Petugas Pajak Tempatnya di Neraka ???


Petugas Pajak Tempatnya di Neraka ???

Beberapa hari lalu ada status Facebook yang menulis tentang status yang kurang lebih isinya sebagai berikut, [“Petugas Pajak tempatnya di neraka.” subhanallah,, ilmu baru bagiku. Ngeri… :-s]. Tak butuh waktu lama, komentator-komentator pun bermunculan sebagai respon atas status ‘kontroversial’ tersebut. Berikut beberapa respon dan komentar-komentarnya:

  1. balung gereh lik..!!..hiiiiiii [bahasa Jawa yang terjemahnya ‘duri ikan’]
  2. 0p0 iyo?
  3. mosok??? Jgn2 ilmu dr H*I?? Aq kyk’e prnh dnger… wallahu a’lam..
  4. jo gtu,kakaku kerja dpajak insy slalu di jalanny ALLAH
  5. hati-hati dalam menjudge pekerjaan seseorang lho, bahwa itu masuk neraka…

Selanjutnya, muncullah diskusi-diskusi kecil tentang pernyataan pada status tersebut. Rata-rata pertanyaan yang muncul adalah Kok bisa?

Aku pun juga bertanya-tanya darimana pernyataan tersebut berasal sampai-sampai seorang petugas Pajak disebut sebagai penghuni neraka. Jangan-jangan ini hanya pernyataan dari seseorang tokoh yang tidak suka dengan Kantor Pajak, Gayus, atau oknum-oknum Pajak.

Selidik punya selidik, pernyataan tersebut ternyata berasal dari ucapan Rasulullah SAW. Bagi orang muslim, ucapan Rasulullah SAW atau yang lebih sering disebut dengan sabda Rasul atau hadis adalah merupakan salah satu diantara 2 (dua) sumber panduan hidup utama. Lantas bagaimanakah ucapan beliau ?

Diantara ucapan beliau tentang petugas pajak adalah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7].*

Hadits tersebut di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata :”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.
dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti: “Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka”[HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930]
Selain hadis tersebut, ada pula gambaran mengenai celaan Rasulullah SAW kepada profesi Pemungut Pajak. Alkisah, Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang mengisahkan dilaksanakannya hukum rajam terhadap pelaku zina (seorang wanita dari Ghamid), setelah wanita tersebut diputuskan untuk dirajam, datanglah Khalid bin Walid menghampiri wanita itu dengan melemparkan batu ke arahnya. Lalu darah wanita itu mengenai baju Khalid, kemudian Khalid marah sambil mencacinya, maka Rasulullah SAW bersabda:

Pelan-pelan, wahai Khalid. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh dia telah bertaubat dengan taubat yang apabila PENARIK/PEMUNGUT PAJAK MAU BERTAUBAT (sepertinya) pasti diampuni. Kemudian Nabi SAW memerintahkan (untuk disiapkan jenazahnya), maka Nabi SAW menshalatinya, lalu dikuburkan” [HR Muslim 20/5 no. 1695, Ahmad 5/348 no. 16605, Abu Dawud 4442, Baihaqi 4/18, 8/218, 221, Lihat Silsilah Ash-Shahihah hal. 715-716]
Mengomentari tentang beberapa hadis yang mencela profesi Pajak, maka salah seorang ulama besar -Imam Nawawi rahimahullah- menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah: “
Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi].

Membaca hadis tersebut di atas sebenarnya cukup membuat bulu kuduk-ku berdiri. Tak kusangka jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah memperingatkan umat-nya atas bahaya profesi pemungut Pajak. Peringatan Rasulullah SAW tidak tanggung-tanggung, langsung diancam neraka. Na’udzubillahi min dzalik.

Pada saat hampir yang bersamaan, ribuan orang di Indonesia terutama para sarjana-sarjana sangat minat sekali untuk bekerja di kantor Pajak. Motivasi kebanyakan mereka tak lain dan tak bukan adalah karena status PNS dan karena gajinya yang diklaim relatif tinggi dibandingkan dengan profesi-profesi yang lainnya. Cobalah tengok petugas-petugas Pajak yang bekerja cukup lama di sekeliling anda, adakah yang tergolong orang miskin? Kurasa tidak ada. Karena alasan itu pula, banyak diantara kawan-kawanku yang sangat berkeinginan untuk melamar pekerjaan di kantor Pajak. Bahkan diantara kawanku tak sedikit yang saat ini telah bekerja di kantor Pajak.

NB: pengertian Pajak dipahami dalam istilah bahasa Arab dengan nama Al-Usyr [Lisanul Arab 9/217-218, Al-Mu’jam Al-Wasith hal. 602, Cet. Al-Maktabah Al-Islamiyyah dan Mukhtar Ash-Shihah hal. 182] atau Al-Maks, atau bisa juga disebut Adh-Dharibah, yang artinya adalah ; “Pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak” [Lisanul Arab 9/217-218 dan 13/160 Cet Dar Ihya At-Turats Al-Arabi, Shahih Muslim dengan syarahnya oleh Imam Nawawi 11/202, dan Nailul Authar 4/559 Cet Darul Kitab Al-Arabi].

*http://www.almanhaj.or.id/content/2437/slash/0

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. masya allah baru tahu saya
    terim akasih share ilmunya

  2. masya allah baru tahu saya
    terim akasih share ilmunya

    ijin co-pas gambar garang asemnya di :
    http://maskurmambangblog.wordpress.com/2010/11/17/antara-garang-asem-sayur-asem-asem-asem-dan-brambang%C2%A0asem/

    • @Maskur: iya
      silakan di share

  3. Yaa Allah.

    Tapi Ida pernah baca dalam kisah Rasulullah itu ketika Bani Quraizah/Bani Nadzir(salah satunya klo nggk salah ingat juga), diseru untuk masuk Islam tetapi mereka menolak, manum kemudian mereka tetap diperbolehkan tinggal di daerah itu jika syarat dipenuhi. Yaitu mengeluarkan pajak. Tetapi kemudian karena mereka mengingkari dan hendak mencelakakan kaum muslimin, akhirnya mereka yg jumlahnya 700 org di penggal semua.

    • @Ida: ygdimaksud ida barangkali jizyah

  4. ….gimana nasib Gayus ya…. 😦

    • @Asop: aman Sop
      wkwkwkwkw

  5. kunjungi juga di http://archive.kaskus.us/thread/3880427/20 🙂 ternyata di Arab tidak ada pajak 🙄
    😆

    • @Zidni: iya bang. Sebenarnya sih ada. cuman pajaknya itu berbeda. Dg kata lain, pajak itu termasuk pajak yg diperbolehkan.

      Barusan sy klik link itu, tp sy g yakin Saudi g majekin rakyatnya. Tetep sy yakin ada pajak di sana. Hanya bentuknya lain. 😀 hehehehe

      tp thx-lah atas informasinya…..

  6. Kalo pajak mungkin karena hartanya tidak halal ya karena hasil dari pemaksaan. Pantesan enggak berkah ya.. Amerika yang hidup dari pajak akhirnya bangkrut juga tuh. Imam Mahdi katanya juga akan datang membebaskan dunia dari pajak ini ya.. Jadi siap-siap aja deh orang pajak bakal dihapus oleh Imam Mahdi.

  7. Nyumbang 2 artikel ini dong, biar artikelnya berimbang ada sumber dari yang lain. Untuk yang koar2 g mau bayar pajak, tapi ga pernah bayar zakat mal juga monggo duduk manis aja.

    Yang make fasilitas umum tapi g mau bayar pajak juga silahkan, berati anda dzalim karena menggunakan barang/fasilitas dari yang bukan hak nya ( kan fasilitas umum bikinnya dari uang para pembayar pajak )

    http://www.rumahfiqih.com/ust/e2.php?id=1160986641

    http://www.pajak.go.id/content/article/apakah-agama-mengharamkan-pajak

  8. kebetulan aku kerja di pajak sudah 15 taon lebih, aku pernah baca dan punya referensi bahwa di jaman Umar bin Khattab mulai berlaku pajak di daerah tertentu, di jamannya Ibnu Taimiyah juga pernah berkomentar ttg masalah pajak ini, dan singkatnya MUI kita menghalalkan pajak yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: