Gimana Cara Belajar Kamu?


Gimana Cara Belajar Kamu?

Bismillahirrahmanirrahim

Berbicara tentang model dan metode pembelajaran masing-masing orang dalam mencerna suatu materi pelajaran/kuliah yang selama ini pernah kutemui ternyata beraneka macam. Sebagian diantaranya cukup unik. Sebagaimana pada posting sebelumnya, ada orang yang bertipe pembelajar seperti Andi dan Iwan. Andi tipikal pembelajar yang merasakan pelajaran lebih cepat masuk ke otak jika diiringi musik. Sementara Iwan adalah pembelajar yang merasakan nikmat mudahnya mencerna pelajaran jika berada dalam suasana yang hening dan sunyi.

Model pembelajar yang seperti Andi pun masih bisa dipilah dan dibagi lagi. Ada sebagian kawanku yang jika belajar lebih suka diiringi musik-musik rock yang keras. Namun sebagian yang lain sama sekali tidak bisa masuk jika mendengarkan musik rock sekalipun pada dasarnya yang bersangkutan penggemar musik rock. Sebagian yang lain ini lebih merasa mudah mencerna pelajaran diiringi musik pop. Dan kurasa masih banyak kawan-kawan yang lebih memilih jenis musik lainnya.

Model-model pembelajar yang seperti Iwan yang lebih suka berada dalam kesunyian, biasanya menempuh jalan dengan mengunci diri di dalam kamar yang tenang dan kemudian tidur sambil membaca materi pelajaran. Sebagian lagi lebih suka dengan duduk di atas kursi meja belajar karena jika sambil tiduran justru akan mempercepat proses mengantuk. Sementara sebagian orang lain lagi yang merasa kamarnya kurang representatif untuk menciptakan kenyamanan dalam belajar, lebih suka mengasingkan diri ke luar kamar menuju tempat-tempat tertentu untuk menciptakan kesunyian yang diinginkan.

Beberapa kawan kuliahku dulu yang bertipikal pembelajar terakhir di atas biasanya memilih diantara 3 lokasi tempat, yaitu taman kampus; masjid kampus; atau perpustakaan. Ketiga tempat itu memang boleh dibilang mampu memberikan sensasi kenyamanan dan ketenangan dalam belajar. Suasana angin sepoi-sepoi yang memang efektif mempermudah otak mencerna. Di kampusku, perpustakaan memang di-setting sedemikian rupa sehingga terasa angin sepoi-sepoi yang semilir. Begitu juga masjid kampus dan taman kampus, kedua tempat ini juga cukup nyaman bagi pembelajar model quiet out-door lover.

Selain model pembelajar di atas, ada lagi beberapa kawan yang belajar lebih mudah dengan cara membaca keras-keras. Kebalikannya, ada juga sebagian kawanku yang justru lebih mudah belajar dengan membaca pelan atau di dalam hati. Biasanya kedua model pembelajar ini tidak pas jika berada dalam satu ruangan saat belajar. He3x.

Model pembelajar lain yang pernah kutemui menempatkan waktu dan suasana sebagai kunci dalam mencerna pelajaran. Ada kawanku lebih memilih waktu di sore hari saat langit tidak terasa panas namun belum dingin. Alasan lainnya karena sore hari umumnya mata belum mengantuk. Kawanku yang lain lebih memilih malam hari setelah shalat isya‘. Alasannya malam hari lebih tenang daripada siang atau sore. Ada juga kawanku yang lebih memilih waktu tahajud (dini hari sekitar jam 12 ke atas). Alasannya lain lagi. Pada waktu dini hari suasana berada pada puncak kesunyian dan ketenangan. Jika sebelumnya telah diawali dengan tidur, maka otak dianggapnya lebih fresh. Satu alasan unik lainnya adalah, “waktu dini hari belajarnya dibantu dan didoakan malaikat,” demikian katanya. Terakhir, ada yang lebih suka belajar setelah sholat subuh. Alasannya hampir mirip dengan yang memilih belajar di waktu dini hari.

Masih ada pembelajar lain? Tentu saja ada. Salah seorang atasanku berkata bahwa dirinya merasa lebih mudah mencerna pelajaran jika ada hujan. Semakin deras hujan, maka semakin bersemangat dia belajar.

Diantara sekian banyak model pembelajar yang kuketahui diantara kawan-kawan dan orang-orang di sekelilingku, ada salah seorang kawanku yang jika berkali-kali mengulang-ulang pelajaran tapi tidak bisa nyantol-nyantol juga di otak, maka dia menonton film dewasa (BF) atau melakukan aktivitas-aktivitas yang mengarah ke s**. Pengakuan dia, setelah menonton film tersebut beberapa menit dia menjadi lebih semangat dan otaknya lebih segar. Entah benar atau tidak, itu hanya pengakuan dia sewaktu di SMA. Jika benar demikian, apa itu normal ya? Baik atau buruk menurutmu? He3x.

Demikianlah beberapa model pembelajar yang ada di sekitarku. Secara umum cukup unik. Kalau aku sendiri boleh dibilang tak memiliki karakteristik khusus dalam belajar dan menentukan waktu yang tepat untuk belajar. Huft. Kalau kamu gimana kawan? Bagaimana model belajarmu selama ini?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

9 Tanggapan

  1. pertamax kah saya?? xixixi salam kenal mas.. gmn pun cara belajarnya yg penting hasilnya… betul?

    • @Archer: jiah, disini mjd pertamax gmpang Gan…
      soalnya yg kmen sedikit.. 😀

      iya sih, yg enting hasilnya dr pembelajarannya itu

  2. Sepertinya aku lebih melihat apa yang sedang dipelajari dan kemudian suasananya disesuaikan

    • @Ann: ya ya ya….
      suasana nya disesuaikan seperti apa Ann??

  3. Cara belajar Indah lebih mirip Andi, harus memerlukan muzik dan suasana bising untuk belajar. cara ini memberi banyak inspirasi dan tidak mengantuk. kalau suasana sunyi, Indah akan cepat rasa mengantuk dan tidur.

    Thanks ya untuk posting menarik ini. semoga sukses selalu. Salam indahkasih.

    • @Indah: Hmmm,,, terimakasih mau berbagi mbak Indah….

  4. hmmm,,,,baca ini jadi ingat jaman2 sekolah…(skg dah g sekolah..hehehe)
    kalo dulu sih,jaman SMA tepatnya,,belajarnya sering hbs subuh n sambil sarapan…(belajar kalo ada ulangan doank…wkwkwk)..anehnya kalo sambil mengunyah makanan aq lebih cepat menyerap yg kubaca…ckckck
    dan yg tidak lupa membacanya tdk di dlm hati,,jadi rame deh kalo aq belajar…entah,,,belajar dg cara “mendengar” (termasuk mendengar omongan diri sendiri) lbh efektif bagiku…
    kalo jaman kuliah lbh sering ngerjain tugas (itu termasuk belajar gak ya??hehe)
    metodenya cenderung sama ma jaman SMA tp yg aneh lagi,,kalo belajar bareng teman,,suka pinjem buku teman,walau aq jg bawa buku sendiri…ckckck

  5. aku sih biasanya belajar sesuai mood, kalo lagi badmood mau belajar kayak gimana ga bakal nyantol ^_^v
    dan biasanya mood belajarku lebih gampang naik kalo ada temen yg nanya soal pelajaran (atau materi kuliah) entah via sms atau line atau whatsapp, soalnya kalo ada yg nanya dan butuh jawaban ‘kan mau ga mau mesti buka buku ^_^v

    • biasakan untuk tidak moody 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: