Ini Makam atau Taman?


Jalan Makam Bagian Depan Menuju Komplek Makam Utama

Jalan Makam Bagian Depan Menuju Komplek Makam Utama

Ini Makam atau Taman?

Libur hari Ahad di Bandung, kumanfaatkan waktu untuk jalan-jalan pagi berkeliling rumah simbah. Pagi itu Bandung cukup mendung. Bahkan rintik butiran lembut air dari awan sempat jatuh pelan. Aku lebih memilih jalan-jalan di sekitar jalan raya saja karena aku pernah tersesat saat jalan-jalan di perkampungan. Gang-gang kecil di Bandung bagiku sulit untuk dihafalkan dalam sekali jalan. Gang-gang itulah yang pernah bikin aku tersesat seolah terjebak dalam labirin selama berjam-jam.

Karena tidak mau mengulang pengalaman itu, aku lebih suka jalan-jalan di sekitar jalan raya. Saat jalan-jalan itulah kemudian aku melewati Taman Makam Pahlawan Bandung. Tergerak karena rasa penasaran untuk melihat-lihat suasana Taman Makam Pahlawan (TMP), maka aku masuk area halaman TMP. Di halaman ternyata dipenuhi banyak orang yang tengah bercengkerama bersama keluarga. Ada yang bermain bola, ada yang bermain bulutangkis, ada yang jogging, ada yang sekedar momong anak-anaknya, dan lain-lain.

Karena pintu utama TMP tergembok rapat, aku berusaha mencari-cari pintu lain yang terbuka. Aku ingin melihat lebih dekat suasana TMP. Ternyata di sisi barat ada satu pintu yang terbuka. Aku masuk melalui pintu barat. Bagian barat TMP ini sepertinya disediakan untuk makam-makam baru karena terkesan makamnya terpisah dari komplek makam utama TMP. Simbahku yang meninggal beberapa tahun lalu juga dimakamkan di sini. Untuk komplek makam sisi barat, terkesan kurang terawat.

Dari komplek sisi barat, aku menuju ke komplek makam utama TMP. Suasananya sangat berbeda dari komplek makam sebelumnya yang kulihat. Pada komplek makam utama, suasanya kalau menurutku tak seperti mengesankan makam. Namun lebih seperti taman. Suasananya sangat sepi. Hanya terlihat beberapa orang saja yang terlihat membersihkan makam dari rumput-rumput liar.

Pada komplek utama makam ini pun tak terlihat adanya kesan kotor. Benar-benar terlihat sangat bersih dan asri. Bahkan dedaunan yang jatuh pun seperti tak terlihat karena seketika ada dedaunan yang jatuh langsung dibersihkan oleh para petugas di komplek makam.

Komplek makam utama terbagi menjadi dua. Pertama komplek utama depan dan koplek utama belakang. Komplek utama depan sepertinya diisi para pahlwan-pahlawan yang berpangkat tidak terlalu tinggi, sementara komplek belakang dihuni oleh nama-nama pahlawan berpangkat militer tinggi. Komplek depan terbagi menjadi dua sisi, sisi barat dan timur yang dipisahkan oleh jalan tengah menuju halaman utama. Di sisi jalan, tegak puluhan pohon yang rapi berjajar tertata.

TMP Sisi Barat

TMP Sisi Barat

Pada halaman utama, ada satu tiang besar dikibarkan bendera merah putih setengah tiang. Sementara di sisi timur halaman utama berdiri tembok yang terukir nama-nama penghuni makam.

Cukup lama aku duduk-duduk di TMP menikmati udara yang benar-benar segar serta memandang langit dan pegunungan yang melingkupi kota Bandung. Terlebih lagi, suasananya yang sepi semakin mendukung bagi yang ingin mencari tempat renungan di alam terbuka.

Salah Satu Sudut TMP BAndung

Salah Satu Sudut TMP BAndung

Ada dua pertanyaan yang terselip di dalam dada. Pertama, membaca satu persatu nama yang tertulis di nisan, kenapa semuanya (yang terbaca olehku) adalah militer? Ini bisa dibuktikan dengan pangkat-pangkatnya. Dengan demikian terkesan bahwa pahlawan itu tereduksi maknanya sebagai militer / tentara. Jadi, sebenarnya TMP itu makam pahlawan atau makam tentara sih? Pertanyaan kedua, jika seperti ini suasana makam pahlawan, apakah TMP lebih mirip dengan taman atau pemakaman ya?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

Iklan

8 Tanggapan

  1. Wuiii rapi banget makamnya
    Ternyata di indonesia ada juga makam yang rapi 🙂
    Salam kenal

    • @Maidiun: salam balik

  2. mbah kamu dimakamkan di situ karena dapat predikat pahlawan di bidang apa?

    menurut saya sih, karena kite merdeka baru 65 tahun, pahlawan yang sudah meninggal kebanyakan adalah pahlawan kemerdekaan… mungkin 50 tahun yang akan datang, TMP akan dipenuhi oleh pahlawan di bidang lain, sepeti pendidikan dan kemanusiaan 🙂

    • @Rime: anu Rim,,
      simbahku tuh sejauh yg kutahu bukan barisan veteran (pahlawan)
      tp bliau itu anggota ABRI (skrg TNI) AD yg tugas terakhir d Bandung.
      terus dimakaminnya disitu…
      nah, kasus mbahku itulah salah stu contoh kok TMP cenderung pd makam tentara

  3. gue tahu. ini taman. tapi bukan untuk manusi tapi untuk hantu. HU. . . . horor 🙂

    • @Hazmi: halah…

  4. buat wisata batin mantep ini wan :mrgreen:

    • @Rasarab: buat dzikrul maut. betul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: