Berdoa Sebelum Makan


Berdoa Sebelum Makan

Suatu hari aku tengah menikmati makan siang di warung mbok Jum yang cukup ramai bareng kawan-kawan. Di seberang bangku ada seorang perempuan berkacamata yang sepertinya mahasiswi baru bersiap menikmati makanan di hadapnya. Nasi pecel dengan lauk tempe dan telur dadar ditemani segelas es teh.

Aku sengaja mencuri pandang dan memperhatikan tanpa sepengetahuannya. Melihat nasi pecel yang sudah tersaji di depannya, ia tak lantas segera menelan makanan itu tergesa-gesa. Ia justru mengangkat kedua tangannya ke sisi meja. Kedua sikunya menopang lengan agar tegak berdiri sementara jari jemarinya saling menggenggam dihadapkan di depan dahi. Kemudian kulihat mulutnya perlahan mulai terlihat sedikit komat-kamit mengucapkan kalimat yang tak dapat kudengar. Kurasa ia tengah berdoa. Beberapa saat kemudian ia baru mengambil sendok dengan tangan kanannya lalu perlahan menikmati nasi pecel.

Di sebelahnya ada seorang perempuan juga yang kurasa kawan perempuan berkacamata yang kuperhatikan sebelumnya karena keduanya datang bersama dan sempat terlibat obrolan. Saat si perempuan berkacamata itu baru mulai memasukkan satu sendok nasi pecel, si perempuan di sebelahnya ini sudah memasukkan nasi lebih dari dua sendok di hadapannya. Barangkali karena merasa seret di tenggorokan ia ambil es teh di sebelah kiri piring dengan tangan kiri dan menegaknya beberapa teguk. Beberapa saat kemudian, aku melihat si perempuan berkacamata juga mengambil gelas berisi es teh di sisi piring. Ia genggam gelas es teh dengan tangan kanan lalu perlahan ia meminumnya.

Seketika itu aku langsung tersenyum sendiri. Muncul rasa kagum atas apa yang dilakukan oleh si perempuan berkacamata itu dalam hati. Di tengah-tengah keramaian warung, ia masih menyempatkan sedikit waktu untuk sejenak berdoa sebelum makan. Tak ada rasa malu untuk sebuah perbuatan yang baik. Saat aku tengah tersenyum, kawan yang duduk berhadapan denganku menegurku, “Woe, senyum-senyum sendiri lagi gila ya?”

Ah nggak..,” jawabku singkat seraya melanjutkan makanku setelah mengucap “bismillahi fi awalihi wa akhirihi”.

 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

18 Tanggapan

  1. Hampir bisa dipastikan berdoa
    Kalo lupa di awal, biasanya pas inget berdoa 😀

    • @Achoey: alhamdulillah :-bd

  2. jangan sampai lupa berdoa, karena itu wujud syukur kita kepada Tuhan

    • @@Andi: benul…
      🙂

  3. jadi ingat.. setelah dewasa, saya ga pernah baca doa sebelum makan kecuali pas buka puasa 😀

    tampak ada yang dapet idola baru nih… *tuing.. tuing..*

    • @Rime: heheheehehe….
      sok atuh sekarang doa lagi… :p

      idola baru???
      yg mana ya??

  4. Insya Allah, selalu doa 🙂

    • @Ida: alhamdulillah

  5. biasakan berdoa sebelum makan dan sebelum beraktivitas apapun 😀
    *bwt diri sendiri juga

    • @Jasmine: klo aktivitas maksiat masa ya bismillah?? :-s

      • @mas ahmed: -.-‘ itu nggak termasuk, maaass
        kayaknya kata2 saya kurang spesifik yah? jd harusnya “sebelum beraktivitas yg baik” 😀 *maksa

      • @Jasmine: hahahahahaha

  6. aduh, jadi tesindir.. jadi pgn bnyk2 doa..

    • @Ahmad: wah bukan bermaksud menyindir lho bang….

      🙂

  7. saya masih lupa2 ingat berdoa sebelum makan :malu:

    • @R10: 😀 its oke lah…
      yg penting terlambat drpd tdk sama sekali

  8. aku juga kadang-kadang, tapi kalopun ingetnya di tengah-tengah makan, ya langsung doa dalam hati. hehe… jadi malu… >.<

    • @Karina: sama kok Rin…
      sama2 sering lupa..
      😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: