Setetes Embun di Pagi Hari


 

Setetes Embun Pagi

Setetes Embun Pagi - Casio Exilim Ex-Z75

Setetes Embun di Pagi Hari

Selama setahun lebih, sepertinya aku hampir tidak pernah melihat embun. Meskipun di halaman kos ada banyak tumbuhan dan bunga, namun tak pernah kulihat ada embun hinggap. Bahkan rumput di tepi jalan pun sama saja. Tak kuasa untuk bercengkerama dengan embun. Barangkali kalah dengan asap-asap dan debu jalanan.

Aku merasa seperti ada rasa kangen yang membuncah. Rasa kangen itu pula yang menggiringku untuk menuju sawah. Sekedar bercengkerama memandangi embun-embun di atas dedaunan.

Memandangi bintik-bintik air yang menempel pada dedaunan dan rerumputan itu sambil memperhatikan kekuasaan Allah SWT setidaknya bisa sedikit menenangkan dan menyenangkan hati meskipun untuk sejenak. Butiran embun yang tenang seolah mengajarkan kepadaku untuk lebih tenang dalam menjalani hidup. Lebih meningkatkan rasa ketawakkalan kepada Allah SWT.

Terbentuknya embun saat udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air memberiku pelajaran kepadaku agar selalu berikhtiar dalam beramal namun senantiasa juga tetap menyadari keterbatasan kemampuan manusia. Proses kelebihan uap air yang kemudian berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah itulah menjadi pelajaran bagiku agar meresapi sifat pasrah dan syukur.

Terbentuknya titik-titik embun yang tak lebih dari butiran air biasa sebenarnya sarat dengan pengetahuan. Sebagaimana diketahui, sepanjang hari benda-benda menyerap panas dari adanya energi panas matahari. Sementara di malam hari benda-benda kehilangan panas tersebut melalui suatu proses yang disebut radiasi termal. Ketika benda-benda di dekat tanah menjadi dingin, suhu udara disekitarnya juga menjadi berkurang. Udara yang lebih dingin tidak dapat menahan uap air sebanyak udara yang lebih hangat. Jika suhu udara bertambah semakin dingin, maka akhirnya akan mencapai titik embun. Titik embun adalah suhu dimana udara masih sanggup menahan uap air sebanyak mungkin. Bila suhu udara semakin bertambah dingin, sebagian uap air akan mengembun di atas permukaan benda yang terdekat. Demikianlah titik-titik embun terbentuk*.

Titik-Titik Embun

Titik-Titik Embun - Casio Exilim Ex-Z75

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
ketika iman mulai rabun
hanya Allah obat kembali

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

________________

Iklan

11 Tanggapan

  1. so nice…subhanallah!

    • @Safira: terima kasih ibu notaris… 😀

  2. embun di pagi hari memang menyejukkan

    • @Andi: hohoho, embun bukannya di pagi ya bang?
      klo di siang dah nguap..
      he3x

  3. wow hebat!

    • @Didta: apanya yg hebat Sob..??

  4. Rindu embun, jadi rindu suasana kampung

    • @Ann: kampungnya dimana emang ?
      trus skrg emang di mane??

  5. artikelnya keren….jadi kangen rumah…

    • @Thomas: rumahnya mane om ??

  6. saya selalu suka dgn pemandangan alam ciptaan Allah 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: