Selamat Jalan Ustadz….


Ustadz Budi Prasetyo a.k.a Abah Zacky

Ustadz Budi Prasetyo a.k.a Abah Zacky

Selamat Jalan Ustadz….

Bagai petir yang terjadi di siang bolong, sekitar pukul 14.30 WIB. Ada pesan sms masuk di hp mengabarkan salah seorang ustadz yang pernah mengajariku bahasa Arab meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Beliau adalah ustadz Budi Prasetyo. Beliau merupakan seorang ustadz dan dai Solo yang selama ini malang melintang di dunia maya dengan nama Abah Zacky. Abah Zacky meninggal pada Kamis (9/12/2010) siang hari dalam sebuah kecelakaan di kawasan Yogyakarta.

Ustadz Budi, selama ini lebih dikenal sebagai ustadz dan ‘mujahid’ maya. Beliau aktif menulis sebagai blogger di blog http://abahzacky.wordpress.com/ dan http://bud1prasety0.wordpress.com/.

Kiprah dakwah beliau cukup banyak. Paling utama, ustadz Budi merupakan salah seorang ustadz pengajar di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Pabelan Sukoharjo. Beliau adalah Anggota Dewan Kyai PPMI Assalaam dan Alumni PPMI Assalaam Tahun 1990. Beliau juga tercatat sebagai pengurus pusat Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Beliau juga merupakan aktivis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Tulisan-tulisan beliau selain menghiasi dunia maya juga tersaji secara rutin dalam kolom Tausiyah sebuah koran lokal Solo, harian Joglosemar.

Ustadz meninggal dikarenakan kecelakaan lalu lintas di daerah Kalasan (Prambanan). Sedianya, beliau hendak bermaksud bertakziyah ke rumah salah satu saudaranya. Informasi yang diperoleh, beliau menggunakan sepeda motor berboncengan denganya Istri (Ustadzah. Mujiningsih) dan saah seorang putera beliau (Faqih). Istri beliau masih dalam kondisi perawatan di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.

Bagiku, beliau lebih dari sekedar pengajar bahasa Arabku. Lebih dari itu, selama masih di Solo, aku banyak menimba ilmu dari beliau yang keluasan ilmunya diakui banyak tokoh-tokoh ulama Solo dan Jakarta yang pernah berjumpa kepada beliau. Beliau merupakan salah satu ustadz yang sering kujadikan sebagai konsultan. Tak kusangka umur yang diberikan Allah kepada beliau -bagiku- yang terlampau cepat.

Kepergian ustadz Budi Prasetyo merupakan kehilangan yang besar bagi umat Islam Solo, para mujahidin, PPMI Assalaam, dan keluarga. Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikan beliau dan mengampuni segala kesalahannya. Amiin.

Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi. Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu

Ustadz Dr. Mu'inudinillah - Ustadz Abu Bakar Ba'asyir - Ustadz Budi Prasetyo

Ustadz Dr. Mu'inudinillah - Ustadz Abu Bakar Ba'asyir - Ustadz Budi Prasetyo

Biografi Singkat (diambil dari blog beliau dengan sedikit editan)

Lahir di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, pada tahun 1971, tepatnya tanggal 20 Januari, hari Rabu Pon, konon setelah dhuhur, dari pasangan Agung Sukamto bin Kamdi dengan Djamilah binti Hasyim. Setelah lahir kemudian diberi nama Budi Prasetyo.

Tahun 1977 mulai memasuki SD Negeri II Blotongan, yang saat itu masih ada di kecamatan Tuntang, kab. Semarang. banyak guru telah berjasa di sekolah itu, seperti Ibu Juharminingsih, Ibu Qibtiyah, Bp. Suparman, Ibu Sri Handayani, Bp. Giyono, Bp. Djarwanto, Ibu Ngatini, dll. lulus dari SD ini tahun 1983 saat sekolah ini dipimpin oleh Bp. Ruwaedi.

Saat itu belajar baca al-Qur’an tidak melalui sebuah jenjang TPA, karena belum ada trend TPA. Tetapi apapun namanya, pendidikan pengajaran baca al-Qur’an tetap ada. Saya belajar mulai dari pelajaran shalat, kemudian membaca huruf Arab, dimulai dari surau yang diasuh oleh Pak Warno (rh). Kemudian belajar menulis huruf Arab belajar di PP Salafiyah Grogol blotongan, dengan Bp. K. Habibillah. Bahkan menyelesaikan baca al-Qur’an pun di majelis K. Habibillah. Lalu dilanjutkan dengan belajar membaca kitab Safinatun-Najaa.

Selesai SD, melanjutkan di MTs Negeri Salatiga. Tiga tahun di MTsN wali kelas tidak pernah ganti, yaitu Bp. K. Muh. Muhshon (rh). Selain beliau banyak guru yang telah mendasari ilmu agama, di antaranya adalah bp. Musri (rh), Bp. Nasa’i, Bp. Badroni, Bp. Kusharyanto, Bp. Yusuf, Bp. Supaat, Bp. Syafi’i, Bp. Nawawi dll.

Selesai dari MTsN Salatiga tahun 1986 lalu melanjutkan ke PPMI Assalaam. Di PPMI Assalaam masuk kelas Takhashush. yang terpenting di kelas ini adalah belajar bahasa Arab, yang diajarkan oleh Ust. Hasbi Shiddiq, dan akhirnya diganti Ust. Basyaruddin Djawahir. Selain Bahasa Arab juga belajar tafsir surat Yasin (Ust. Yusuf) , Fiqh (Usth Aisyah), Aqidah (Ust. Farchan). lebih dalam Bahasa Arab juga mempelajari nahwu (Ust. Syauqi) dan Shorof (Ust. Eddy Haryanto) dll.

Selanjutnya masuk di MA PPMI Assalaam tahun 1997. Diajar oleh Ust. Abdullah Abdul Lathif (rh), ust. Asyhuri, Ust. Dalhari Nuryanto, Ust. Nuruddin Umar, usth. Sirikit Eko Usdiani, Ust. Sukarno, Ust. Ma’ruf Rohmat, Ust. Hadi Mulyo, dll.

Selesai MA PPMI Assalaam melanjutkan ke Pendidikan MIPA FKIP UNS program Fisika. Disamping kuliah juga membantu kegiatan pendidikan di PPMI Assalaam. Karena beratnya belajar di Fisika dan tugas-tugas di Pondok, maka tahun 1992 mengkonsentrasikan kegiatan pada belajar. untuk sementara aktifitas di Pondok berhenti dahulu. Selain itu juga kuliah pindah ke IAIN Walisongo yang ada di Solo.

Selesai kuliah tahun 1997, kembali lagi mengajar di PPMI Assalaam hingga kini. Di PPMI Assalaam mengajar di MA, mengampu mata pelajaran Aqidah dan Ulumul Hadits, dan kadang-kadang juga mengampu mata pelajaran Ulumul Qur’an, Al-Qur’an dan hadits, bahkan pernah mengampu Ushul Fiqh.

Tahun 1998 menikah dengan Mujiningsih, dan telah dikaruniai 4 orang anak, yaitu Ifada Nurul Izzah (1999), Fuad Zaky Musthofa, (2001) Fahmy Nahjal Musthofa (2004) dan Faqih Muqtada Haq.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

11 Tanggapan

  1. Innalillahi wainnaillahi roziun…
    semoga amal ibadah beliau diterimaNya
    Mampir ya
    http://pitaxxx.wordpress.com/

    • @Fasial: amiin
      insya Allah

  2. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un
    ane ikut berbela sungkawa gan , moga amal dan ibadah nya di terima di sisi allah

    • @Rasarab: amiiiiiiiiiiiiiin

  3. dulu beliau salah satu pembina si SMA ane (smansa solo), sayang sekali, saya baru “berani” banyak berkonsultasi dengan beliau setelah lulus SMA, itupun lewat dunia maya. insyaAllah (kata seorang rekan beliau di Assalaam), penguburan dilakukan jam 10.

    • pembina Rohis saja maksudnya…nuwun sewu overpost…

    • @Sekarsidan: iya. sebagai tmbahan info.

  4. Semoga Allah menempatkan beliau di jannahNYA, amiiiin…

    • @Aqeela: amiiin.

  5. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

  6. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: