H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?


H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

Bagi yang tinggal atau setidaknya pernah di Jakarta pasti mengenal nama Rasuna Said. Bagi masyarakat Jakarta secara umum, Rasuna Said dikenal lebih sebagai daerah atau nama jalan yang dilewati bus Kopaja P-20 kawasan Kuningan-Jakarta Selatan. Sebelum lebih banyak membaca tentang nama Rasuna Said, aku pun mengenalnya tak lebih dari sekedar nama sebuah jalan saja.

Hanya saja, berawal dari pemikiran bahwa nama jalan-jalan protokol di kota-kota di Indonesia yang banyak menggunakan nama tokoh pahlawan nasional, maka aku berusaha mencari informasi lebih dalam tentang Rasuna Said. “Apakah dia pahlawan atau yang lainnya?”

Nah usut punya usut, ternyata Rasuna Said itu perempuan saudara-saudara… Nama lengkapnya Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Ia lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910 dan meninggal di Jakarta, 2 November 1965 pada umur 55 tahun.

Setelah menamatkan Sekolah Dasar, Rasuna Sain kecil melanjutkan belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan. Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah School Putri di Padang Panjang dan bertemu dengan Rahmah El-Yunusiah.

H.R. Rasuna Said

H.R. Rasuna Said

Ceritanya, Rasuna Said dianggap sebagai seseorang yang sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita. Profesinya sebagai guru diakhiri pada tahun 1930. Ia berhenti mengajar karena memiliki anggapan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah tapi harus disertai perjuangan politik. Karena itulah ia ingin memasukan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah Diniyah School Putri. Namun idenya itu ditolak.

Rasuna Said mendalami agama pada Haji Rasul atau Dr. H. Abdul Karim Amrullah yang mengajarkan pentingnya pembaharuan pemikiran Islam. Seperti “sarjana-sarjana” perempuan lainnya di zaman ini, ketika muncul kontroversi poligami yang ramai dan menjadi polemik di ranah Minang tahun 1930-an, Rasuna Said menganggap bahwa poligami adalah pelecehan terhadap wanita (meskipun dalam pandanganku, anggapan Rasuna Said itu tak berdasar_pen). Anggapan Rasuna Said berpangkal dari meningkatnya angka kawin cerai akibat poligami yang kurang tertata dengan baik.

Ketika turun dalam dunia politik, Rasuna Said memulai aktivitasnya di Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris cabang. Selanjutnya, ia bergabung dengan Soematra Thawalib dan kemudian mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukit Tinggi pada tahun 1930.

Semasa muda, Rasuna Said dikenal cukup mahir dalam berpidato mengecam pemerintahan Belanda. Ia juga tercatat dalam sejarah sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda. Rasuna Bersama teman seperjuangannya Rasimah Ismail, ia pernah dipenjara pada tahun 1932 di Semarang.

Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikannya di Islamic College pimpinan K.H. Mochtar Jahja dan Dr. Kusuma Atmaja dan pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi majalah Raya. Karir politiknya kemudian berkembang hingga mendudukkannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), dan diakhiri dengan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak 1959 sampai akhir hayatnya. Ini FB salah satu cucu-nya.

Sumber: Pelaminang, Tokoh Indonesia, dll

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

Iklan

17 Tanggapan

  1. whoa nice post. aku nggak akan pernah kepikiran untuk cari lebih dalam siapa itu rasuna said kalo seandainya ga ada tulisan ini. ternyata orang minang (solidaritas sesama asal tanah sumatera-nya langsung keluar) dan bahkan bisa nemu fb cucunya. 🙂 i’m impressed. terima kasih tulisannya, sangat2 informatif. 😀

    • @Karina: owh orang minang jg tah?
      sebenarnya tulisan ttg Rasuna Said itu banyak….
      hanya saja mungkin lebih dlm bentuk tulisan2 buku kali ya…
      kalau di internet belum terlalu banyak.
      Jadi, modal sy jg internet saja sih 😦
      klo pengin di buku mungkin malah ntar jd karya tulis. hahahaha

      berawal dr sekedar penasaran dg nama rasuna Said yg tdk terlalu kukenal selama ini

      • hehe bukan orang minang sih, saya kan orang bengkulu. tapi sumatera barat kan deket sama bengkulu. 🙂
        rasa penasaran malah menambah ilmu yah. as long as it’s still positive, keep it coming then.

  2. oooh saya kirain rasuna said itu lakilaki hehe

    • @Jule: Tadinya pun aku mkirnya gitu…
      H. R kupikir : Hari Raden..
      tp kok g umum saja Raden tapi dibelakangnya ada nama yg ga Jawa gitu..
      wkwkwkwwkwkwkwk

  3. Sepertinya banyak juga yg gak tahu, termasuk saya. Info yg bermanfaat, thanks

    • @Ann: sama2..

  4. baru tahu kalau Rasuna Said itu perempuan…
    sumpah gw kira laki-laki…

    dan keberaniannya…..bener2 mengalahkan keberanian pemuda2 waktu itu…hebat deh

    • @Elmoudy: ya bisa dijadikan informasi tambhaan lah..

  5. waduh, saya juga baru tahu nih 🙂

    ttx atas infonya

    • @Mila: tahu kalo perempuan atau tahu rasuna said br sekali ini?

  6. Wah, berarti harusnya ditulis Hj. R. Rasuna Said ya 🙂

    nice info 🙂

    • @Rime: iya sih, g tahu juga kok nulisnya H bukan Hj apa alasannya g thu juga sih..

  7. betul tu. seharusnya ditulis Hj. R. Rasuna Said. H. R. Rasuna Said. Ngomong-ngomong jalannya dmana tu?

    • @Hazmi: di daerah kuningan jakarta.
      kalau kamu tahu KPK,, nah di jalan itulah KPK beralamat

  8. ane kira dulu laki laki lo wan

    • @Rasarab: emang ente tahu Rasuna Said dimana?? :p

      wkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: