Puri, Semoga Allah Memberimu Yang Terbaik….


Puri, Semoga Allah Memberikanmu Tempat Terbaik….

Sudah sekitar tiga bulan salah seorang kawanku yang cukup akrab di dunia maya tak pernah sekalipun muncul kembali. Tak ada satupun kabar tentangnya yang dapat kuperoleh. Tak ada lagi canda di Yahoo Massenger (YM) dan diskusi tentang Filsafat di Yahoo Answer lagi. Tak pernah lagi ada saling komentar di blog dan perdebatan lainnya. Tak ada lagi sebutan “kakak” untuk ku. Semuanya menjadi lebih sepi selama tiga bulan terakhir. Aku benar-benar kehilangan seorang sahabat.

Puri, demikian aku menyebut namanya. Aku lupa kapan pertama kali mengenal namanya di dunia maya. Seingatku, aku mengenalnya melalui blog Puri The Pink Octopus. Sebuah blog yang pada awalnya condong bertutur tentang filsafat. Aktivitas berkomentar, diskusi, dan perdebatan lah yang kemudian mengakrabkan kami sampai kami bisa bersahabat (di dunia maya). Namun kini, aku tak tahu dimana sekarang ia berada.

Sebenarnya, ada satu rahasia yang dipesankan kepadaku agar tidak menceritakannya kepada siapapun. Aku pun siap menjaga rahasia itu. Namun, aku memberikan syarat jika telah lebih dari tiga bulan ia menghilang tanpa jejak maka aku memohon agar diberikan izin untuk menceritakan rahasia tentang dirinya selama ini. Ia mengizinkan.

Begini kawan, aku pernah membahas di blog tentang seseorang yang akan operasi kanker otak di Singapura kisaran bulan Juni 2010 dan minta doa kawan-kawan blogger. Orang itu tak lain tak bukan adalah Puri. Alhamdulillah saat itu tak lebih dari sepekan ia berhasil melalui operasi keduanya dalam tiga tahun terakhir dengan baik. Ia masih diberikan izin oleh Allah untuk hidup.

Namun kini, aku telah kehilangan selama lebih dari tiga bulan. Sudah waktunya aku sedikit membagi rahasia yang selama ini kujaga tentang dirinya. Semua berawal saat tanggal 10 Juni 2010. Puri (sebenarnya bukan nama aslinya) mengatakan bahwa sebenarnya salah satu alasan kenapa ia tidak sekolah namun lebih memilih homeschooling dikarenakan ia menderita Kanker Otak. Ya, ia adalah seorang blogger asal Bandung yang menderita Kanker Otak. Sebuah penyakit yang bagiku seram.

Katanya, ia memang harus menghadapi operasi berkali-kali. Kanker Otak tak bisa sembuh hanya dengan sekali operasi saja. Namun berkali-kali operasi pun belum tentu juga bisa menyembuhkan penyakit itu. Pada operasi pertama tiga tahun sebelumnya, ia banyak kehilangan ingatannya. Memori otaknya sebagian hilang. Ia pun juga harus rela kehilangan penglihatan kirinya akibat operasi pertama. Rambutnya pun juga otomatis harus digunduli. Itulah sebabnya ia memilih nama Octopus. Ketika rambutnya sempat tumbuh sedikit kembali, ia mengganti namanya menjadi Puri Takoluka.

Selama bertahun-tahun, ia beraktivitas lebih banyak di atas tempat tidur. Karena itulah ia lebih sering menghabiskan waktunya dengan nge-game, berinternet, ngeblog, dan membaca. Ia juga pernah bercerita harus sering kucing-kucingan dengan perawatnya saat nge-game atau berinternet.

Puri, bagiku merupakan salah satu sosok kawan blogger yang sangat besar memberiku motivasi. Selain Puri, ada nama Cempaka. Keduanya benar-benar sosok blogger yang tak menyerah dengan ancaman penyakit. Puri dengan kanker otak dan Cempaka dengan lupusnya mampu memberikan bukti bahwa penyakit bukanlah hambatan dan halangan untuk bisa beraktivitas, ngeblog khususnya.

Ketika aku bertanya tentang keadaan kesehatannya, Puri mewanti-wantiku agar aku tidak memperlakukannya seperti orang sakit. Dan itulah salah satu alasannya ngeblog dengan menyimpan seluruh rahasianya yang berhubungan dengan pribadinya. Ia tak ingin diperlakukan sebagai orang sakit. Ia ingin dianggap sebagaimana selayaknya orang biasa. Dan ia menemukannya melalui ngeblog.

Semoga kita semua -khususnya kawan-kawan blogger- bisa termotivasi dengan semangat yang ada pada sosok Puri. Terakhir, “Puri, dimanapun kamu berada saat ini dalam keadaan bagaimanapun, aku hanya bisa berdoa semoga Allah memberikanmu yang terbaik. Amiin.”

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

 

Iklan

24 Tanggapan

  1. #Sedih.. Saya turut berduka dan ikut mendoakan semoga beliau dapatkan yang terbaik.

    Apapun yang terjadi, mungkin Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk Puri. Beruntung dia punya kawan seperti mas Ahmad yang begitu setia dan perhatian.

    • @Ahmad: Seluruh kawan2 bloger yg mengenalnya sy yakin beruntung juga mas….mngenal dia
      termasuk sy.

  2. pernah punya temen yang kena kanker otak juga, dan memang benar, ingatannya sebagian akan hilang. termasuk ttg dirinya, teman-temannya, keluarganya. bahkan kaget pas dia tidak mengenaliku sebagai temannya. ingatannya kembali ke awal perkenalan, padahal itu sudah 2 tahun berselang. Ingatan ttg kejacdian yang baik2 bsia dia ingat dengan jelas, tapi untuk mengingat misal: rasa sakit hati dengan tunangannya, dia butuh waktu lama untuk mengingat, bahkan jika dipaksa bisa membuat efek sakit jangka panjang.jadi untuk baiknya memang penderita kanker otak tidak diingatkan tentang sakitnya. semakin dia mengalami tekanan /masalah, semakin sakit nanti. semoga cepat mendapat kabar ttg temannya yaa… dan semoga dalam keadaan baik2 saja.. amiin.. 🙂

    • @Rizky: sekarang gimana keadaan dia mbak???

  3. semogapuri cepat sembuh dari penyakitnya, dan bisa nge-blog lagi bareng kita

    • @Andi: amiiiiiiiiiin

  4. Semoga keduanya, (Puri dan Cempaka) segera diberi kesembuhan.

    • @Ida: amiiiiiiiiiiiiiin

  5. Saya merinding loh bacanya… 😦

    Semoga Puri dan Cempaka mendapatkan yang terbaik, amin.

    • @Rime: Amiiiiiiiiiiiiiiiin atas doanya

  6. turut berduka buat puri sama cempaka kang iia.. semooga lekas di angkat dan gag perlu lagi ngejalanin operasi2 lainnya 😦

    • @Genial: Klo untuk Puri, aku blm tahu kabar pastinya.
      tp klo untuk Cempaka, setahuku dia msh sehat mas…

  7. Astaga, Mas. Saya nyaris menangis membacanya. Saya sudah cukup lama mengenal Puri, kami sama-sama user Yahoo! Answers, tapi dia aktif di subkategori Filosofi sedang saya di Persajakan, namun demikian, kami sama-sama di satu ruang, “Seni Insani”.

    Saya sering mengintip subkategori Filosofi, dan sering membaca pertanyaan & jawaban inspiratrif Puri. Ya, dia termasuk salah satu user paling aktif di room Filosofi. Pertama kali saya mengenalnya Puri, ia memakai avatar “Mashimaro” dengan nama “Puri” saja.

    Dalam satu postingan, ia pernah mengaku “lupa bernapas”, dan dari sana saya punya firasat. Tapi kebijaksanaannya mendorong saya untuk benar-benar “berkenalan” dengannya. Saya mulai aktif menjawab pertanyaan di Filosofi meski saya tahu itu bukan bidang saya. Saya sangat senang ketika mendapat jawaban terbaik dari Puri. Mulai dari sanalah, kami kenal.

    Kemudian ia mulai membuat blog di awal tahun 2010, dan memulainya dengan “kekacauan”, saya yang saat itu tidak mengerti cara meninggalkan komen dalam blog, hanya bisa memberi komentar di ruang shout box. Dari blog tersebut, saya mengenal Pak Ahmed dan kawan-kawan lain, kemudian mulai aktif nge-blog juga. Aku ingat pertama kali melihat perbincangan Pak Ahmed dengan Puri saat memperdebatkan otak gajah dan otak manusia 😉

    Terakhir, dia menulis “I’m Sorry”, dan saya memberi pesan panjang di sana, tak ada firasat apa-apa, hanya rasa takut yang entah. Dan jujur, saya pernah punya firasat ketika membaca interest pada profil blog Puri adalah “otak”.

    Begitulah, kami tak pernah berbincang di luar blog dan Yahoo! Answers, karena saat itu saya belum mengerti Y!M, FB apalagi Twitter :'(.

    Puri, apapun yang terjadi, saya bangga pernah berkenalan denganmu, saya yang tak pernah percaya diri dipanggil “kakak”, jujur, merasa senang dipanggil ‘kakak’ olehmu, padahal kebijaksanaan dan semangatmu jauh lebih besar dibanding saya. Dan kenyataannya, sayalah yang banyak belajar darimu.

    Ah, Puri, cepatlah kembali :'(. Semoga Sang Pembesar Jiwa memberimu kesembuhan. Lalu kita bisa berbincang tentang filsafat lagi…

    😥

    • @Rafael: sebagian dr apa yg mas sampaikan di atas pernah sebagiannya diceritakan Puri…
      btw, mas kenal dg pengguna nama Angga ndak di Yahoo?
      kira2 ada nggak nama angga ya mas?

  8. Sedihnya membaca tulisan diatas. Tentu sulit sekali kehilangan teman yang sudah seperti anggota keluarga sendiri

    • @Ifan: ya minimal dia pernah memberikan waktu untuk berbagi dg saya.
      Banyak manfaat mengenalnya…

  9. makasih infonya ditunggu lainya

    • @Mukhiyadi: insya Allah one day one post mas…

  10. tertunduk…tangan menengadah.
    ijinkan indah ikut serta berdoa untuk mba puri..
    :’)

    Allah pasti sayang banget sama dia…

    • @INDah: amiiin

  11. Mohon maaf sebelumnya, cerita tragis ini pernah beredar di kompasiana.com. Perbedaannya adalah Puri yang cerita di sini adalah seseorang yang terkena penyakit kanker otak, sedangkan kalo di kompasiana.com Puri adalah “seseorang” yang sudah meninggal karena kanker payudara. Kenapa saya berikan tanda kutip? Karena ternyata Puri yang di kompasiana.com adalah tokoh fiktif. Tanpa bermaksud menyamakan dengan Puri teman kamu, mungkin link ini bisa berguna. Warga kompasiana ramai membicarakan ini karena banyak yang bersimpati kepada Puri. Silahkan dibaca.
    http://new-media.kompasiana.com/2009/11/10/menghukum-pembuat-tokoh-puri/

    http://new-media.kompasiana.com/2009/11/10/tokoh-fiktif-di-kompasiana/

    http://www.kompasiana.com/ceritapuri

    http://new-media.kompasiana.com/2009/11/10/dengan-tidak-hormat-kompasiana-bekukan-akun-ceritapuri/

    Terimakasih 🙂

    • @Ladeva: seingat sy, sy dan Puri pernah membahas tentang nama puri yg di kompasiana…
      Puri yg kukenal sendiri punya (sempet punya) Id di Kompasiana juga.
      dr interaksi kami selama ini, feeling sy mereka puri yg berbeda meskipun ada sisi kesamaan juga yg sy akui.
      dan setelah sy memperhatikan dg seksama tulisan2 Puri di kompasiana yg fiktif itu, sangt berbeda dg gaya tulis Puri yg kukenal.
      Dan sebagai tambahanm juga, selama ini dia tdk seperti puri yg fiktif krn Puri yg kami kenal itu tdk pernah menceritakan ttg penyakitnya kepada siapapun kecuali saya. Itu krn dia g ingin diperlakukan seperti org sakit.
      Artinya kurasa Puri yg kami kenal berbeda dg puri yg fiktif di kompasiana.
      sy ucapkan terima kasih atas informasinya….

      🙂

  12. Mas, semalam aku mimpi ketemu Puri, padahal tidak tau wajahnya, jadi mungkin imajiku sendiri yang membentuk rupanya dalam mimpi :D. Kangen banget :). Mas kalau ada kabar terbaru Puri, aku boleh minta nggak, lewat mail.

    Angga? Kalau An99a aku kenal, Mas, tapi beliau jarang hadir di Y!A, ada Angga Kalimantan juga. Mereka pernah aktif di Persajakan, ada apa, Mas?

    @ladeva
    Saya mengenal Puri sedari dua tahun lalu, dia sudah ada di Yahoo! Answers sejak tahun 2007 dan selama itu, saya tidak pernah tahu perihal penyakitnya, saya cuma mengenal, Puri adalah sosok yang tabah dan bijak 🙂

  13. Comment saya kemarin hanya ingin sekedar mencari klarifikasi apakah yang kita maksud Puri yang sama atau berbeda. Semoga Puri dalam cerita ini diberi jalan hidup yang terbaik dari Yang Maha Kuasa 🙂
    Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: