Baca Koran di Papan Surat Kabar


Papan Surat KabarPapan Surat Kabar

Papan Surat Kabar

Belasan orang rela antri membaca koran gratis setengah berdesakan di depan kantor sebuah surat kabar di Bandung. Nampak seorang pegawai berseragam dinas PNS ikut serta.

Papan surat kabar ternyata masih digemari oleh sebagian masyarakat. Kemudahaan akses informasi pada era digital seperti saat ini tak melunturkan peran papan surat kabar sebagai salah satu sarana mengakses informasi secara gratis.

Foto diambil pada kisaran pukul 07.00 WIB tanggal 13 Desember 2010 di depan kantor surat kabar Pikiran Rakyat, Jl. Asia-Afrika, Bandung.

Apa denganmu kawan, apa kalian dulu juga suka membaca koran dengan cara seperti ini?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

18 Tanggapan

  1. hihihi dulu suka mas begini waktu jaman kuliah numpang baca di dpan perpust fakultas. scara yg di dlm perpust ada yg bs dibawa smbil duduk tp pasti dah kduluan mhsiswa laennya. seru pokoknya.

    salam knal dr sy mas fik,

    mohon do’a jg atas brita duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/

    • @Mey: salam balik
      di kampus juga disediain???
      bagus lah

  2. Moga postingan kita bisa bermanfaat ya
    Karena kalo bermanfaat berarti termasuk amal kebaikan 🙂

    • @Achoey: amiiiiiiiiiiiin doanya

  3. klo saya baca koran pas lagi maem di warung makan mas… hehe..
    *carigratisan…

    • @Fahmi: wah si pedagang makanannya berarti hebat tuh strategi marketingnya

  4. Yang clasic masik dicari

    • @Andi: betul betul betul

  5. Kalo saya sambil jalan aja, klo ada terlihat berita bagus, baru dech di baca. Tp ada yg unuk malah dari saya, tanpa saya sadari, saya sering berhenti di kios koran atau loper koran untuk sekedar membaca judul berita terbaru hari itu. he he kadang lucu juga klo si pemilik kios koran udah nawarin korannya ke saya padahal lewat akses internet saya bisa membaca berbagai koran. namun asyik juga aktivitas itu

    • @Ayo: ada satu hal yg tak dimiliki internet yaitu “RASA”
      manusia disamping disediain CIPTA RASA dan KARSA. dan Rasa itulah yg membuat kita masih suka bc koran, bukan online

  6. yang namanya gratis emang enak hehehehehehehehhe,,,,,,,,,,,,,,,,

    • @Menone: Walah,,, pasti sampeyan ank kosan ya> 😀

  7. Saya masih suka membaca koran, tapi tidak di papan umum seperti itu … 🙂
    Sejujurnya, saya lebih suka membaca media cetak daripada media internet. Kayaknya lebihsantai gitu … (dasar orang kuno 😀 )

    • @Tuti: Hmm,. spertinya komentator2 di atas jg sama dg ibu.
      Dan klo saya sih keduanya saling melengkapi.

  8. sayang jarang banget orang manfaat kan itu wan
    jaman ane kesil dulu kalu pagi juga banyak yang gitu terus bercengkrama dengan pengujung lain sekarang bahkan jarang di di tonton padahal fasilitas itu tergolong gratis :mrgreen:

    • @Rasarab: hmmmm, klo di Solo, terus di kampus, dan kemudian di Bandung sy lihat masih cukup antusias kok Wan…
      rata yg baca tukang becak atau tukang ojek.

  9. Hehehe, saya tahu, ini di jl. Asia Afrika, depan kantor Pikiran Rakyat. 😆

    • @Asop: up betul sekali
      khan sudah sy tulis di atas keterangannya Sop

      :-s 😕

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: