahulu mengirimkannya ke Metro Tv atau Program Kick Andy. Akhirnya persoalan yang barangkali hanya sekedar inter-personal menjadi masuk ke area publik. Seolah-olah dari tulisan di posting bu Tatty digambarkan bahwa inilah asli sebenarnya wajah Kick Andy.

Aku sendiri meyakini bahwa tak ada satupun di dunia ini seseorang yang sempurna, kecuali para Nabi. Bahkan para nabi pun sebenarnya punya kesalahan, hanya saja mereka terjaga. Itu pula yang sangat mungkin ada dalam diri bang Andy dan Kick Andy. Andy dan Kick Andy bisa saja salah. Tapi kalau pada kasus ini, aku cenderung menyalahkan ibu Tatty deh. Maaf ya bu… 🙂

Nah, untuk ibu Tatty dan siapa saja yang hendak membaca respon dan jawaban dari Bang Andy dan Kick Andy, semuanya silakan dibaca di sini. Tanggapan ANDY F.NOYA atas “PENGUSIRAN” Penonton di KICK ANDY. Semoga setelah membaca dari kedua belah pihak, masalahnya bisa lebih jelas dan clear. Oiya kawan, jangan lupa tonton Kick Andy ya bro/sist ! Halah. 😀

Sebenarnya tulisan ini tadinya mau dituliskan di komentar blog http://tattyelmir.wordpress.com/, namun karena kebanyakan akhirnya kutulis jadi postingan saja. Lebih dari itu, kawan-kawan tidak kupaksa untuk menerima argumen dan pendapatku di atas. Silakan berbeda pendapat jika tidak setuju denganku. Namun alangkah lebih baik jika melihat dua sisi terlebih dahulu sebelum kamu berpendapat.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

Iklan

44 Tanggapan

  1. bentar, aku mau baca sekali lagi…

    • @Ahsanfile: sudah dibaca mas? skrg gmn komentarnya?

  2. uwooh aku netral deh. Ga ingin menyalahkan siapa-siapa, jadi aku ikut dengan kata-kata terakhirmu aja Mas. Bahwa tak ada satu pun orang di dunia ini yang sempurna. Jadi semua orang kan pasti bikin salah ya. Semoga kesalahpahaman yang terjadi antara Andy F. Noya dan Bu Tatty tidak menjadi masalah yang berkelanjutan ya, dan bisa berakhir dengan baik. 🙂

    • @Karina: Diplomat biasanya netral2 😀

  3. waaaaaoooowwww…… masak diusir kayak gt sob ma andy?

    • @Menone: Hmm,, silakan beropini sendiri ya wan..:D

  4. berhubung saya gak lihat acaranya dan gak tahu materi yang disampaikan di acara itu saya gak bisa komen apa-apa.

    • @Andi: Acaranya memang belum disiarkan mas..
      ini bru tapping.
      dan sy mengomentari dr yg sy baca saja mas…

  5. saya sejujurnya membaca tanggapan bang Andy sebelum membaca blog bu Tatty.

    Saya sependapat dengan mas Fikreatif. yang menurut saya sangat salah sekali adalah keberanian si ibu untuk menuliskan MetroTV sebagai media yang berusaha mencoreng nama pemerintah. si ibu juga tidak menyaksikan acara hingga selesai untuk menyimpulkan. She don’t see the bigger picture. Saya percaya, tim KA yang sudah jalan 4-5 tahun ini adalah tim yang solid dan kecil sekali kemungkinannya mereka akan menyusun acara yang bisa menyerang balik ke mereka sendiri.

    Pendapat saya hanyalah satu: mereka yang diusir adalah orang-orang yang arogan. Bagaimana seorang bisa dikatakan arogan? Menilai sesuatu tanpa melihat the bigger picture. Saya hanya membayangkan beliau-beliau ini menonton Slumdog Millionaire, apakah mereka akan mematikan tv nya setelah tahu kalau si cewek survive sampai dewasa dengan mengandalkan *tahulah* nya? Jangan2 malah anak2nya dilarang menonton. Padahal, muatan nilai yang disampaikan di film itu, IMHO, sangat baik.

    salam.

    • @Bram: terimakasih komentarnya yang cukup panjang. Saya tidak ingin mengomentari lebih dalam komentar mas bram. 😀

  6. Problem seperti ini bnyk terjadi, karena perbedaaan luasnya wawasan, pikiran positif, pandangan ke depan, dan mentalitas.
    Dari tanggapan bung Andy atas kejadian tsb, saya malah bnyk belajar ttg kontrol emosi dan penyelesaian mslh yg baik.
    Berbenah Diri.

    • @Ahmad: iya bang….

  7. saya membaca blog tatyelmir dan klarifikasi kick Andy: saya tidak melihat ibu itu memiliki kompetensi untuk memprovokasi audiensi. maaf ya bu, barangkali ibu harus lebih bijak melihat big picturenya.

    dan sayang sekali begitu banyak blogger yang mendukung ibu ini tanpa klarifikasi menunjukkan kualitas emosi orang Indonesia kebanyakan masih seperti ini.

    Bijaksanalah wahai kawan-kawan.

    • @Wise: barangkali mereka belum membaca sisi lainnya sehingga ya membenarkan tindakan ibu Tatty 100%

  8. ikut nyimak

    • @Triyanto: klo sudah menyimak
      ditunggu komentarnya mas..

  9. hmm.. saya pihak netral,.. ^_^

    • @Faruq: netralnya apa alasannya Ruq?

  10. menarik untuk disimak…
    ditunggu hasil perdamaian kedua pihak…
    sehingga tidak ada lagi kesalahan dan dusta diantara kita…:D

    • @Akbar: sy lbh menyarankan perdamaian saja….
      kecuali klo salah satu arogan ya sudah…

  11. Setuju Mas, ” Melihat sesuatu dari 2 sisi sebelum memberi berpendapat “.
    Semoga hanya kesalah pahaman biasa.

    • @Ann: sy harap demikian dan sy jg berharap jika tercapai kesepakatan damai, ibu Tatty perlu bikin penjelasan lg tentang posting dia sebelumnya atau menariknya sekalian.

  12. mudah2an aja cepet kelar kesalahfahaman ini. Tapi aku malah salut dengan bang andy dengan kontrol emosinya..

    • @Kucrit: Sama.

  13. biasa cewe kadang banyak bumbu dalam ngobrol, kali ini sy rasa si ibu menulis seperti ngobrol bukan dgn kaidah yg baik.

    • @Adit: sy jg melihat tulisannya tersebut diliputi rasa amarah terlebih dahulu…

  14. kesan saya justru Andy F Noya gagal mengontrol emosinya, sehingga ibu Taty dibentak keluar

    sesuatu yang kemudian disadari Andy F Noya, di blog KA bahwa dia juga musti belajar mengendalikan emosinya

    itulah kesimpulan saya setelah membaca kedua blog tersebut

    • @R10: hmmmm klo aku sebaliknya mas…
      “pengusiran” oleh bang Andy mnurut sy wajar krn dia adalah hostnya dan tuan rumah.
      Sementara tamunya dk bs menghormati tuan rumah dg byk mendikte host. Barangkali, jika itu org lain, kemarahannya mungkin akan lebih hebat lagi.
      Namun ternyata bang Andi nggak marah yg besar. meskipun ledakan emosinya sy akuin terlihat. Dan itu sih wajar.
      Sisi lainnya, bang Andy tdk mempersoalkan penontonnya itu yg ia suruh keluar dg memperpanjang masalah dg menulis atau berkoar2 di media mengingat pd posisi tsb bang andy benar lho… (dia lah hostnya).
      Bang Andy tetap melanjutkan tapping agar tak mengorbankan penonton lainnya.
      Tapi, justru ibu itu lah yg memperpanjang masalah dg menuliskan ‘kekesalannya’ di media internet yg bs diakses publik.
      tp klo sampeyan nyimpulin beda sama sy ya tdk apa2 sih..
      😀
      hehehee

      • tapi blog si ibu itu bilang: Biar ruangan tidak semakin gaduh, saya mencoba menyabarkan diri dengan bilang “Ya sudah kalau begitu, saya tetap akan di sini, dan berharap semoga acara berjalan seperti yang dijanjikan”. Tak dinyana tak diduga, eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang “Ibu juga ….Ibu harus pergi dari sini, kan ibu sudah tak tahan kan…ibu harus pergi…Ibu harus pergi !!”

        sangat jelas itu benar2 pengusiran. Sebagai host yang punya reputasi yang sangat baik di mata publik, menurutku itu terlalu kejam, sekalipun andy noya adalah tuan ruma dan si ibu itu tamunya.

      • @Imroe: iya.. itu khan versi si ibu khan???
        Coba dihubungkan denngan jawabannya bang Andy. Sama nggak?
        Kalau sampeyan membela ibu itu dg argumen si ibu ya otomatis kurang kuat dong. 😀 hehehe

        Sebelum sy terlalu mengkritisi jawaban sampeyan, sy tanya dulu apa sampeyan sudah membaca kedua sisi belum??? 😀

        Apa yg dilakukan bang Andy adalah sebuah reaksi atas AKSI yg dipicu oleh bu Tatty. Ingat lho, ibu Elly yg diundang resmi saja tetap bersikap diam dan tenang tuh??? 😀

  15. Sy setuju klo yg merasa diusir oleh kick andy mempunyai sikap yg arogan!! krn ternyata dia tdk memahami acr kick andy secara utuh.. termasuk knp tema itu yg dipilih.. karena arogansi sehingga mengesampingkan LOGIKA.

    Maju Terus Kick Andy…

    • @Ican: sy khawatirnya hal itu dikarenakan bliau menganggap dirinya adalah ‘tokoh’ yg seharusnya didengar.
      ini lbh bahaya lagi….

  16. mas…kapasitas kita sebagai orang biasa adalah mengikuti acara, menyimak, dan mengambil hikmahnya. ibu-ibu tadi adalah tokoh yang selama ini mungkin merekalah yang ditonton ataupun dijadikan narasumber…hingga pada akhirnya mereka perlu interupsi acara.
    mereka adalah tokoh yang datang tidak perlu mengantri, langsung duduk di kursi pilihan jadi menurut saya lumrah mereka punya kuasa untuk menginterupsi.
    cuma caranya kok kekanak-kanakan, dan lebih kekanak-kanakan lagi orang-orang yang bersimpati dengan dia (bukan berarti saya lebih bersimpati ke Bang Andy)

    • @Viersy: Nah itulah dia kesalah keduanya -klo menurutku lho ya-.
      Klo memang demikian brati mereka tdk bs menempatkan diri sesuai dengan perannya..
      Catatn sy berdasarkan penulisan ibu Tatty: mereka itu datangnya tdk diundang. Jd mereka datang bukan berkapasitas sebagai narasumber. Jd, tidak seperti yg mbak sebutin. Mk aq mengatakan arogan krn mereka terlalu melampaui wewenangnya sbg penonton.

      Bahaya jika org yg selama ini dikenal sbg tokoh namun berharap diperlakukan selalu istimewa. Lebih berbahaya kurasa..
      semoga tidak demikian…..

  17. sya ikt baca aja deh sebagai pembelajaran u/saya, soalnya sya ga ada di TKP jdi ga ngerti 🙂

    • @Ok: 😀 sy juga g di TKP kok,
      makanya membahasanya lebih ke proseduralnya saja.
      bukan ke materi.
      Apalagi penuturan dr pihak penonton hn dibuat oleh ibu Tatty. Sementara dr penonton lain belum ada. 😀

  18. ___”eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang “Ibu juga ….Ibu harus pergi dari sini, kan ibu sudah tak tahan kan…ibu harus pergi…Ibu harus pergi !!”____

    menurutku itu sangat tidak manusiawi untuk dilakukan untuk seseorang yang punya reputasi baik seperti Andy Noya. kalau tukul yang bilang kayak gitu justru menjadi satu hal yang menyenangkan, tapi Andy Noya? Hell No!

    justru si ibu itu penonton yang tidak hanya bisa sekedar disebut sebagai penonton, dia benar2 menyimak, tentu saja semua itu terjadi karena banyak berharap dari Andy Noya.

    soal tepuk tangan itu, mmnn… sepertinya itu pujian mansturbasi.

    • @Imroe: silakan mas imroe membaca dr dua sisi ya mas… 😀
      referensinya dr ibu Tatty mulu sih… 😀
      jd sy g mau komentari komentar sampeyan….

      😀
      tp klo berbeda pendapat dlm menilai sih silakan2 saja. 😀

  19. saya baru baca nih.. masih bingung siapa yg benar dan siapa yg salah..
    seinget saya, di acara Kick Andy bukannya kalo narasumber dalam hal ini misalnya psikolog dan lainnya memang duduk di bangku penonton ya?? trus nanti baru dimintai pendapat tentang topik yg sedang dibahas di segmen2 terakhir..
    yyaaa.. semoga ada perdamaian ya, dan saran saya perdamaiannya jangan lewat media jg, ktemu lah ngobrol2, sambil ngopi2 jg boleh, ngajak2 saya apalagi.. hehehehe

    • @Kiki: Yup, bener sekali. Selama bertahun-tahun demikian yg kutahu.
      itu sepertinya ibu Tatty nya salah tangkap informasi. si Ibu menyangkanya yg jd narasumber untuk tampil di depan adl rekannya. Ternyata bukan. Ya begitulah kalau tidak paham acara Kick Andy lalu ikutan sekali dan bikin kisruh lalu bikin opini..
      akhirnya malah bikin ruwet…..

  20. Bung, kemarin saya sudah lihat tayanganya, sudah baca blog tety amir dan sudah baca tanggapan andy noya.

    Mungkin yg bisa saya simpulkan, seperti yg anda tulis bahwa Tidak ada manusia yg sempurna, bisa jadi ada beberapa pertanyaan Andy noya yg agak melenceng dikarenakan suasana dll.

    Tetapi pada editing, hal tersebut sudah tidak ada, sehingga alur cerita bisa menjadi lebih baik, lebih bagus dan yg penting lebih mendidik.

    Jadi kesimpulan saya setelah melihat tayangan kemarin adalah bahwa misi Kick Andy sudah sesuai dengan tujuannya tanpa pengesampingkan unsur hiburan.

    • @Budi saya setuju dengan anda..

  21. @ALL” kemaren sudah menonton di televisinya khan? apa kira2 ada kesalahannya??
    klo kekurangan, sy yakin itu ada. tp apa seperti yg dikisahkan ibu Taty?? :-s
    Kok sepertinya jauh banget. Cukup seimbang, dan memberikan gambaran lebih jelas ttg persoalan perilaku sex remaja Indonesia.
    *menyedihkan dan menampar kita untuk turun ikut mencari solusi.

  22. ya semoga saja konflik ini tidak mejadi permusuhan yang berkepanjangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: