Jogja Istimewa ?

 

Source: Klik Pada Gambar (Antobilang)
Source: Klik Pada Gambar (Antobilang)

Jogja Istimewa

AMANAT

SRI PADUKA INGKENG SINUWUN KANGDJENG SULTAN

Kami Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat menjatakan:

  1. Bahwa Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.
  2. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja kami pegang seluruhnya.
  3. Bahwa perhubungan antara Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia, bersifat langsung dan Kami bertanggung djawab atas Negeri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Kami memerintahkan supaja segenap penduduk dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mengindahkan Amanat Kami ini.

Ngajogjakarta Hadiningrat, 28 Puasa Ehe 1876 atau 5-9-1945

HAMENGKU BUWONO IX Baca lebih lanjut

Sareyan Tak Terurus

 

Kuburan Tak Terurus 1

Pemakaman Tak Terurus 1

Sarean Tak Terurus

Memanfaatkan momentum liburan di rumah harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satunya jalan-jalan ke sawah. Kebetulan lokasi rumahku dengan persawahan tidak terlalu jauh. Jarang-jarang aku bisa merasakan udara segar di pagi hari semaksimalnya. Maka itu, momentum itu harus benar-benar dimaksimalkan.

Sambil jalan-jalan aku mampir ke lokasi makam alias kuburan alias sareyan alias njaratan yang tidak terlalu jauh juga dari rumah dan sawah. Sarean ini boleh dibilang tidak terlalu terurus. Rumput-rumput liar dan ilalang dibiarkan tumbuh menutupi sebagian makam, kijing, dan nisan.

Sejak keluargaku pindah rumah, sareyan ini sudah ada lebih dahulu. Bahkan saat orangtuaku baru membeli tanah saja, sarean ini pun sudah ada. Artinya memang sarean ini tergolong pemakaman tua. Saat usia sekolah dasar, keberadaan sarean ini cukup membuatku agak ngerasa ngeri. Bukan karena ada hantu, pocong, atau semisalnya. Tetapi ke-ngerianku dikarenakan banyaknya ular yang menghuni lokasi sareyan. Hampir setiap aku melewati sarean ini, aku melihat ular. Mungkin ini dapat dimaklumi karena kondisinya yang benar-benar tak terurus saat itu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: