Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

Masjid Lautze-2

Masjid Lautze-2

Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

Ketika itu aku tengah jalan-jalan dari Hotel Grand Preange menuju Stasiun Hall Bandung. Di tengah perjalanan itu ada sebuah pemandangan yang menurutku unik. Sebuah bangunan yang berdampingan dengan toko namun bercat tembok dengan dominansi warna merah. Yang semakin bikin aku menghentikan langkahku lagi adalah saat membaca papan yang terpampang, “Masjid Lautze-2”. Segera saja ku keluarkan kamera dari saku dan kupotret-potret.

Baru kali ini aku mengetahui adanya masjid berbau China / Tionghoa di Indonesia. Nuansa china-nya sangat terasa dengan adanya dominansi warna merah yang menyala. Biasanya, aku mengidentikkan bangunan berwarna merah dengan kelenteng atau tempat ibadah orang Kong Hu Chu. Namun kali ini, bangunan berwarna merah menyala itu bukan kelenteng, tetapi masjid. Entah kenapa orang Tionghoa sangat identik dengan warna merah. Ada yang tahu?

Satu hal yang bikin aku bertanya juga penamaan masjid dengan “Lautze-2”. Asumsiku, berarti ada “Lautze-1” atau “Lautze-3” dan seterusnya. Pemilihan nama Lautze pun juga terdengar tidak umum dan biasa di telingaku. Umumnya, masjid dinamai dengan nama-nama Arab seperti masjid Baiturrahman, Arrahmah, dll. Karena nuansa China-nya yang terlalu kuat -menuruku-, aku sempat tidak memberanikan diri untuk masuk takut kalau ternyata masjid-nya memang khusus untuk kaum Tionghoa. Tapi dalam hati aku menjauhkan perasaan itu.

Usut punya usust setelah nanya kesana-kemari, akhirnya kuperoleh sedikit informasi mengenai Masjid Lautze-2 ini. Masjid Lautze pada dasarnya didirikan atas prakarsa Yayasan Haji Karim Oei (YHKO), yang berpusat di Jakarta. YHKO sendiri merupakan sebuah yayasan yang bertujuan mensyiarkan Islam sebagai agama yang universal dan cocok untuk etnis Tionghoa. Selain itu, YHKO sekaligus berfungsi sebagai wadah pembinaan para mualaf, yang di antaranya adalah muslim keturunan Tionghoa di setiap pecinan (pusat pemukiman etnis Tionghoa) di Indonesia. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: