Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan


Kamboja Bunga (diambil dengan Kamera Casio Exilim EX-Z75)
Kamboja Bunga (diambil dengan Kamera Casio Exilim EX-Z75)

Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

Kemboja atau yang lebih dikenal dengan kamboja atau semboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Pohon dan bunga ini lebih sering dijumpai di pekuburan / pemakaman sehingga sering disebut dengan pohon kuburan atau bunga kuburan. Kamboja memiliki bentuk pohon biasa seperti pohon pada umumnya dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Mengenai kenapa jumlah mahkota bunganya berjumlah lima ini tidak kutemukan penjelasan ilmiahnya. Meskipun umumnya bunga kamboja berjumlah mahkota 5 helai, bukan berarti tidak mungkin jika kurang atau lebih dari 5 helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib. Begitulah sebagian manusia, sedikit-sedikit dianggap memiliki kekuatan atau tuah.

Meskipun sering disebut dengan bunga kamboja, bunga ini tidak memiliki keterkaitan dengan negara Kamboja. Sebetulnya, nama sebutan bunga ini adalah kemboja (pakai huruf ‘e’). Namun entah mengapa masyarakat lebih familiar dengan kamboja (pakai huruf ‘a’). Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Disebut dengan nama latin plumeria karena nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis.

Aku seringkali menyimpan pertanyaan-pertanyaan ‘bodoh’ jika ada informasi tentang asal sebuah tumbuhan. Dalam kasus ini, bagaimana caranya sebuah pohon yang berasal dari Amerika Tengah bisa bermigrasi ke Indonesia. Hehehehe. Apa benar bunga / pohon itu berasal dari Amerika atau karena alasan penemunya menemukannya di Amerika lalu dikatakan berasal dari Amerika saja. Hanya Allah yang Tahu. 😀

Kamboja atau Plumeria Sp. tergolong tanaman yang dapat mencapai usia ratusan tahun seperti halnya kaktus raksasa. Tanaman ini merupakan jenis suculent, yakni tumbuhan yang dapat menyimpan air pada seluruh bagian tubuhnya, dari akar, batang, daun, bunga, sampai buah.

Kamboja memiliki beberapa keluarga dekat, yakni Pachypodium, Adenium (Kamboja Jepang), dan Mandevila. Tapi meski satu keluarga, bentuk dan warna bunganya berbeda. Keunggulan dari tanaman tropis yang satu ini adalah berbunga sepanjang tahun, ”tahan banting”, dan mudah beradaptasi dengan berbagai iklim. Di Indonesia, kamboja tumbuh di dataran-dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl dan memiliki segudang nama, di antaranya Kamboja doka, Cempaka mulia, Karassi, Nojha, dan sebagainya.

Jenis kamboja yang sedang bertengger di puncak kepopuleran saat ini adalah Kamboja Jepang atau adenium. Varietas ini pertama kali ditemukan di Aden, Yaman, tapi ironisnya, sekarang nyaris tak ada lagi adenium di sana. Sebaliknya, ia dengan mudah bisa kita temukan di negara-negara pengembang Adenium seperti Jepang, Thailand, dan Taiwan.

Seperti kamboja-kamboja lainnya, kini adenium tak hanya berwarna polos merah atau putih, melainkan sudah berkembang jadi silangan antarspesies dengan variasi warna dan motif yang sangat cantik. Karenanya, tak mengherankan bila jenis ini sangat ”laku” sebagai bunga parsel. Bentuk artistik dan ketahanan hidupnya yang tinggi jadi alasan utama.

Meskipun dikenal secara umum sebagai pohon kuburan, namun hal itu tak berlaku di Bali. Di Bali bunga kamboja ditanam seperti orang menanam bunga mawar, dan bunga lainnya. Dimana-mana ada pohon kamboja, dengan berbagai macam jenis, ada yang berwarna putih, merah dan kuning. Di Bali kemboja ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat.

Seiring dengan bertambahnya peminat, harganya pun kian melesat. Oleh karena itu, tak perlu heran bila ada kamboja dengan tinggi 2-3 meter (siap tanam) berharga Rp 1-1,5 juta, sementara yang tingginya baru 1-2 meter bernilai Rp 200-300 ribu.

Khasiat tanaman

Selain dikenal sebagai pohon kuburan dan kini mulai juga dikenal sebagai pohon bunga hias, kemboja ternyata juga memiliki beberapa khasiat sebagai obat. Batangnya mengandung getah putih yang mengandung damar, sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol. Tetapi, hati-hati, kulit batang kamboja mengandung senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat racun.

Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman, getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka, sedangkan kulit batangnya sangat efektif untuk menumpas rasa sakit karena bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki. Orang di kampungku dulu sering menggunakan getah kemboja ini untuk obat tersebut.

Untuk menghilangkan rasa sakit pada gigi berlubang. Ambillah beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkan si kapas di gigi yang sakit. Hati-hati, jangan sampai mengenai gigi yang tidak sakit. Dosisnya 1-2 kali sehari. Namun, pengobatan dengan getah ini hanya bersifat sementara saja, dan tak bisa menyembuhkan secara tuntas.

Kemboja juga bisa untuk obat frambusia. Ambillah kulit batang kamboja sebanyak 3 telapak tangan, kemudian dicuci dan dipotong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak kira-kira 3 liter sampai mendidih, selama 15 menit. Tunggu sampai hangat atau suam-suam kuku. Selanjutnya, manfaatkan air rebusan ini untuk mandi atau berendam.

Source:

Wikipedia

Indonesia Herbal

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

20 Tanggapan

  1. Ketika pertama kali melihat atau membaca bunga kamboja pasti pikirannya langsung ke kuburan hehe..
    sepertinya masih jarang orang yang menjadikan bunga kamboja sebagai bunga hiasan di pekarangan rumahnya.. bawaannya serem aja 😆
    padahal bunganya cantik ya :mrgreen:

    • @Ne: jiah,, cantik mah bunganya bu..
      tp bawaanya yg kebayang kuburan mlulu
      tp malah bagus sih
      bikin kita jd inget mati terus…

  2. Nice info 🙂

    iya yah,,, kebanyakan orang berfikir bila ada kamboja di suatu tempat maka berfikirnya mesti kuburan ato bekas kuburan,,he

    • @Mila: kmu juga mikirnya gitu khan Mil ???
      ngaku deh…. 😀

  3. waduh komen ketangkep satpam

    • @Nurhayadi: Komen ketangkep satpam piye lho mas?
      aq kok dadi bingung ki

  4. baru tahu khasiatnya

    • @Andi: ya sbnrny dah th, cuman ngerasa kurang modern.. jd lbh sreg pakai obat2an antibiotik buatan…

  5. cantik 🙂
    kamboja di rmh saya warnanya pink 😀

    • @Edda: apanya yg cantik Edda?
      aq cowok lho
      hikz..

  6. OOooooh ternyata bunga Kemboja ya…. 😐
    Mungkin orang lebih terbiasa Kamboja karena Kamboja itu nama negara. Kalo Kemboja, rasanya asing, dan memang kecenderungan orang-orang seperti ini… 😀

    • @Asop: iya
      klo di blogger ada Cempaka yg menjadi bunga
      klo yg kufoto ini namanya Kemboja
      susah nyebutnya
      Kambooja saja lah…

      dah selesai ujianmu Sop?

  7. manteb wan info nya

    • @RAs ARab: sama2 juga wan…

  8. bner jg sech, kalo meliht kamboja kburan, pzti pkiran Qt ke kburan melulu..v bgus jg, jd ingat mati..

    • @Cha: hmmm iya ya…. :bd

  9. ada enggak ya kamboja yang bermahkota tujuh atau sembilan ???

  10. ada enggak ya kamboja yang bermahkota tujuh atau sembilan ???

  11. ada enggak ya kamboja yang bermahkota tujuh atau sembilan ????

  12. keren. beberapa hari ini saya sedang tergila-gila dengan bunga kamboja. nice post kaaaaak!!!!!! terimakasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: