Rumah Mewah-ku

Dipotret Dengan Kamera Casio Exilim Ex-Z75

Dipotret Dengan Kamera Casio Exilim Ex-Z75

Rumah Mewah-ku

Sekitar 18 tahun lalu, keadaan rumah tempat tinggal keluargaku seperti halnya keadaan rumah pada gambar di atas. Berada di tengah-tengah sawah, rumahku tegak berdiri sendiri tiada yang menemani. Temboknya pun masih seperti halnya pada foto di atas. Belum di-‘plester’ dengan adonan pasir dan semen, apalagi dicat tentu tidak mungkin. Itulah keberadaan rumah mewahku dulu. Rumah Mewah yang berarti rumah mepet sawah.

Rumah mewah tersebut kami tinggali bersama setelah rumah itu kehilangan tiga pintu yang digondol maling. Sebuah pelajaran berharga bagi kami jika sewaktu-waktu membangun rumah harus segera ditinggali jika tidak ingin kehilangan pintu, jendela dan segala perabotnya.

Keadaan rumah mewah kami waktu itu cukup sederhana. Lantai rumah kami masih berupa tanah yang dibeli dari proyek JL. Slamet Riyadi Solo. Tidak ada lantai keramik atau marmer. Oleh karenanya, kemanapun kami berjalan harus mengenakan sandal atau alas kaki lainnya. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: