Andai Aku Seorang Presiden RI


 

 

Andai Aku Seorang Presiden

Seandainya aku -Ahmed Fikreatif- terpilih menjadi seorang presiden di negeri yang dikenal dengan nama Indonesia ini, melalui pemilihan yang sangat demokratis, tak banyak hal yang akan kulakukan. Aku cukup melakukan satu hal. yaitu mengundurkan diri dari jabatan Presiden.

Yah, aku akan mengundurkan diri dari jabatan besar dan berat itu. Seketika seseorang menjabat sebagai presiden, pasti yang bersangkutan akan memperoleh informasi-informasi rahasia yang sebelumnya sama sekali tidak bisa diaksesnya. Sebagai seorang presiden, tentulah ia akan diberitahu ‘warisan-warisan’ yang dimiliki dari pejabat Presiden sebelumnya. Dan aku -Ahmed Fikreatif- sangat yakin akan segera terbelalak setelah menerima informasi-informasi tersebut.

Setidaknya, pasti aku akan memperoleh informasi total utang yang dimiliki bangsa ini. Dan saat informasi itu disodorkan kepadaku, bagaimana mungkin aku bisa tidak terbelalak mata jika daftar utang Indonesia yang disodorkan kepadaku mencapai 65,7 Milliar Dollar Amerika?1 Jika uang sebesar itu dikonversikan terhadap nilai rupiah (asumsi 1 US $ = Rp. 10.000,-) maka nilai utang negara yang kupimpin sudah mencapai Rp. 657 Triliyun. Aku pun berfikir, jika utang sebanyak itu dibebankan kepada rakyatku, Indonesia, yang jumlahnya -katakanlah- 229 juta jiwa, maka mungkinkah setiap jiwa rakyatku bisa dan mampu menanggung beban utang yang harus dipukul secara merata oleh mereka, sebesar Rp. 2,894,273.13?

Selanjutnya, saat aku disodori oleh pembantu-pembantuku, daftar nama para pejabat yang memohon diri untuk dipilih sebagai pembantu-pembantuku. Mereka minta diberi jatah kursi Menteri, Direktur BUMN, atau jabatan-jabatan lainnya menagih jasa. Kalau kukasih jabatan, mereka akan memanfaatkannya untuk mengejar setoran demi terciptanya BEP dan balik modal karena bagi mereka, ini adalah bisnis. Bukan pengabdian. Lalu, karena melihat utang negeri yang kupimpin itu sangat banyak, justru kupaksa mereka untuk menyumbangkan uangnya demi melunasi utang negara. Apa kira-kira mereka mau?

Karena itu, tak siaplah aku menanggung utang sedemikian besar itu. Jadi, mendingan aku memilih mengundurkan diri saja. Kuserahkan saja jabatan Presiden itu ke siapa saja yang mau. Untungnya, bukan aku presidennya sehingga hal itu tak perlu terjadi. He3x.

Hmm, gimana kalau kamu -sobat- yang jadi Presiden, mau gimana ? 😉 Salam.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

1Sebuah data yang disajikan The-Global Review, menyebutkan informasi bahwa utang Indonesia pada tahun 2001 sebesar sebesar 58,791 miliar dollar Amerika, dengan cicilan utang plus bunga sebesar 4,24 miliar dollar Amerika. Selanjutnya pada tahun 2002, utang Indonesia semakin naik menjadi 63,763 miliar dollar Amerika, dan tambahan utang sebesar 5,65 miliar dollar Amerika, sementara cicilan utang plus bunga sebesar 4,57 miliar dollar Amerika. Data terakhir pada tahun 2009, utang luar negeri Indonesia mencapai 65,7 miliar dollar Amerika dan tambahan utang belum tercatat.

Iklan

4 Tanggapan

  1. hahaha, selamat anda dapat warisan hutang

    • @Andi: lha iya to..
      kurang ajar nih
      masak warisan kok utang.
      😦

  2. waduh,,
    utang terus pastinya 😀 hahhaa

    • @Rewian: hahahaha
      sekalian gitu ya..

      krn toh dibayar jg g bakal lunas, gitu khan ya?
      wkwkwkwkwkwk

      *miris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: