Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan


 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

Sewaktu pulang ke Solo lebaran haji lalu, aku sengaja naik kereta kelas ekonomi. Disamping karena alasan nyari murah juga karena alasan ngejar sholat idul adha pagi hari di Solo. Selebihnya, ada juga alasan sekunder untuk memotret situasi dan suasana di kereta gebrong ekonomi.

Kereta yang kunaiki waktu itu Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta – Surabaya. Berangkat dari Pasar Senen seharusnya pukul 12.20 WIB, namun prakteknya baru bisa berangkat pukul 13.00an. Suasana kereta sejak dari awal sudah dipenuhi penumpang yang berdesak-desakan. Lebih parahnya, hampir seluruh penumpang yang tidak memperoleh tiket tempat duduk harus berdiri sepanjang perjalanan karena sudah tidak ada space untuk duduk sama sekali. Beberapa kursi yang seharusnya diduduki 2 orang penumpang diisi 3 orang. Sementara kursi yang seharusnya 3 penumpang diisi 4 orang. Meskipun demikian, masih ada saja penumpang yang berdiri.

Lebih parahnya, kondisi kereta yang sudah dipenuhi penumpang tersebut masih saja dijejali dengan puluhan bahkan ratusan pedagang yang hilir mudik tak pernah berhenti sejak dari Jakarta hingga Purwokerto menambah suasana kereta tambah semakin tidak nyaman. Sepertinya, setelah dari Purwokerto, intensitas pedagang sudah mulai menurun, begitupula para penumpang.

Suasana dan kondisi tersebut sedikit berbeda dengan pengalamanku saat naik Matarmaja setahun silam di malam lebaran juga. Kalau menurutku, naik Matarmaja yang lewat jalur utara Jawa Tengah terasa lebih nyaman dibanding dengan Gaya Baru Malam Selatan yang kunaiki ini.

Berikut ini beberapa hasil jepretan kamera Casio Exilim Ex-Z75 yang kumiliki:

Gendut Turu (Hampir Sepanjang Perjalanan Orang Gendut Ini Molor Mlulu

Gendut Turu (Hampir Sepanjang Perjalanan Orang Gendut Ini Molor Mlulu

Kalau Yang Ini Sepanjang Perjalanan Pakai Masker

Kalau Yang Ini Sepanjang Perjalanan Pakai Masker

Kalau Yang Ini Kreatif

Kalau Yang Ini Kreatif

 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. mampir mengucapkan selamat malam

    • @Didta: salam balik

  2. saya juga pulkam nich ke jember

    • @Andi: jember ya??
      mengingatkanku dg Cempaka..
      :”>

  3. waaaa……ada-ada aja ya yg dilakukan penumpang..
    yg paling kreatif emang yg tidur diatas rak tas itu hahahaa……ngeri amaat seh..gak takut jatuh apa yaaaa…

    • @Elmoudy: takut apa emang?
      Ekonomi soalnya itu

  4. selamat pulang kampung ya..hhe 🙂

    • @Yudan: yup

  5. kacau amat yang tidur di bagasi dalem…. kalau jebol gimana itu ya?

    • @Rime: khan itu sudah disetting siap utk nanggung beban yg lbh berat dr itu..

  6. kok yang di shot di video cewek itu terus wan :mrgreen:

    • @Ras: heheheeh

      mupeng Wan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: